Simpati Woman Rally Team Bertekad Tunjukkan Kualitas
26 Mei 2026, 21:00 WIB
Siap turun di Paris Dakar versi Asia, Rifat Sungkar geber Mitsubishi Triton di reli sepanjang 1.700 km
Oleh Arie Prasetya
TRENOTO – Reli yang disebut sebagai Paris Dakarnya Asia ini tak lain adalah Asia Cross Country Rally (AXRC) akan berlangsung 21-26 November 2022 melintasi Kamboja serta Thailand. Dan Rifat Sungkar geber Mitsubishi Triton di reli sepanjang 1.700 km.
Rifat Sungkar, pembalap nasional sekaligus brand ambasador Mitsubishi Indonesia tampak antusias mengikuti ajang reli yang baru pertama diikutinya. Kali ini dia didapuk menjadi pembalap utama tim Mitsubishi Ralliart di bawah asuhan pereli kawakan sekaligus mantan 2 kali juara reli Dakar Hirosi Masuoka yang kini menjabat sebagai direktur tim dan engineer.
"Ini merupakan kesempatan besar dalam hidup saya dan merupakan wujud dari impian saya bisa tergabung di tim Mitsubishi Ralliart," kata Rifat saat jumpa pers, Selasa (1/11/2022).
Masuk dalam kategori long distance rally, Rifat menyebut bahwa AXRC adalah balap sangat berat serta punya aturan main berbeda dengan reli yang biasa diikutinya. Ia juga mengaku akan butuh banyak penyesuaian pada semua aspek mulai mobil,tim, navigator termasuk regulasi dan strategi.
"Bayangkan, saya biasa reli sekitar 200 km, sekarang hingga 1.700 kilometer dalam seminggu. Jarak yang lebih panjang dari saya nyetir mobil selama satu tahun," jelas Rifat.
Pada AXRC 2022 Rifat akan didampingi oleh navigator asal Thailand Chupong Chaiwan yang sudah sangat berpangalaman karena telah 15 tahun mengikuti ajang ini.
Rifat akan turun menggunakan Mitsubishi Triton di AXRC 2022. Double cabin ini dilengkapi dengan mesin 4N15 yang merupakan sumber tenaga diesel 4 silinder turbo. Memiliki keluaran tenaga 179 hp pada 3.500 rpm dan torsi 430 Nm di putaran 2.500 rpm.
Menarik untuk disimak saat pembalap berusia 44 tahun ini tidak menduga spesifikasi mobil yang hendak dipacunya. Menurutnya berada di luar ekspektasi dan ia kagum dengan kesigapan tim Mitsubishi dalam menyiapkan Triton yang akan disiksa di medan berat berjarak sangat panjang.
“Begitu saya di Thailand, saya kaget. Testing tiga hari, mobil yang dipakai standar dan diganti shocbreaker-nya saja. Waktu saya testing ada kotak segede kotak sepatu. Saya tanya apa ini, ternyata kotak itu ada 16 telemetri di semua titik sudut mobil. Setelah itu, mereka cek mana yang retak sasisnya. Sampai ribuan kilometer, tidak ada keretakan,” lanjutnya.
Di kesempatan yang sama, Naoya Nakamura, Presiden Direktor MMKSI menegaskan bahwa pihaknya ingin berperan penting dalam AXRC 2022. Dan ajang ini sekaligus dijadikan sebagai pembuktian ketangguhan Mitsubishi Triton.
"Kompetisi ini merupakan bagian dari upaya kami meningkatkan produk selanjutnya untuk membuktikan durabilitas. Sekembalinya Rifat setelah berkompetisi, Mitsubishi akan mendapat pembelajaran bagaimana improve produk ke depan di seluruh dunia," jelasnya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
26 Mei 2026, 21:00 WIB
29 Januari 2026, 10:00 WIB
26 Januari 2026, 18:47 WIB
25 Januari 2026, 15:00 WIB
21 November 2025, 21:43 WIB
Terkini
17 September 2026, 09:00 WIB
Hyundai tampaknya tengah menyiapkan versi baru dari Stargazer Cartenz, PT HMID masih enggan buka suara
17 September 2026, 07:41 WIB
Changan Deepal S05 hadir di Indonesia sebagai kendaraaan dengan jenis penggera REEV pertama di Tanah Air
17 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung hari ini ada di dua lokasi, agar bisa lebih mudah ditemukan oleh para pengendara
17 September 2026, 06:00 WIB
Selain mengandalkan ETLE statis dan mobile, sistem Ganjil Genap Jakarta juga dibantu oleh para petugas
17 September 2026, 06:00 WIB
Jangan sampai salah, SIM keliling Jakarta hanya melayani perpanjangan untuk SIM yang belum kedaluwarsa
16 September 2026, 19:39 WIB
Marc Marquez berpeluang untuk melanjutkan raih kemenangan pada gelaran MotoGP Austria 2026 akhir pekan nanti
16 September 2026, 19:38 WIB
Belum lama seorang masyarakat bernama Jangkung Sido Sentosa mengaku keberatan jika SIM mati harus bikin baru
16 September 2026, 09:00 WIB
Shell harus menggelontorkan investasi cukup besar, hingga Rp 1,2 triliun untuk membuat pabrik gemuk di Marunda