Cek Daftar Harga BBM September 2026, Diesel Melambung Tinggi
01 September 2026, 20:09 WIB
Shell harus menggelontorkan investasi cukup besar, hingga Rp 1,2 triliun untuk membuat pabrik gemuk di Marunda
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Shell terus memperkuat bisnis mereka di Indonesia. Terkhusus untuk basis manufaktur pelumas di Tanah Air.
Langkah tersebut direalisasikan melalui peresmian Shell Grease Manufacturing Plant (GMP) di Marunda, Bekasi, Jawa Barat, pada Selasa (15/09).
Fasilitas produksi gemuk ini diklaim memiliki kapasitas hingga 12 ribu ton per tahun, guna memenuhi kebutuhan pelumas di sektor industri.
“Hari ini adalah milestone yang sangat penting, karena Indonesia merupakan salah satu pasar yang berkembang dengan cepat di dunia,” ungkap Jason Wong, Global Executive Vice President Shell Lubricants.
Jason menjelaskan, peresmian pabrik gemuk Shell menjadi tonggak penting bagi pengembangan bisnis mereka di Tanah Air.
Apalagi Indonesia dinilai menjadi salah satu pasar paling penting, sehingga memerlukan penguatan dalam hal produksi grease.
“Ini juga menunjukkan bahwa Indonesia merupakan bagian dari jejaring manufaktur global kami yang terintegrasi,” tutur dia.
Sebagai informasi, GMP Marunda melengkapi fasilitas Lubricants Oil Blending Plant (LOBP) yang sebelumnya telah dikembangkan pada 2022.
Setelah langkah itu, kapasitas produksi pelumas Shell di Marunda mencapai 300 juta liter per tahun. Kemudian meningkat jadi 12 ribu ton
Berkat tambahan GMP, fasilitas tersebut masuk dalam tiga besar pabrik gemuk terbesar milik Shell secara global.
Dengan beroperasinya GMP Marunda juga, produk Shell Gadus yang sebelumnya dipasok dari luar negeri kini dapat dibuat di Indonesia.
Kondisi tersebut membuka peluang substitusi impor, sekaligus meningkatkan nilai tambah dari kegiatan manufaktur di dalam negeri.
Sebagai informasi, pada 2025 Kementerian Perindustrian mencatat impor produk pelumas gemuk dengan kode HS 2710194 mencapai 22.377 ton.
Dari jumlah tersebut, impor produk Shell dengan merek Shell Gadus menyentuh angka 11.757 ton.
“Shell telah melibatkan lebih dari 50 pemasok domestik dengan nilai pengadaan Rp 30 miliar per tahun,” tegas Jason.
Dia menilai, keputusan ini menjadi fondasi yang baik untuk memperkuat dan menciptakan ekosistem rantai pasok pelumas di dalam negeri.
Perlu diketahui, pabrik gemuk Shell di Marunda menelan investasi mencapai Rp 1,2 triliun dengan realisasi sebesar Rp 1 triliunan hingga Mei 2026.
Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan mampu membawa dampak positif, terutama untuk perekonomian di dalam negeri.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
01 September 2026, 20:09 WIB
01 Juni 2026, 19:22 WIB
13 Mei 2026, 14:45 WIB
01 Mei 2026, 16:20 WIB
29 April 2026, 13:00 WIB
Terkini
23 September 2026, 09:00 WIB
Hyundai Stargazer Cartenz diklaim mendapat sambutan positif usai HMID menerapkan strategi baru di Indonesia
23 September 2026, 07:00 WIB
Carro resmi rambah bisnis mobil baru, kolaborasi dengan Omoda Jaecoo dan buka diler pertama di Harapan Indah
23 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung bisa menjadi salah satu opsi terbaik dalam mengurus dokumen berkendara berbentuk kartu
23 September 2026, 06:00 WIB
Lima lokasi SIM keliling Jakarta tersedia hari ini, layani perpanjangan masa berlaku SIM yang belum kedaluwarsa
22 September 2026, 21:27 WIB
Pameran IMHAX berhasil mencatatkan rekor baru dalam hal penjualan maupun pengunjung yang datang langsung
22 September 2026, 20:01 WIB
Salah satu pameran otomotif, yakni Gaikindo Auto Week (GAW 2026) akan berlangsung pada akhir November
22 September 2026, 13:00 WIB
Honda meyakini LCGC punya pasarnya sendiri terkhusus untuk pembeli mobil pertama, belum tergantikan EV murah
22 September 2026, 11:35 WIB
Changan mencatatkan penjualan retail 305 unit sepanjang periode 2026, masih berusaha naik di Agustus 2026