Presiden FIM Sebut Rossi Gabung ke Yamaha di MotoGP 2024

Presiden FIM mendukung wacana untuk Rossi gabung ke Yamaha sebagai tim satelit dan melepas Ducati pada MotoGP 2024

Presiden FIM Sebut Rossi Gabung ke Yamaha di MotoGP 2024
Satrio Adhy

TRENOTO – Kabar tim balap milik Valentino Rossi akan bergabung dengan Yamaha kuat berhembus. Kali ini dikatakan langsung oleh Jorge Viegas selaku Presiden FIM.

Dia berharap VR46 Racing menjadi tim satelit dari pabrikan berlambang garpu tala itu. Viegas mengatakan hal tersebut bisa terjadi pada MotoGP 2024.

Photo : Twitter

Padahal Rossi dan manajemen sudah menolak wacananya. The Doctor mengungkapkan tidak ada alasan untuk timnya lepas dari Ducati.

Apalagi performa pembalapnya sangat bagus saat mengendarai Desmosedici GP. Kabarnya Ducati sampai ingin memperpanjang kontrak dari VR46 racing sebagai tim satelit.

Akan tetapi angin cepat berubah. Pabrikan asal Italia baru-baru ini membuat pernyataan mengejutkan dengan mengatakan balapan dengan empat tim tidak seimbang untuk MotoGP.

“Saya mengerti bahwa bermain dengan empat tim bukanlah situasi yang ideal dalam jangka menengah hingga panjang,” ujar Paolo Ciabatti  seperti dilansir dari Speedweek.

Baca Juga: Bos Ducati Akui Valentino Rossi Rusak Citra Tim

Dorna Sport dikabarkan menjadi biang keladi dari kekacauan itu. Mereka tengah berusaha untuk membawa tim Rossi bergabung bersama Yamaha.

Ditambah Presiden FIM memberi dukungan agar Tim Rossi gabung ke Yamaha untuk berpaling dari Desmosedico ke YZR-M1.

“Kami tidak terlalu menyukai situasi ini. Pada 2024 tim Valentino Rossi akan beralih dari Ducati ke Yamaha. Ini baru menjadi sebuah ide sejauh ini, belum ada konfirmasi. Tetapi saya akan memberik tahu kabar selanjutnya,” tutur Viegas.

Memang perpindahan tim akan sangat berat bagi Rossi. Terlebih motor balap milik Yamaha sudah tidak sekompetitif dulu.

Hal itu terbukti pada MotoGP 2022 saat Fabio Quartararo gagal meraih gelar juara dan merelakannya untuk Francesco Bagnaia. Dengan begitu legenda balap MotoGP akan sangat berat keluar dari Ducati.

The Doctor menegaskan kembali bahwa dia menginginkan motor yang sangat kompetitif untuk timnya, menunjukkan bahwa akan sulit baginya untuk melepaskan Ducati Desmosedici untuk dua pembalapnya Luca Marini dan Marco Bezzecchi.

Photo : Twitter

Namun menghadapi tekanan dari Dorna dan manajemen FIM, akan sulit untuk melepaskan diri dan hampir dipastikan akan datang tawaran yang sangat menarik dari Yamaha.

Di sisi lain Lin Jarvis, Manager Yamaha tidak memungkiri kalau mereka akan memasok motor tim milik Rossi pada 2024. Sebab dia sangat ingin menurunkan empat pembalap dalam satu musim.


Terkini

otosport
Gresini Racing

Alasan Gresini Racing Pakai Jasa Joan Mir dan Daniel Holgado

Gresini Racing mengusung Joan Mir dan Daniel Holgado untuk menghadapi persaingan era baru MotoGP 2027

mobil
Changan S05

Changan Deepal S05 Masuk Indonesia Berstatus CBU, Simak Alasannya

Changan Deepal S05 REEV dan EV masih akan berstatus impor utuh dari Thailand, baru akan CKD apabila laris

mobil
Hyundai New Creta

Hyundai New Creta Tawarkan Perjalanan yang Lebih Nyaman

Buat kaum urban, Hyundai New Creta diklaim cocok untuk menjawab kebutuhan mobilitas sehari-hari di perkotaan

motor
All New TVS Callisto 110

All New TVS Callisto 110 Resmi Meluncur, Tantang Beat dan Mio M3

All New TVS Callisto 110 menawarkan berbagai ubahan demi memanjakan para konsumen dan dijual Rp 19 jutaan

mobil
Mazda 6e

GIIAS 2026, Jadi Panggung Debut Mazda 6e Di Indonesia

Mazda akan merilis 6e sedan ev terbaru yang dikembangkan bareng Changan Automobile dengan jarak tempuh 560 km

komunitas
Kagama

Kagama 4X4 Adventure Rayakan Hari Jadi di Kaki Gunung Ciremai

Mini Overland yang dilakukan Kagama 4X4 Adventure kali ini diikuti sekitar 70 mobil peserta di hari jadi kelima

mobil
Daihatsu

Cara Daihatsu Perkuat Komitmen Jaga Lingkungan, Raih Penghargaan

Astra Daihatsu Motor mengusung empat pilar dalam menjalan komitmen mereka dala program CSR perusahaan

news
Ganjil Genap Jakarta

Ganjil Genap Jakarta Hari Ini 2 Juli 2026, Ada Dendanya

Aturan ganjil genap Jakarta hari ini 2 Juli 2026 kembali diberlakukan untuk bisa sedikit memecah kebuntuan