Marquez Sebut MotoGP 2027 Bakal Lebih Kompetitif Seperti Moto3
24 Juli 2026, 07:00 WIB
Francesco Bagnaia memiliki modal penting untuk meraih gelar juara dunia motoGP 2022 lalu, salah satunya belajar dari kesalahan
Oleh Satrio Adhy
TRENOTO – Pembalap Ducati, Francesco Bagnaia rupanya masih belum bisa move on dari kesuksesannya menjadi juara dunia pada MotoGP 2022. Sebab bakal jadi kenangan manis baginya.
Apalagi dirinya harus bersusah payah mendapatkan gelar tersebut. Bagnaia mengaku banyak hal yang telah dia lakukan.
Mulai dari memperbaiki kekurangan di dalam trek hingga bisa seperti sekarang. Modal tersebut membuatnya jadi juara dunia MotoGP.
“Banyak peningkatan saya tahun ini dihasilkan dari kesalahan. Saya bekerja sangat keras dengan diri sendiri. Jika Anda terjatuh segera menganalisanya itu bisa membuat berkembang,” ujar Bagnaia sperti dikutip dari Speedweek Senin (19/12).
Murid Valentino Rossi lantas bertekad mengulangi kesuksesannya pada musim depan. Sehingga bisa mempertahankan gelar yang telah dia dapatkan.
Namun dia merasa masih punya waktu menikmati momen spesialnya sekarang. Bagnaia ingin bersantai terlebih dahulu menghadapi MotoGP musim 2023.
“Saya masih muda dan banyak hal bisa ditingkatkan lagi. Belum saatnya memikirkan tahun depan saat sekarang kami masih punya waktu untuk menghadapinya nanti, kita memiliki kepercayaan penuh pada Ducati sehingga tahu bahwa kesalahan dari musim lalu tidak akan terulang,” tuturnya.
Lebih lanjut Bagnaia menceritakan peran keluarga dalam kesuksesan kariernya. Terlebih ayahnya menjadi sosok terus memotivasi pembalap bernomor 63 tersebut.
“Ayah selalu membantu guna memahami beberapa hal untuk dianalisa. Dia memberitahuku guna melakukan terbaik saat mengerjakan sesuatu seperti dalam dunia balap,” lanjutnya.
Kini setelah berhasil merajai MotoGP rupanya dia tertarik ikut serta dalam ajang balap ketahanan Suzuka 8 Hours. Bahkan Bagnaia sudah menanyakan perihal peluang turun dalam kompetisi tersebut kepada timnya.
Pembalap 25 tahun nampaknya ingin mengikuti jejak sang guru. Sebelumnya Rossi memang pernah turun dalam balapan ketahanan tersebut bersama Colin Edwards menggunakan motor Honda VTR1000SPW pada 2001.
Keduanya berhasil keluar sebagai pemenang ketika itu. Tak heran jika dia sangat ingin ikut balapan di luar MotoGP.
“Balapan tersebut tentunya adalah sebuah ajang yang tidak mudah tetapi sangat membuatku terpesona. Jika kami bisa ambil bagian bersama Ducati dan Alvaro Bautista atau bahkan bisa menang akan jadi hal mengesankan,” ujar Bagnaia menutup perkataannya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
24 Juli 2026, 07:00 WIB
09 Juli 2026, 13:00 WIB
04 Juli 2026, 07:00 WIB
02 Juli 2026, 23:16 WIB
26 Juni 2026, 07:00 WIB
Terkini
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini masih ada 26 titik yang membatasi mobil pribadi dengan pelat nomor sesuai tanggal
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat dimanfaatkan dan tersedia di lima lokasi berbeda