Francesco Bagnaia Lebih Pilih Aprilia Usai Tinggalkan Ducati
26 Juni 2026, 07:00 WIB
Setidaknya ada dua hal yang jadi alasan utama di balik turunnya performa Francesco Bagnaia di MotoGP 2025
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Francesco Bagnaia, pembalap Ducati rekan segarasi Marc Marquez jadi sorotan karena performanya kian turun di MotoGP 2025.
Meskipun raihan poinnya cukup untuk membawa dia bertengger di peringkat ketiga klasemen sementara MotoGP 2025, Bagnaia tampak semakin kesulitan jelang seri ke-17 musim ini.
Dalam beberapa kesempatan, Pecco mengaku belum bisa menemukan ‘feel’ berkendara seperti yang dia rasakan saat menggunakan Desmosedici GP24 tahun lalu.
Menjadi perhatian sebab Marc Marquez justru cepat beradaptasi dan berhasil mendulang 512 poin, bahkan diproyeksi segera mengunci gelar juara dunia di MotoGP Jepang 2025.
Ada beberapa faktor dinilai jadi ‘biang kerok’ di balik turunnya performa Francesco Bagnaia musim ini.
“GP24 yang tahun lalu membawanya meraih 11 kemenangan dalam balapan panjang, jelas memberi rasa percaya diri lebih besar. Meskipun perbedaannya dengan GP25 sebenarnya sangat tipis,” kata Matteo Guerinoni, komentator dan pengamat MotoGP asal Italia kepada KatadataOTO, Kamis (18/09).
Matteo menjelaskan, salah satu perubahan utama pada kedua motor balap tersebut adalah inersia mesin yang sedikit dimodifikasi.
Ubahan itu diklaim membuat efek engine brake pada Desmosedici GP25 terasa berbeda.
“Pengereman terasa kurang agresif dan justru membawa pada kecepatan lebih tinggi saat masuk tikungan,” kata Matteo.
Walaupun mungkin menguntungkan buat pembalap lain, bagi Pecco hal tersebut justru menjadi kelemahannya. Selain mesin, faktor kedua penghambat Bagnaia di MotoGP 2025 adalah mentalitas.
Pria yang merupakan mantan pembalap Superbike ini menilai Francesco Bagnaia percaya diri bisa langsung mengalahkan Marc Marquez berkat statusnya sebagai pembalap veteran Ducati.
Padahal menurut Matteo, Marc Marquez mulai menunjukkan potensi sebagai ‘prodigy’ terkhusus setelah MotoGP Valencia 2024.
The Baby Alien juga tampil lebih tenang dan semakin berhati-hati musim ini, tidak menunjukkan agresivitas menggebu-gebu seperti di masa lalu.
“Kekuatan mentalnya membalikkan hierarki, membuat Pecco terjebak dalam pusaran negatif yang kini menimbulkan kekhawatiran,” tegas Matteo.
Bagnaia masih punya beberapa kesempatan lagi untuk mempertahankan takhta di urutan ketiga klasemen MotoGP 2025.
Pasca sesi tes di Sirkuit Misano dengan masukan dari Casey Stoner, Bagnaia mengaku percaya diri dan siap menerapkan temuan barunya saat berlaga di Sirkuit Motegi jelang akhir September nanti.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
26 Juni 2026, 07:00 WIB
24 Juni 2026, 09:00 WIB
21 Juni 2026, 20:18 WIB
20 Juni 2026, 20:35 WIB
31 Mei 2026, 19:55 WIB
Terkini
14 September 2026, 18:02 WIB
Berbekal kemenangan di Misano pada Minggu (13/09), Marquez sukses memuncaki klasemen sementara MotoGP 2026
14 September 2026, 18:01 WIB
BYD kembali berada di puncak daftar merek mobil Cina terlaris periode Agustus 2026 disusul Jaecoo dan Geely
14 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung bisa menjadi opsi terbaik untuk Anda yang ingin mengurus dokumen berkendara hari ini
14 September 2026, 06:00 WIB
Untuk bisa mengurai kemacetan panjang di sejumlah jalan protokol Ibu Kota, Ganjil Genap Jakarta masih berlaku
14 September 2026, 05:48 WIB
Kembali beroperasi seperti biasa di lima lokasi, simak informasi lengkap SIM keliling Jakarta hari ini
13 September 2026, 19:55 WIB
Marc Marquez kembali mendominasi dan ada di puncak klasemen sementara setelah MotoGP San Marino 2026
13 September 2026, 18:11 WIB
Astra Financial menunjukkan komitmennya akan penguatan literasi keuangan di Indonesia mencetak Duta OJK Peduli
13 September 2026, 17:47 WIB
YIMM baru saja menggelar acara Yamaha Dirt Bike Experience chapter Skill Up berlokasi di Sirkuit Cibereum