Harga BBM Pertamina Februari 2026, Pertamax Turun Jelang Ramadan
01 Februari 2026, 07:00 WIB
Wilayah pemberlakuan semakin diperluas, ratusan ribu kendaraan daftar BBM Subsidi hingga 23 Juli 2022
Oleh Dian Tami Kosasih
TRENOTO – Sejumlah wilayah Indonesia mengimbau masyarakat untuk daftar BBM subsidi apabila ingin melakukan pembelian pertalite dan solar di SPBU Pertamina. Melihat antusias masyarakat terkait hal ini, Pertamina Patra Niaga Sub Holding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) memberikan apresiasi.
Masuk dalam Program Subsidi Tepat Sasaran, masyarakat bisa melakukan pendaftaran di booth SPBU atau sejumlah lokasi yang telah ditentukan. Pendaftaran juga bisa dilakukan melalui website subsiditepat.mypertamina.id maupun melalui aplikasi MyPertamina.
Irto Ginting selaku Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga menjelaskan bahwa saat ini seluruh proses pendaftaran masih terus berlangsung. Hingga 23 Juli 2022, tercatat ada lebih dari 220 ribu unit kendaraan yang telah melakukan pendaftaran.
“Dari total ini, hampir 80 persen kendaraan yang didaftarkan adalah jenis kendaraan yang mengkonsumsi Pertalite, sisanya adalah pengguna Solar Subsidi,” ujar Irto.
Irto melanjutkan, masyarakat yang mendaftarkan kendaraannya pada Program Subsidi Tepat ini tidak terbatas pada kota atau kabupaten yang secara resmi telah membuka periode pendaftarannya, namun seluruh Provinsi di Indonesia. Melihat tingginya animo masyarakat dari seluruh wilayah, Pertamina Patra Niaga telah memperluas wilayah pendaftaran hingga 50 Kota atau Kabupaten.
“Melihat dukungan dari masyarakat dalam mewujudkan penyaluran BBM subsidi yang lebih tepat sasaran, Pertamina Patra Niaga secara bertahap akan terus memperluas wilayah Program Subsidi Tepat. Perluasan ini tentu dibarengi dengan evaluasi, bagaimana kesiapan sistem serta kesiapan di lapangan dalam menentukan wilayah mana yang akan menjalankan Program Subsidi Tepat,” katanya.
Untuk memudahkan masyarakat dalam mendaftarkan kendaraannya, Pertamina Patra Niaga terus memastikan kesiapan di lapangan dalam bentuk booth pendaftaran langsung. Booth pendaftaran langsung dinilai efektif membantu dan mempermudah akses masyarakat.
“Jadi tak perlu khawatir, booth pendaftaran langsung akan tetap disediakan untuk mempermudah masyarakat yang tidak memiliki handphone atau akses internet. Bagi yang punya, bisa langsung ke website subsiditepat.mypertamina.id atau melalui menu Subsidi Tepat di Aplikasi MyPertamina. Tinggal isi dan upload dokumen yang diperlukan,” tutu Irto.
Pertamina juga mengingatkan kepada masyarakat bila pendaftaran Program Subsidi Tepat masih terus dibuka. Pembelian Pertalite dan Solar Subsidi saat ini juga masih seperti biasa dan belum ada pembatasan.
Meski demikian, kedepannya Program Subsidi Tepat Sasaran akan disinergikan dengan regulasi penetapan penyaluran BBM subsidi yang telah ditentukan pemerintah.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
01 Februari 2026, 07:00 WIB
01 Januari 2026, 07:00 WIB
01 Desember 2025, 07:00 WIB
18 November 2025, 09:00 WIB
11 November 2025, 19:12 WIB
Terkini
09 Februari 2026, 06:00 WIB
Ada dua lokasi SIM keliling Bandung yang bisa didatangi oleh masyarakat hari ini, salah satunya di ITC
09 Februari 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta digelar pada puluhan ruas jalan utama untuk hindari kemacetan lalu lintas di jam tertentu
09 Februari 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta kembali dibuka seperti biasa hari ini 9 Februari 2026, simak lokasi dan syaratnya
08 Februari 2026, 22:00 WIB
Honda BR-V N7X Edition mendapat pengembangan di IIMS 2026 untuk menjaga kepercayaan pelanggan Tanah Air
08 Februari 2026, 21:00 WIB
Empat pemenang Suzuki Jimny Custom Contest ditampilkan di JIExpo Kemayoran, Jakarta sebagai inspirasi
08 Februari 2026, 20:00 WIB
Honda CR-V 7 Seater tidak lagi dijual karena sekarang pelanggan lebih mencari kenyamanan daripada kapasitas
08 Februari 2026, 19:14 WIB
Resmi dipasarkan pada ajang IIMS 2026, Chery C5 CSH hadir untuk menemani mobilitas harian yang dinamis
08 Februari 2026, 18:00 WIB
Dashcam punya sejumlah manfaat untuk pemilik kendaraan, bantu cegah potensi terjadinya tindak kejahatan