Astra Financial Gandeng OJK Cetak Duta Literasi Keuangan
13 September 2026, 18:11 WIB
Astra Financial menunjukkan komitmennya akan penguatan literasi keuangan di Indonesia mencetak Duta OJK Peduli
Jumlah penggunaan kendaraan yang terus meningkat pada 2022 menjadi penyebab Bandung macet setiap harinya
Oleh Satrio Adhy
TRENOTO – Dinas Perhubungan Kota Bandung baru saja merilis data mengenai tingginya tingkat kemacetan di wilayah mereka. Ternyata terdapat 2.2 juta unit kendaraan di sana hingga 2022.
Dari jumlah di atas, 1.7 juta merupakan sepeda motor dan sisanya adalah mobil. Sedangkan total populasi penduduk Bandung hanya 2.4 juta jiwa.
Artinya hampir setiap orang di daerah tersebut memiliki satu kendaraan. Situasi itu digadang-gadang jadi penyebab Bandung macet.
“Sekarang rasio penduduk sama kendaraan nyaris satu banding satu,” ujar Khairul Rijal, Kabid Lalu Lintas dan Perlengkapan Jalan Dishub Kota Bandung seperti dilansir dari Antara , Selasa (14/2).
Lebih lanjut Khairul memprediksi penduduk yang memiliki kendaraan akan terus bertumbuh. Dengan begitu kota Kembang berpotensi menjadi daerah paling macet di masa depan.
Menurutnya volume kendaraan disumbang paling banyak dari Bandung Timur. Hal ini karena kawasan tersebut merupakan titik pemukiman terbesar.
Alasan selanjutnya adalah warga di sana hanya mengandalkan Jalan Soekarno Hatta menuju pusat kota. Terdapat sekitar 29 ribu kendaraan yang memenuhi persimpangan Kiaracondong setiap harinya pada pukul 06.00-09.00 WIB.
Melihat kondisi tersebut, Khairul Rijal mengatakan pihaknya berusaha melakukan pengaturan lalu lintas. Salah satu tengah diupayakan penyesuaian jeda waktu lampu merah pada beberapa persimpangan jalan.
Di sisi lain Sony Sulaksono selaku pengamat transportasi dari ITB (Institut Teknologi Bandung) menyebut Bandung berpotensi kolaps jika dibiarkan begitu saja. Dia menyarankan pemerintah melakukan gerakan yang sangat masif agar bisa membuat masyarakat beralih ke angkutan publik.
Pasalnya kebijakan pembatasan penggunaan kendaraan pribadi di Bandung cukup sulit untuk dilakukan.
“Sekarang masyarakat ada yang punya mobil atau motor lebih dari satu, tidak mungkin Dishub Bandung melarang orang beli kendaraan atau menaikan pajak,” kata Sony.
Memang Sony tidak menampik jika di daerahnya kini sudah banyak transportasi umum. Sebut saja seperti bis, angkutan kota hingga online, namun penggunaannya masih dirasa minim.
“Menurut saya sekarang tidak ada konsistensi untuk mendorong masyarakat beralih menggunakan transportasi umum,” tegasnya.
Guna mengatasi hal tersebut Sony menuturkan perlu proses yang panjang. Pasalnya pemerintah wajib serius menggencarkan penggunaan angkutan massal kepada masyarakat.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
Terkini
13 September 2026, 18:11 WIB
Astra Financial menunjukkan komitmennya akan penguatan literasi keuangan di Indonesia mencetak Duta OJK Peduli
13 September 2026, 17:47 WIB
YIMM baru saja menggelar acara Yamaha Dirt Bike Experience chapter Skill Up berlokasi di Sirkuit Cibereum
12 September 2026, 22:30 WIB
Varian terendah GWM Wey G9 dibekali teknologi hybrid dengan harga Rp 1,15 miliar on the road Jakarta
12 September 2026, 21:41 WIB
Asuransi Astra memasuki usia 70 tahun dengan menjaga kepercayaan para pelanggan dengan sejumlah terobosan
12 September 2026, 21:09 WIB
Marquez melanjutkan tren positif, usai meraih kemenangan dengan mudah di sprint race MotoGP San Marino 2026
12 September 2026, 11:00 WIB
Menyitat data resmi AISI, wholesales motor baru pada Agustus 2026 hanya berada di angka 596.461 unit saja
12 September 2026, 09:00 WIB
Marquez berpotensi keluar sebagai pemenang di MotoGP San Marino 2026 di Sirkuit Misano pada akhir pekan nanti
12 September 2026, 08:14 WIB
Menurut data AISI pada Agustus 2026, Honda sampai Yamaha hanya mendistribusikan 596.461 motor baru saja