Hindari Puncak Arus Balik, Jangan Sembarangan Pilih Tanggal
01 April 2025, 15:00 WIB
Karena rawan bahaya dan kecelakaan lalu lintas, Polri imbau masyarakat tidak mudik memakai sepeda motor
Oleh Serafina Ophelia
TRENOTO – Meski praktis, Polri mengimbau masyarakat agar tidak mudik memakai sepeda motor karena beragam alasan. Salah satu alasannya adalah rawan kecelakaan terlebih jika melihat data laka lantas selama mudik Lebaran sebelumnya.
Brigjen Pol Aan Suhanan, Direktur Penegakan Hukum Korlantas Polri memaparkan bahwa dari 100 persen pemudik, 78 persen di antaranya merupakan pengendara sepeda motor.
Jarak jauh bisa menjadi penyebab kelelahan pengendara, yang kemudian berimbas pada kecelakaan. Sebagai contoh, jarak antar kota saat mudik memakai motor untuk ke Semarang, Jawa Tengah bisa memakan waktu hingga 6 – 7 jam.
“Jadi kami imbau untuk masyarakat untuk tidak menggunakan kendaraan roda dua saat mudik Lebaran,” ucap Aan seperti dikutip laman resmi Polri, Selasa (28/03).
Untuk mencegah hal-hal tersebut, Aan menegaskan sudah ada beragam program mudik gratis roda dua yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Sehingga motor bisa diangkut menggunakan moda transportasi lain, sementara pemiliknya menggunakan bisa pulang kampung lebih aman.
Sebelumnya, Budi Karya Sumadi selaku Menteri Perhubungan telah mengimbau masyarakat menghindari penggunaan motor untuk mudik tahun ini karena potensi kecelakaan yang jauh lebih tinggi.
Program mudik gratis bisa dimanfaatkan seperti saat ini masih tersedia, untuk moda transportasi kapal dan kereta api. Harapannya pemudik pengguna sepeda motor bisa menurun.
“Selain penumpang, sepeda motornya juga akan kami angkut secara gratis sehingga motornya bisa digunakan untuk bermobilitas di tempat tujuan,” ucap Budi.
Kemenhub memiliki prediksi pemudik pengguna sepeda motor sebenarnya cukup tinggi, yakni 25.13 juta orang atau sekitar 20.3 persen dari total prediksi pemudik sebanyak 123.8 juta orang. Sisanya menggunakan mobil pribadi dan transportasi publik lainnya.
Ia juga mendorong pihak-pihak lain agar turut berkolaborasi menyediakan program mudik gratis, baik itu oleh Kementerian, BUMN hingga perusahaan-perusahaan swasta lainnya.
“Dengan semakin banyaknya kuota mudik gratis, kita harapkan dapat menekan jumlah pemudik yang menggunakan sepeda motor, mengurangi angka kecelakaan dan sekaligus juga dapat mengurangi kepadatan di jalan,” tegasnya.
Pendaftaran mudik gratis dengan bus saat ini sudah ditutup karena kuota penuh. Namun pemudik bisa mencoba mendaftar melalui jalur lain misalnya kereta api.
Kapasitasnya mencapai 46 ribu lebih penumpang dan 10 ribu unit sepeda motor. Keberangkatannya mulai 11 April – 20 April 2023, sementara arus balik 25 April – 4 Mei 2023.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
01 April 2025, 15:00 WIB
31 Maret 2025, 12:03 WIB
31 Maret 2025, 06:00 WIB
30 Maret 2025, 08:00 WIB
29 Maret 2025, 20:01 WIB
Terkini
03 April 2025, 12:00 WIB
Sedikitnya ada lima ruas tol Trans Sumatera yang beroperasi tanpa tarif saat arus balik untuk melancarkan lalu lintas
03 April 2025, 12:00 WIB
PT CSI mulai incar konsumen fleet untuk Chery J6, berpeluang dijadikan armada taksi online di masa mendatang
03 April 2025, 10:00 WIB
tol Probolinggo Banyuwangi seksi 1 dibuka secara fungsional saat arus balik Lebaran 2025 untuk hindari kemacetan
03 April 2025, 07:55 WIB
Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat bakal berdampak ke harga motor Honda di Indonesia
02 April 2025, 18:27 WIB
Demi mengurangi kepadatan lalu lintas pada arus balik Lebaran 2025, Tol Japek II Selatan mulai dibuka hari ini
02 April 2025, 17:00 WIB
Jasa Marga bebaskan tarif tol saat arus balik untuk beri kemudahan kepada masyarakat saat arus balik
02 April 2025, 14:00 WIB
Nissan jual pabrik mereka di India pada Renault demi selamatkan perusahaan dari ancaman kebangkrutan
02 April 2025, 12:00 WIB
Jetour X50e EV siap dipasarkan di Indonesia tahun ini, disebut telah didesain menyesuaikan kebutuhan konsumen