Menteri PU Ungkap Trans Jawa Jadi Kunci Lancarnya Mudik Lebaran
03 April 2026, 15:39 WIB
Karena rawan bahaya dan kecelakaan lalu lintas, Polri imbau masyarakat tidak mudik memakai sepeda motor
Oleh Serafina Ophelia
TRENOTO – Meski praktis, Polri mengimbau masyarakat agar tidak mudik memakai sepeda motor karena beragam alasan. Salah satu alasannya adalah rawan kecelakaan terlebih jika melihat data laka lantas selama mudik Lebaran sebelumnya.
Brigjen Pol Aan Suhanan, Direktur Penegakan Hukum Korlantas Polri memaparkan bahwa dari 100 persen pemudik, 78 persen di antaranya merupakan pengendara sepeda motor.
Jarak jauh bisa menjadi penyebab kelelahan pengendara, yang kemudian berimbas pada kecelakaan. Sebagai contoh, jarak antar kota saat mudik memakai motor untuk ke Semarang, Jawa Tengah bisa memakan waktu hingga 6 – 7 jam.
“Jadi kami imbau untuk masyarakat untuk tidak menggunakan kendaraan roda dua saat mudik Lebaran,” ucap Aan seperti dikutip laman resmi Polri, Selasa (28/03).
Untuk mencegah hal-hal tersebut, Aan menegaskan sudah ada beragam program mudik gratis roda dua yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Sehingga motor bisa diangkut menggunakan moda transportasi lain, sementara pemiliknya menggunakan bisa pulang kampung lebih aman.
Sebelumnya, Budi Karya Sumadi selaku Menteri Perhubungan telah mengimbau masyarakat menghindari penggunaan motor untuk mudik tahun ini karena potensi kecelakaan yang jauh lebih tinggi.
Program mudik gratis bisa dimanfaatkan seperti saat ini masih tersedia, untuk moda transportasi kapal dan kereta api. Harapannya pemudik pengguna sepeda motor bisa menurun.
“Selain penumpang, sepeda motornya juga akan kami angkut secara gratis sehingga motornya bisa digunakan untuk bermobilitas di tempat tujuan,” ucap Budi.
Kemenhub memiliki prediksi pemudik pengguna sepeda motor sebenarnya cukup tinggi, yakni 25.13 juta orang atau sekitar 20.3 persen dari total prediksi pemudik sebanyak 123.8 juta orang. Sisanya menggunakan mobil pribadi dan transportasi publik lainnya.
Ia juga mendorong pihak-pihak lain agar turut berkolaborasi menyediakan program mudik gratis, baik itu oleh Kementerian, BUMN hingga perusahaan-perusahaan swasta lainnya.
“Dengan semakin banyaknya kuota mudik gratis, kita harapkan dapat menekan jumlah pemudik yang menggunakan sepeda motor, mengurangi angka kecelakaan dan sekaligus juga dapat mengurangi kepadatan di jalan,” tegasnya.
Pendaftaran mudik gratis dengan bus saat ini sudah ditutup karena kuota penuh. Namun pemudik bisa mencoba mendaftar melalui jalur lain misalnya kereta api.
Kapasitasnya mencapai 46 ribu lebih penumpang dan 10 ribu unit sepeda motor. Keberangkatannya mulai 11 April – 20 April 2023, sementara arus balik 25 April – 4 Mei 2023.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
03 April 2026, 15:39 WIB
27 Maret 2026, 11:00 WIB
26 Maret 2026, 15:00 WIB
26 Maret 2026, 09:00 WIB
22 Maret 2026, 11:00 WIB
Terkini
25 April 2026, 15:00 WIB
Motul berkolaborasi dengan EMP untuk terlibat di ajang balap motor ketahanan FIM EWC World Endurance Championship
25 April 2026, 13:00 WIB
Changan memperkenalkan teknologi BlueCore Hybrid yang memiliki efisiensi dalam penggunaan bahan bakar
25 April 2026, 11:00 WIB
Lepas membawa beberapa produk unggulan dalam ajang Beijing Auto Show 2026, masing-masing adalah L4 dan L6
25 April 2026, 09:01 WIB
Marc Marquez dan Francesco Bagnaia mempunyai catatan apik meraih kemenangan dalam ajang MotoGP Spanyol 2026
25 April 2026, 08:56 WIB
Cargloss Group memasuki usia 40 tahun dan berganti kepemimpinan menuju masa depan lebih terintegrasi
24 April 2026, 20:33 WIB
Jetour Zongheng G700 jadi salah satu kandidat SUV PHEV baru di RI, mengisi kelas yang sama dengan Denza B5
24 April 2026, 17:30 WIB
Jetour G700 dan T2 i-DM dicoba oleh seluruh jurnalis dan influencer yang mengikuti ajang test drive eksklusif
24 April 2026, 15:00 WIB
Peraturan baru mengenai insentif EV tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 900.1.13.1/3764/SJ