Ganjil Genap Jakarta 3 Februari 2026, Jangan Asal Pakai Mobil
03 Februari 2026, 06:00 WIB
Pemerintah DKI Jakarta akan desain ulang Simpang Santa setelah libur Lebaran untuk kurangi kepadatan lalu lintas
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Setelah gagal melakukan rekayasa lalu lintas, Dinas Perhubungan DKI Jakarta akan desain ulang Simpang Santa di Jakarta Selatan. Dalam ubahan tersebut sejumlah komunitas seperti Bike to Work (B2W) dan Koalisi Pejalan Kaki akan dilibatkan.
Langkah ini akan dilakukan guna memastikan pergerakan pejalan kaki di trotoar dan pesepeda di lokasi bisa optimal tanpa mengganggu lalu lintas kendaraan bermotor. Sehingga diharapkan kemacetan bisa berkurang di masa depan.
“Kami tentu dalam menyusun desain melibatkan partisipasi mereka semua sehingga kita dapatkan pergerakan yang efisien dan efektif dari pejalan kaki maupun pesepeda,” ungkap Syafrin Liputo, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta.
Selain itu, rencana desain ulang pergerakan pejalan kaki serta pesepeda yang melintasi kawasan juga bertujuan memberikan keamanan ketika melakukan perpindahan. Dengan demikian risiko kecelakaan bisa ditekan.
“Kami desain ulang sehingga prinsip pergerakan mereka semua, perpindahan dia dari sisi utara kemudian tiba di lalu lintas di Jalan Wolter Monginsidi atau di median jalannya. Kemudian menyeberang ke sisi selatan, itu aman,” ujar Syafrin.
Namun perubahan tidak bisa dilakukan dengan segera. Mereka baru melaksanakannya setelah kondisi lalu lintas udah normal sehingga volume kendaraannya sesuai dan perhitungan lebih tepat.
Dinas Perhubungan DKI juga telah membahas soal pergerakan pejalan kaki serta pesepeda di Simpang Jalan Wijaya I-Jalan Wolter Monginsidi-Jalan Suryo (lampu merah Simpang Santa) Jakarta Selatan.
Setelah Simpang Santa, pergerakan belok kanan dari Jalan Wijaya ditutup, keseluruhannya untuk fasilitas pejalan kaki dan pesepeda tertutup pembatas (MCB). Namun, beberapa hari lalu pihaknya kembali membuka area tersebut.
“Jadi yang kami bahas adalah bagaimana agar terjadi pergerakan menerus pejalan kaki serta pesepeda. Setelah pertemuan dengan rekan-rekan komunitas pada 16 April, malamnya langsung kami lakukan upaya penataan agar penyeberang bisa langsung masuk,” kata Syafrin.
Syafrin mengatakan, fasilitas pejalan kaki dan pesepeda tetap difasilitasi untuk bisa melintas di kawasan Simpang Santa, pertemuan Jalan Wijaya I-Jalan Wolter Monginsidi-Jalan Suryo. Namun, pejalan kaki tidak lagi dipasang pelican crossing lantaran saat ini mengikuti waktu siklus dari pengatur lalu lintas (traffic light) yang ada.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
03 Februari 2026, 06:00 WIB
02 Februari 2026, 06:00 WIB
30 Januari 2026, 06:00 WIB
29 Januari 2026, 06:00 WIB
28 Januari 2026, 06:00 WIB
Terkini
03 Februari 2026, 14:00 WIB
Di awal Februari 2026, harga motor matic murah terpantau stabil tidak mengalami kenaikan seperti di Januari
03 Februari 2026, 13:00 WIB
Jetour T2 dilalap si jago merah akibat menghantam pembatas jalan di tol Jagorawi KM 31 pada Minggu (01/02)
03 Februari 2026, 12:00 WIB
Yamaha Grand Filano Hybrid dimodifikasi dengan tampilan sporti dengan memperhatikan detail kecil sekalipun
03 Februari 2026, 11:00 WIB
Pada ajang IIMS 2026 pengunjung bisa beradu kecepatan menggunakan gokart listrik secara gratis di waktu tertentu
03 Februari 2026, 10:00 WIB
Produk baru menjadi strategi Yamaha untuk menggairahkan pasar, saat banyak rintangan yang siap menghadang
03 Februari 2026, 09:00 WIB
Penjualan fleet turut berkontribusi dalam mempertahankan prestasi Toyota di Indonesia sepanjang 2025
03 Februari 2026, 08:00 WIB
Chery berikan sinyal kehadiran pikap perdana mereka di Indonesia, kembali daftarkan produk baru di DJKI
03 Februari 2026, 07:00 WIB
Jetour T2 mengalami kecelakaan dan seluruh bagian kendaraan terbakar, membuat dua orang di dalamnya terluka