Pembangunan Tol Probolinggo Banyuwangi Dimulai

Pembangunan tol Probolinggo Banyuwangi dimulai oleh kementerian PUPR dan akan menjadi akhir dari ruas tol Trans Jawa

Pembangunan Tol Probolinggo Banyuwangi Dimulai
Adi Hidayat
  • Oleh Adi Hidayat

  • Selasa, 07 Februari 2023 | 09:00 WIB

TRENOTO – Pembangunan tol Probolinggo Banyuwangi resmi dimulai hari ini. Ruas ini akan menjadi akhir dari Tol Trans Jawa yang sudah dilaksanakan sejak beberapa tahun lalu.

Basuki Hadimuljono, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berharap jalan tol sepanjang 175.4 km ini bisa rampung tepat waktu. Pasalnya kehadiran fasilitas tersebut bisa memangkas waktu tempuh secara signfikan.

“Diharapkan dengan bertambahnya ruas tol tersebut semakin melancarkan distribusi orang, barang, dan jasa mulai dari Banten hingga Banyuwangi, serta akan menjadi roda penggerak perekonomian masyarakat," ungkap Basuki.

Photo : TrenOto

Kementerian PUPR memulai pembangunan ruas jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi tahap I Probolinggo hingga Besuki sepanjang 49.68 km. Nilai investasi penyelesaiannya pun terbilang sangat besar.

“Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) Probolinggo-Banyuwangi sudah dilaksanakan sejak 2017 lalu. Hari ini kita mulai kembali untuk yang sudah siap secara teknis dengan nilai investasi sebesar Rp10,7triliun yakni ruas Probolinggo-Besuki," kata Basuki.

Dia juga berpesan kepada kontraktor dan konsultan pengawas untuk memperhatikan kualitas, estetika serta keberlanjutan lingkungan. Terlebih ruas jalan tol tersebut melewati beberapa titik yang dinilai dapat menarik wisatawan.

Baca juga : Tarif Tol Jakarta ke Yogyakarta, Cepat Namun Mahal

Sementara itu Adi Prasetyanto, Direktur Utama PT. Jasamarga Probolinggo Banyuwangi (JPB) mengatakan bahwa pembangunan jalan tol Probolinggo Banyuwangi terbagi menjadi dua tahap. tahap I yaitu menghubungkan Probolinggo hingga Besuki sepanjang 49.68 km dan tahap II menyambungkan Besuki sampai Banyuwangi sejauh 125.72 km.

Pembangunan tahap I terbagi atas 3 paket pekerjaan konstruksi yaitu paket 1 Gending- Kraksaan (12.88 Km) dengan progres pembebasan lahan sebesar 92.02 persen. Kemudian paket 2 Kraksaan - Paiton (11.20 Km) progres pembebasan lahan telah mencapai 89.67 persen.

Photo : BPJT

Sementara untuk paket 3 Paiton - Besuki (25.6 km) terbilang masih cukup jauh dari kata rampung. Hal ini karena progres pembebasan lahan baru mencapai 28.48 persen.

“Kami siap mulai konstruksi Paket 1 dan Paket 2 secara bersamaan di awal Februari 2023 ini yang disusul oleh konstruksi Paket 3 di pertengahan Februari 2023,” pungkas Adi.


Terkini

mobil
Aion

GAC Aion Kejar TKDN 60 Persen Untuk 2027

GAC Aion mengaku tengah bersiap untuk memenuhi mandatori TKDN 60 persen di 2027 yang ditetapkan pemerintah

motor
Yadea GT80

Motor Listrik Yadea Ditantang Buktikan Kemampuan Jarak Tempuh

Yadea GT80 bersiap untuk melanjutkan kesuksesan misi terdahulu untuk menaklukkan tantangan jarak tempuh

mobil
BYD Atto 1

10 Mobil Listrik Terlaris September 2026: EV Mungil Diminati

Mobil listrik menorehkan capaian positif di September 2026, EV berukuran kompak mendominasi daftar wholesales

mobil
New Danza D9

BYD Bersiap Hadapi Mandatori TKDN 60 Persen di 2027

BYD sebut saat ini sudah memenuhi kewajiban TKDN lebih dari 40 persen, siap ikuti regulasi baru tahun depan

otosport
BYD

Selain Atto 2, BYD M6 EV Bakal Pakai Blade Battery Generasi Kedua

BYD M6 EV menjadi salah satu mobil listrik yang bisa melakukan pengisian daya super cepat hanya lima menit

otosport
Marc Marquez

Bos Ducati Puji Marc Marquez Meski Finis Keenam di Mandalika

Marc Marquez harus merelakan podium tertinggi MotoGP Mandalika 2026 kemarin direbut oleh Marco Bezzecchi

mobil
Baterai Mobil Listrik

BYD Bakal Produksi Blade Baterai Generasi Kedua di Subang

Blade baterai generasi kedua milik BYD akan mulai digunakan di sejumlah mobil-mobil listrik yang baru dipasarkan

mobil
Wuling Aira ev

10 Merek Mobil Cina Terlaris September 2026: Wuling Bertumbuh

BYD, Jaecoo dan Wuling berhasil mengisi tiga besar merek mobil Cina terlaris di RI periode September 2026