Jasa Marga Beberkan Penyebab Ban Bocor Massal di Tol Cipularang
11 September 2025, 16:00 WIB
Pembangunan tol Probolinggo Banyuwangi dimulai oleh kementerian PUPR dan akan menjadi akhir dari ruas tol Trans Jawa
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Pembangunan tol Probolinggo Banyuwangi resmi dimulai hari ini. Ruas ini akan menjadi akhir dari Tol Trans Jawa yang sudah dilaksanakan sejak beberapa tahun lalu.
Basuki Hadimuljono, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berharap jalan tol sepanjang 175.4 km ini bisa rampung tepat waktu. Pasalnya kehadiran fasilitas tersebut bisa memangkas waktu tempuh secara signfikan.
“Diharapkan dengan bertambahnya ruas tol tersebut semakin melancarkan distribusi orang, barang, dan jasa mulai dari Banten hingga Banyuwangi, serta akan menjadi roda penggerak perekonomian masyarakat," ungkap Basuki.
Kementerian PUPR memulai pembangunan ruas jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi tahap I Probolinggo hingga Besuki sepanjang 49.68 km. Nilai investasi penyelesaiannya pun terbilang sangat besar.
“Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) Probolinggo-Banyuwangi sudah dilaksanakan sejak 2017 lalu. Hari ini kita mulai kembali untuk yang sudah siap secara teknis dengan nilai investasi sebesar Rp10,7triliun yakni ruas Probolinggo-Besuki," kata Basuki.
Dia juga berpesan kepada kontraktor dan konsultan pengawas untuk memperhatikan kualitas, estetika serta keberlanjutan lingkungan. Terlebih ruas jalan tol tersebut melewati beberapa titik yang dinilai dapat menarik wisatawan.
Sementara itu Adi Prasetyanto, Direktur Utama PT. Jasamarga Probolinggo Banyuwangi (JPB) mengatakan bahwa pembangunan jalan tol Probolinggo Banyuwangi terbagi menjadi dua tahap. tahap I yaitu menghubungkan Probolinggo hingga Besuki sepanjang 49.68 km dan tahap II menyambungkan Besuki sampai Banyuwangi sejauh 125.72 km.
Pembangunan tahap I terbagi atas 3 paket pekerjaan konstruksi yaitu paket 1 Gending- Kraksaan (12.88 Km) dengan progres pembebasan lahan sebesar 92.02 persen. Kemudian paket 2 Kraksaan - Paiton (11.20 Km) progres pembebasan lahan telah mencapai 89.67 persen.
Sementara untuk paket 3 Paiton - Besuki (25.6 km) terbilang masih cukup jauh dari kata rampung. Hal ini karena progres pembebasan lahan baru mencapai 28.48 persen.
“Kami siap mulai konstruksi Paket 1 dan Paket 2 secara bersamaan di awal Februari 2023 ini yang disusul oleh konstruksi Paket 3 di pertengahan Februari 2023,” pungkas Adi.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
11 September 2025, 16:00 WIB
06 Juni 2025, 10:00 WIB
29 Mei 2025, 17:00 WIB
28 Mei 2025, 08:00 WIB
06 April 2025, 13:06 WIB
Terkini
16 Oktober 2026, 19:00 WIB
GAC Aion mengaku tengah bersiap untuk memenuhi mandatori TKDN 60 persen di 2027 yang ditetapkan pemerintah
16 Oktober 2026, 13:00 WIB
Yadea GT80 bersiap untuk melanjutkan kesuksesan misi terdahulu untuk menaklukkan tantangan jarak tempuh
16 Oktober 2026, 11:00 WIB
Mobil listrik menorehkan capaian positif di September 2026, EV berukuran kompak mendominasi daftar wholesales
16 Oktober 2026, 09:00 WIB
BYD sebut saat ini sudah memenuhi kewajiban TKDN lebih dari 40 persen, siap ikuti regulasi baru tahun depan
16 Oktober 2026, 07:00 WIB
BYD M6 EV menjadi salah satu mobil listrik yang bisa melakukan pengisian daya super cepat hanya lima menit
15 Oktober 2026, 21:00 WIB
Marc Marquez harus merelakan podium tertinggi MotoGP Mandalika 2026 kemarin direbut oleh Marco Bezzecchi
15 Oktober 2026, 19:00 WIB
Blade baterai generasi kedua milik BYD akan mulai digunakan di sejumlah mobil-mobil listrik yang baru dipasarkan
15 Oktober 2026, 17:30 WIB
BYD, Jaecoo dan Wuling berhasil mengisi tiga besar merek mobil Cina terlaris di RI periode September 2026