Usulan Pencabutan SIM Pengendara yang Merokok Dinilai Tak Efektif
13 Januari 2026, 09:00 WIB
Berlangsung selama dua minggu, Operasi Keselamatan Jaya 2022 fokus pada tindakan persuasif yang bersifat edukasi
Oleh Dian Tami Kosasih
TRENOTO – Berlangsung sejak 1 hingga 14 Maret 2022, Operasi Keselamatan Jaya 2022 lebih kedepankan tindakan persuasif yang bersifat edukasi kepada masyarakat yang melakukan pelanggaran lalu lintas.
Kombes Pol Endra Zulpan selaku Kabid Humas Polda Metro jaya menyebut, prioritas pihak kepolisian melakukan operasi ini ialah penurunan kecelakaan lalu lintas akibat pelanggaran pengguna jalan.
"Menurunkan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas itu yang utama, lalu mengedepankan langkah langkah persuasif baik itu preemtif dan preventif, jadi bersifat edukasi," katanya saat Apel Pasukan Operasi Keselamatan Jaya 2022.
Meski demikian, Polisi bisa saja melakukan tindakan apabila terdapat tindakan fatal meski persentasenya lebih kecil dibandingkan pemberian edukasi serta teguran terkait pelanggaran yang dilakukan.
"Namun tetap apabila ada yang fatal pasti ada juga penindakan sehingga persentasenya itu 60 persen bersifat edukasi 40 persen penindakan,' ujar Kombes Pol Endra Zulpan.
Hal serupa juga disampaikan Kompol Joko, Wakil Kasat Lantas Polres Metro Bekasi. Melalui keterangannya kepada Antara, operasi yang dilakukan tak memiliki penindakan karena fokus pada imbauan kepada pengendara terutama terkait protokol kesehatan.
Joko mengaku masih banyak pengguna jalan di area Simpang SGC yang melakukan pelanggaran lalu lintas dengan tidak memakai helm, sabuk pengaman, hingga melawan arus.
"Pelanggaran lalu lintas di sini didominasi pelanggaran roda dua. Pengendara yang tidak memakai helm kami suruh pakai helm, tidak boleh berboncengan lebih dari dua, dan yang lawan arah kami minta supaya balik kanan. Sekecil apapun kami minimalisir, tidak boleh ada penindakan," katanya.
Sebelumnya, Kombes Pol Marsudianto, Karo Ops Polda Metro Jaya mengatakan, Operasi Keselamatan Jaya akan digelar selama 2 minggu dengan menurunkan personel gabungan TNI-Polri.
“Operasi Keselamatan Jaya tahun 2022 melibatkan 3.164 personel terdiri dari 3.024 personel Polri, 80 personel TNI, dan 30 personel Dishub, dan 30 Satpol PP,” ujar Marsudianto.
Marsudianto menjelaskan operasi tahun ini diharapkan bisa meningkatkan keamanan, keselamatan, ketertiban dalam berlalu lintas. Hal ini dilakukan dalam bentuk imbauan dan tindakan preventif.
“Lewat upaya preventif yakni memberikan imbauan kepada masyarakat secara langsung baik melalui media cetak, elektronik serta upaya preventif berupa pembinaan, penyuluhan kepada masyarakat yang lakukan pelanggaran lalu lintas,” jelasnya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
13 Januari 2026, 09:00 WIB
10 Januari 2026, 11:00 WIB
01 Januari 2026, 15:00 WIB
18 November 2025, 22:30 WIB
14 Oktober 2025, 07:00 WIB
Terkini
04 Maret 2026, 06:00 WIB
Untuk mengurus dokumen berkendara bisa melalui banyak cara, seperti dengan mendatangi SIM keliling Bandung
04 Maret 2026, 06:00 WIB
Alternatif buat melayani perpanjangan di samping Satpas, SIM keliling Jakarta disebar di lima lokasi berbeda
03 Maret 2026, 18:00 WIB
Mobil listrik Honda Super One diyakini kuat jadi EV teranyar dari PT HPM yang masuk Indonesia tahun ini
03 Maret 2026, 17:00 WIB
Belum ada penyesuaian harga mobil listrik, ada pendatang baru seperti MG S5 EV dengan banderol Rp 300 jutaan
03 Maret 2026, 12:34 WIB
Meskipun angka kepemilikannya masih 18 persen, konsumen Indonesia melihat EV sebagai sesuatu yang positif
03 Maret 2026, 12:00 WIB
Haka Auto berkomitmen untuk membangun 10 diler BYD dan Denza di semester 1 2026 guna memperkuat posisi perusahaan
03 Maret 2026, 11:00 WIB
BYD dikabarkan siap luncurkan mobil PHEV yang dijual dengan harga yang lebih murah ketimbang mobil listrik
03 Maret 2026, 09:24 WIB
Denza D9 jadi pertimbangan sejumlah konsumen di segmen premium, tawarkan berbagai fitur dan keunggulan