Ganjil Genap Jakarta Hari Ini 23 April 2026, Cek Dendanya
23 April 2026, 06:00 WIB
Pembuatan kereta gantung puncak dipercaya menjadi solusi urai kemacetan dan tentu memiliki beragam tantangan
Oleh Dian Tami Kosasih
TRENOTO – Menjadi destinasi wisata favorit, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus mencari cara mengatasi kemacetan di wilayah Puncak, Jawa barat. Salah satu yang tengah menjadi sorotan adalah pembangunan kereta gantung Puncak.
Melalui Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), kajian awal pembangunan telah dilakukan. Hasilnya, biaya yang sangat besar menjadi tantangan apabila pemerintah menggunakan opsi ini.
"Karena bentuk kajian awal ini adalah Outline Business Case maka sudah muncul perhitungan awal kemungkinan proyek dapat melibatkan investasi swasta dengan skema KPBU," kata Jumardi, Direktur Prasarana BPTJ dalam keterangan resminya, Minggu (20/3/2022).
BPTJ dalam kajiannya juga menyebut bahwa pembangunan moda transportasi berbasis rel di kawasan Puncak akan menggunakan kombinasi Kereta AGT dan Kereta Gantung. Biaya yang harus dikeluarkan mencapai Rp7.31 triliun.
Jumlah tersebut meliputi beberapa komponen mulai dari pembangunan Kereta AGT sebesar Rp6.32 triliun dan Kereta Gantung Rp 1 triliun. Biaya tambahan Rp693 miliar juga harus dikeluarkan untuk pembebasan lahan.
Selain biaya pembangunan, Jumardi menegaskan kajian yang dilakukan pihaknya juga menghitung biaya operasional pendapatan utama dan pendapatan tambahan. Termasuk kelayakan ekonomi keuangan maupun nilai value for money.
Hasilnya, investasi dengan pihak swasta melalui Badan Usaha (KPBU) menjadi jalan paling memungkinkan. Dukungan dari Pemerintah pun tetap dibutuhkan terutama dalam hal pembebasan tanah, penyediaan tambahan prasarana pendukung, subsidi tarif hingga jaminan terhadap risiko terminasi perjanjian.
"Hasil kajian ini sudah kami sosialisasikan pekan kemarin kepada segenap stakeholder baik kelembagaan pemerintah pusat maupun daerah yang berkaitan dengan penanganan permasalahan Kawasan Puncak," jelasnya.
Dari titik ini kelanjutan opsi pembangunan transportasi massal berbasis rel di Puncak masih membutuhkan pendalaman lebih panjang, terlebih dari sisi Pemerintah Pusat maupun Daerah. Aspek yang perlu perhatian selain besarnya kebutuhan pembiayaan dan penanganan adalah dampak sosial juga koordinasi antar kelembagaan.
"Saya kira pembangunan transportasi massal berbasis rel hanya salah satu jenis pendekatan yang mungkin dilakukan. Untuk mengatasi masalah kemacetan Kawasan Puncak tetap perlu dikembangkan berbagai pendekatan lain," tutup Jumardi.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
23 April 2026, 06:00 WIB
20 Februari 2026, 14:00 WIB
30 Januari 2026, 14:00 WIB
23 Januari 2026, 14:00 WIB
16 Januari 2026, 14:00 WIB
Terkini
01 Oktober 2026, 07:00 WIB
Martin bertekad tampil maksimal di MotoGP Jepang 2026 dan mempertahankan tempatnya di klasemen sementara
01 Oktober 2026, 06:00 WIB
Awal bulan menjadi waktu yang tepat untuk mengurus masa berlaku dokumen berkendara di SIM keliling Bandung
01 Oktober 2026, 06:00 WIB
Satu dekade pengoperasian sistem ganjil genap Jakarta, disebut masih cukup relevan mengatur lalu lintas
01 Oktober 2026, 06:00 WIB
Mengawali Oktober 2026, layanan SIM keliling Jakarta masih beroperasi seperti biasa di lima lokasi berbeda
30 September 2026, 22:20 WIB
Shell Lubricants berhasil mempertahankan prestasinya dalam penjualan yan berada di puncak selama dua dekade
30 September 2026, 20:53 WIB
Astra Daihatsu Motor mengklaim berhasil mencatatkan penjualan 4.156 baru di Solo, Semarang dan sekitarnya
30 September 2026, 17:00 WIB
Belum ada kepastian perubahan aturan, namun penerapan ganjil genap Jakarta akan dievaluasi setelah satu dekade
30 September 2026, 15:34 WIB
Mobil listrik Jaecoo J5 EV tuai respons positif, waktu tunggunya sempat mengular dan tembus satu bulan