Kecelakaan Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026 Diklaim Turun
29 Maret 2026, 11:44 WIB
Strategi pengamanan arus mudik Lebaran 2023 diminta agar segera diselesaikan agar tidak menyebabkan kemacetan
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) meminta Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menyiapkan strategi pengamanan arus mudik. Pasalnya berdasarkan survei Kementerian Perhubungan akan ada sekitar 123 juta masyarakat yang berpergian.
Jumlah tersebut jauh melampaui pemudik di 2022 yang hanya mencapai 85 juta orang. Hal ini karena sudah tidak adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau biasa disebut PPKM.
“Bisa dibayangkan bagaimana kalau rekayasa lalu lintas tidak dilaksanakan secara maksimal. Pengalaman kemarin, mudik di 2022 awalnya diperkirakan akan terjadi kemacetan luar biasa tetapi dapat diatasi,” ungkap Listyo Sigit (14/03) dilansir Antara.
Untuk memastikan mudik Lebaran 2023 berjalan aman, nyaman dan lancar dirinya menegaskan telah melakukan koordinasi lebih awal dengan pemangku kepentingan terkait. Termasuk melakukan peninjauan beberapa jalur utama saat mudik.
“Intinya baik pemudik menggunakan jalur tol maupun arteri semuanya harus merasakan pelayanan maksimal,” kata Sigit.
Menanggapi arahan tersebut Irjen Pol. Firman Shantyabudi, Kepala Korps Lalu Lintas memastikan telah menyiapkan skenario menghadapi beragam situasi. Kemacetan dan kecelakaan menjadi dua hal yang perlu diantisipasi dalam momen arus mudik serta balik Lebaran.
“Sesuai arahan Kapolri, kami menyiapkan dengan matang segala rekayasa arus lalu lintas apabila terjadi kepadatan atau kecelakaan yang berdampak antrean panjang baik di tol, arteri maupun jalur penyeberangan,” tegas Firman.
Ia pun menjelaskan pihaknya telah melakukan survei dan berkoordinasi dengan berbagai pihak guna memastikan rekayasa lalu lintas dapat dilakukan. Khususnya bila terjadi kemacetan serta kecelakaan di jalur mudik.
Selain itu ia akan menempatkan posko mudik serta petugas di berbagai tempat. Titik rawan kepadatan dan kecelakaan menjadi tolok ukur utama dalam menentukan lokasi terbaik.
“Semua dimatangkan mengingat berdasarkan survei Kemenhub tahun ini ada ratusan juta orang yang mudik. Jadi antisipasi kerawanan, lokasi, jumlah posko, ketersediaan anggota sangat kami pikirkan dengan berkoordinasi bersama pemangku kepentingan terkait,” pungkas Firman.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
29 Maret 2026, 11:44 WIB
30 November 2025, 17:00 WIB
07 April 2025, 07:00 WIB
31 Maret 2025, 06:00 WIB
24 Maret 2025, 23:59 WIB
Terkini
09 Oktober 2026, 14:54 WIB
Teknologi keselamatan berkendara dan GPS dari Geotab membantu keamanan operasional armada transportasi
09 Oktober 2026, 12:21 WIB
Pameran modifikasi IMX 2026 jadi wadah kreativitas dan hiburan, digelar lebih luas di tiga hall ICE BSD
09 Oktober 2026, 07:00 WIB
Fermin Aldeguer turut merayakan kemenangan Timnas Indonesia dalam meraih gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026
09 Oktober 2026, 06:00 WIB
Satu dekade diberlakukan, kebijakan Ganjil Genap Jakarta menjadi sorotan banyak pihak akan efektivitasnya
09 Oktober 2026, 06:00 WIB
Sebelum akhir pekan, masyarakat masih bisa memanfaatka keberadaan SIM keliling Bandung di dua tempat berbeda
09 Oktober 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, fasilitas SIM keliling Jakarta masih melayani perpanjangan masa berlaku kartu
08 Oktober 2026, 19:00 WIB
Station wagon segmen premium dari Fang Cheng Bao, Formula S GT telah didaftarkan di Indonesia oleh BYD
08 Oktober 2026, 17:31 WIB
Program relawan mahasiswa Hyundai Jump School memasuki tahun ketiga, disambut antusias oleh para peserta