Korlantas Prediksi Puncak Arus Mudik Libur Nataru Terjadi 2 Kali
30 November 2025, 17:00 WIB
Strategi pengamanan arus mudik Lebaran 2023 diminta agar segera diselesaikan agar tidak menyebabkan kemacetan
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) meminta Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menyiapkan strategi pengamanan arus mudik. Pasalnya berdasarkan survei Kementerian Perhubungan akan ada sekitar 123 juta masyarakat yang berpergian.
Jumlah tersebut jauh melampaui pemudik di 2022 yang hanya mencapai 85 juta orang. Hal ini karena sudah tidak adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau biasa disebut PPKM.
“Bisa dibayangkan bagaimana kalau rekayasa lalu lintas tidak dilaksanakan secara maksimal. Pengalaman kemarin, mudik di 2022 awalnya diperkirakan akan terjadi kemacetan luar biasa tetapi dapat diatasi,” ungkap Listyo Sigit (14/03) dilansir Antara.
Untuk memastikan mudik Lebaran 2023 berjalan aman, nyaman dan lancar dirinya menegaskan telah melakukan koordinasi lebih awal dengan pemangku kepentingan terkait. Termasuk melakukan peninjauan beberapa jalur utama saat mudik.
“Intinya baik pemudik menggunakan jalur tol maupun arteri semuanya harus merasakan pelayanan maksimal,” kata Sigit.
Menanggapi arahan tersebut Irjen Pol. Firman Shantyabudi, Kepala Korps Lalu Lintas memastikan telah menyiapkan skenario menghadapi beragam situasi. Kemacetan dan kecelakaan menjadi dua hal yang perlu diantisipasi dalam momen arus mudik serta balik Lebaran.
“Sesuai arahan Kapolri, kami menyiapkan dengan matang segala rekayasa arus lalu lintas apabila terjadi kepadatan atau kecelakaan yang berdampak antrean panjang baik di tol, arteri maupun jalur penyeberangan,” tegas Firman.
Ia pun menjelaskan pihaknya telah melakukan survei dan berkoordinasi dengan berbagai pihak guna memastikan rekayasa lalu lintas dapat dilakukan. Khususnya bila terjadi kemacetan serta kecelakaan di jalur mudik.
Selain itu ia akan menempatkan posko mudik serta petugas di berbagai tempat. Titik rawan kepadatan dan kecelakaan menjadi tolok ukur utama dalam menentukan lokasi terbaik.
“Semua dimatangkan mengingat berdasarkan survei Kemenhub tahun ini ada ratusan juta orang yang mudik. Jadi antisipasi kerawanan, lokasi, jumlah posko, ketersediaan anggota sangat kami pikirkan dengan berkoordinasi bersama pemangku kepentingan terkait,” pungkas Firman.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
30 November 2025, 17:00 WIB
07 April 2025, 07:00 WIB
31 Maret 2025, 06:00 WIB
24 Maret 2025, 23:59 WIB
17 April 2024, 19:00 WIB
Terkini
15 Februari 2026, 21:30 WIB
Ipone meluncurkan berbagai produk terbaru dan sejumlah games selama pameran otomotif IIMS 2026 berlangsung
15 Februari 2026, 20:00 WIB
Motul Indonesia terus menghadirkan inovasi untuk menunjukkan komitmen kepada para masyarakat di Tanah Air
15 Februari 2026, 19:00 WIB
Sejak memiliki Denza D9, Jerome Polin mengaku sudah jarang menggemudikan mobilnya sendiri meski masih memiliki kendaraan lain
15 Februari 2026, 16:00 WIB
Platform e3 dan e4 hasil pengembangan BYD disematkan pada produk performa tinggi, modern dan fungsional
15 Februari 2026, 14:00 WIB
Ada ratusan kategori yang diperebutkan oleh para pabrikan motor serta mobil dalam perhelatan IIMS 2026
15 Februari 2026, 12:00 WIB
Waktu penyelenggaraan IIMS 2027 berbeda dari biasanya yang dibuka setiap Februari sebelum momenntum Lebaran
15 Februari 2026, 10:00 WIB
DFSK tak menunggu pemerintah dan memberi insentif mandiri untuk seluruh modelnya yang dijual di Tanah Air
15 Februari 2026, 07:11 WIB
Setelah gelaran IIMS 2026 berakhir harga Jetour T2 akan naik, tidak lagi dipasarkan di angka Rp 568 jutaan