Jokowi Periksa Jalan di Lampung Setelah Ramai di Media Sosial

Jokowi periksa jalan di Lampung setelah ramai di media sosial karena banyaknya kerusakan dan tak kunjung diperbaiki

Jokowi Periksa Jalan di Lampung Setelah Ramai di Media Sosial
Adi Hidayat

TRENOTO – Presiden Joko Widodo atau biasa disapa Jokowi periksa jalan di Lampung setelah sempat viral karena kondisinya yang buruk. Ia dikabarkan akan melakukan evaluasi terkait pembangunan infrastruktur di provinsi tersebut khususnya jalan provinsi dan kabupaten.

Dilansir dari Katadata, Presiden bahkan telah melakukan rapat terbatas dengan sejumlah menteri. Hal ini disampaikan oleh Basuki Hadimuljono, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat beberapa waktu lalu.

"Karena media sosial ramai, beliau akan mengecek kebenaran kebijakan pemerintah daerah dalam penanganan infrastruktur," kata Basuki di Istana Kepresidenan, Selasa (2/5).

Photo : Istimewa

Setidaknya akan terdapat dua titik yang rencananya dikunjungi oleh Presiden Jokowi namun mana saja lokasinya belum dijelaskan secara terperinci. Ia pun membantah adanya aktivitas perbaikan jalan untuk menyambut kepala negara

Oleh karena itu apa yang dilihat Jokowi nantinya akan sesuai keadaan sebenarnya. Presiden juga dipastikan langsung memerintahkan perbaikan jalan walaupun telah terbit Instruksi Presiden No. 3-2023 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah.

Baca juga : Lihat Prabowo Supiri Jokowi Pakai Maung Buatan Pindad

"Peninjauan bukan hasil APBN, tapi jalan daerah yang rusak di media sosial. Maksudnya jalan kabupaten dan provinsi," kata Basuki.

Meski demikian Arinal Djunaidi, Gubernur Lampung dan Musa Ahmad, Bupati Lampung Tengah melakukan persiapan cukup matang. Salah satunya adalah dengan meninjau langsung beberapa lokasi jalan yang mengalami kerusakan.

Salah satu jalan yang mereka datangi adalah Seputih Banyak – Rumbia karena dikabarkan telah puluhan tahun rusak serta dikeluhkan masyarakat. Ia juga menegaskan bahwa perbaikan jalan provinsi kota Gajah - Simpang Randu, Simpang Randu - Sadewa sudah selesai dilelang sehingga bisa segera dimulai pengerjaannya.

Photo : Istimewa

Infrastruktur di Lampung menjadi sorotan setelah Bima Yudho Saputro, pemilik akun Tiktok @awbimaxreborn melakukan kritik melalui akun media sosialnya. Namun akibat video berdurasi 16 detik tersebut ia kemudian dipolisikan.

Padahal kritiknya tersebut banyak didukung oleh penduduk provinsi Lampung yang ramai-ramai menunjukkan kondisi jalan di sana. Sementara itu akun sosial media dari gubernur Lampung langsung membatasi komentar.


Terkini

motor
IMHAX 2026

IMHAX 2026 Tawarkan Potongan Harga Menarik Helm Hingga Apparel

Para bikers wajib menyambangi IMHAX 2026 untuk melengkapi perlengkapan berkendara yang berkeselamatan

news
IEE Series 2026

IEE Series 2026 Pacu Ekosistem Baterai dan Mobil Listrik

Pameran IEE Series 2026 memasuki Energy Week, ikut dukung ekosistem kendaraan energi terbarukan di Indonesia

mobil
AUKSI

AUKSI Beri Pelanggan Benefit Lebih Memanfaatkan Momen Harpelnas

AUKSI memanfaatkan momentum hari pelanggan nasional untuk memberikan persembahan istimewa bagi peserta lelang

news
SIM Keliling Jakarta

Lokasi SIM Keliling Jakarta Jelang Akhir Pekan, 4 September 2026

Masih ada lima lokasi SIM keliling Jakarta tersedia hari ini, melayani prosedur perpanjangan masa berlaku

news
SIM Keliling Bandung

Cek Jadwal SIM Keliling Bandung 4 September 2026, Ini Lokasinya

Salah satu lokasi SIM keliling Bandung yang melayani pada pengendara sejak pagi, ada di BPR KS Wastu Kencana

news
Ganjil Genap Jakarta

Puluhan Titik Ganjil Genap Jakarta Hari Ini 4 September 2026

Ganjil Genap Jakarta masih menjadi andalan pemerintah Ibu Kota dalam mengendalikan jumlah kendaraan pribadi

mobil
Daihatsu Kumpul Sahabat 2026 Batam

Daihatsu Kumpul Sahabat Batam 2026 Tawarkan Pengalaman Interaktif

Daihatsu Kumpul Sahabat menyambangi kota Batam dengan segala keunggulan masyarakat untuk bermobilitas

mobil
BYD

BYD Resmi Buka Pabrik di Subang, Mampu Produksi 150 Ribu Mobil

Pabrik BYD di Subang resmi beroperasi dengan investasi Rp11,7 triliun dengan kapasitas maksimal 150 ribu per tahun.