Lini Premium Denza Goda Pengunjung di BCA Expo 2026
14 Februari 2026, 09:00 WIB
Denza memboyong MPV mewah D9 dan memperkenalkan produk SUV baru, Denza B5 di pameran BCA Expoversary 2026
Sistem kontrol traksi punya peran penting saat mobil berjalan dan sangat berbahaya jika dinon aktifkan
Oleh Arie Prasetya
TRENOTO – Sistem kontrol traksi dewasa ini atau tepatnya mulai 2011 menjadi salah satu fitur keselamatan yang wajib ada pada sebuah mobil baru. Dan Anda atau pengemudi mungkin tidak pernah secara sadar merasakan kehadiran sistem kontrol traksi selama perjalanan.
Padahal sejatinya ia adalah guardian angle yang selalu membayangi pengemudi saat berkendara. Kapan saja dan di mana saja sistem kontrol traksi siap berkontribusi untuk menjaga mobil tetap di jalurnya.
Dari sejarahnya, sistem kontrol traksi telah digunakan pada mobil penumpang sejak periode 1970an. Namun teknologi ini baru berkembang secara signifikan pada akhir 1980an hingga awal 1990an
Secara sederhana kontrol traksi adalah sistem elektronik yang hampir mirip dengan sistem pengereman ABS, intinya sama-sama mencegah wheelspin. Karena jika hal ini terjadi, roda praktis berputar tanpa cengkraman alias mengambang di atas permukaan jalan.
Pada kondisi ini gejala negatif berkendara seperti oversteer atau bagian belakang mobil keluar jalur juga understeer yang berarti mobil tidak cukup merespon putaran kemudi alias susah belok terjadi. Keduanya tentu sangat berbahaya jika terjadi saat Anda berkendara, karena kecelakaan fatal bisa saja terjadi.
Pada kondisi ini sistem kontrol traksi secara sigap bekerja. Begitu mendeteksi ban kehilangan cengkraman atau wheelspin, ia akan memperlambat atau bahkan menghentikan laju putaran ban.
Sensor pada ABS memberikan signal pada ECU yang kemudian memotong tenaga mesin ke roda dalam satuan waktu tertentu. Akan kembali normal ketika traksi sudah didapatkan kembali oleh ban mobil.
Evolusi besar sistem kontrol traksi sendiri tentu berjalan seiring makin canggihnya teknologi yang digunakan oleh pabrikan mobil. Sistem elektronik yang makin kompleks tentu makin menguntungkan kerja sistem kontrol traksi.
Pabrikan seperti BMW termasuk pesaing abadinya Mercedes-Benz awalnya melengkapi varian tertingginya dengan sistem kontrol traksi yakni pada Seri 7 dan juga S Class.
Dalam evolusinya, sistem kontrol traksi pada mobil baru sudah menjadi Electronic Stability Control, sering disebut ESP atau ESC. Sistem ini satu tahap lebih advance dalam bekerja dengan menerapkan rem pada kondisi tertentu kepada satu roda yang berputar lebih cepat dari 3 lainnya. Dalam perkembangannya sistem ini dapat mendistribusikan tenaga mesin lebih banyak ke roda yang memiliki traksi lebih banyak.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
Terkini
14 Februari 2026, 09:00 WIB
Denza memboyong MPV mewah D9 dan memperkenalkan produk SUV baru, Denza B5 di pameran BCA Expoversary 2026
14 Februari 2026, 08:00 WIB
Bridgestone tidak hanya sekadar memamerkan produk-produk unggulannya pada pameran otomotif tahunan IIMS 2026
14 Februari 2026, 07:00 WIB
BYD telah hadir di Indonesia dengan membawa sejumlah model yang memiliki keunggulannya masing-masing
13 Februari 2026, 22:48 WIB
Mitsubishi Xforce edisi Anniversary meluncur di IIMS 2026 dengan penambahan fitur eksterior dan eksterior
13 Februari 2026, 21:34 WIB
BYD terus berinovasi untuk menempatkan diri mereka sebagai pemimpin dalam perkembangan teknologi dan otomotif
13 Februari 2026, 19:22 WIB
BYD Indonesia mampu memberi dampak langsung bagi kelangsungan industri dan ekosistem mobil listrik nasional
13 Februari 2026, 17:55 WIB
BYD menorehkan sejarah dalam pasar mobil listrik dunia, hal tersebut terlihat sepanjang periode 2025 lalu
13 Februari 2026, 17:55 WIB
Keahlian BYD di bidang teknologi diterapkan pada lini kendaraan ramah lingkungan yang dijual di pasar global