Cek Rekayasa Lalu Lintas Puncak Bogor selama Mudik Lebaran 2025
01 April 2025, 08:00 WIB
Pihak kepolisian dapat menerapkan one way di Puncak Bogor secara situasional, berikut rincian aturannya
Sistem kontrol traksi punya peran penting saat mobil berjalan dan sangat berbahaya jika dinon aktifkan
Oleh Arie Prasetya
TRENOTO – Sistem kontrol traksi dewasa ini atau tepatnya mulai 2011 menjadi salah satu fitur keselamatan yang wajib ada pada sebuah mobil baru. Dan Anda atau pengemudi mungkin tidak pernah secara sadar merasakan kehadiran sistem kontrol traksi selama perjalanan.
Padahal sejatinya ia adalah guardian angle yang selalu membayangi pengemudi saat berkendara. Kapan saja dan di mana saja sistem kontrol traksi siap berkontribusi untuk menjaga mobil tetap di jalurnya.
Dari sejarahnya, sistem kontrol traksi telah digunakan pada mobil penumpang sejak periode 1970an. Namun teknologi ini baru berkembang secara signifikan pada akhir 1980an hingga awal 1990an
Secara sederhana kontrol traksi adalah sistem elektronik yang hampir mirip dengan sistem pengereman ABS, intinya sama-sama mencegah wheelspin. Karena jika hal ini terjadi, roda praktis berputar tanpa cengkraman alias mengambang di atas permukaan jalan.
Pada kondisi ini gejala negatif berkendara seperti oversteer atau bagian belakang mobil keluar jalur juga understeer yang berarti mobil tidak cukup merespon putaran kemudi alias susah belok terjadi. Keduanya tentu sangat berbahaya jika terjadi saat Anda berkendara, karena kecelakaan fatal bisa saja terjadi.
Pada kondisi ini sistem kontrol traksi secara sigap bekerja. Begitu mendeteksi ban kehilangan cengkraman atau wheelspin, ia akan memperlambat atau bahkan menghentikan laju putaran ban.
Sensor pada ABS memberikan signal pada ECU yang kemudian memotong tenaga mesin ke roda dalam satuan waktu tertentu. Akan kembali normal ketika traksi sudah didapatkan kembali oleh ban mobil.
Evolusi besar sistem kontrol traksi sendiri tentu berjalan seiring makin canggihnya teknologi yang digunakan oleh pabrikan mobil. Sistem elektronik yang makin kompleks tentu makin menguntungkan kerja sistem kontrol traksi.
Pabrikan seperti BMW termasuk pesaing abadinya Mercedes-Benz awalnya melengkapi varian tertingginya dengan sistem kontrol traksi yakni pada Seri 7 dan juga S Class.
Dalam evolusinya, sistem kontrol traksi pada mobil baru sudah menjadi Electronic Stability Control, sering disebut ESP atau ESC. Sistem ini satu tahap lebih advance dalam bekerja dengan menerapkan rem pada kondisi tertentu kepada satu roda yang berputar lebih cepat dari 3 lainnya. Dalam perkembangannya sistem ini dapat mendistribusikan tenaga mesin lebih banyak ke roda yang memiliki traksi lebih banyak.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
Terkini
01 April 2025, 08:00 WIB
Pihak kepolisian dapat menerapkan one way di Puncak Bogor secara situasional, berikut rincian aturannya
01 April 2025, 06:43 WIB
Ganjil genap Jakarta ditiadakan selama libur Lebaran 2025 sehingga masyarakat bisa bebas beraktivitas
31 Maret 2025, 16:17 WIB
Hybrid BYD Shark semakin dekat ke Indonesia, debut di Thailand dengan harga di kisaran Rp 800 jutaan
31 Maret 2025, 12:03 WIB
200 peserta mengikuti program mudik gratis bareng Diton 2025 dengan berbagai kota tujuan seperti ke Semarang
31 Maret 2025, 09:00 WIB
Chery mengungkapkan ada tantangan tersendiri dalam memasarkan SUV crossover listrik Omoda E5 di Indonesia
31 Maret 2025, 07:00 WIB
Haka Auto buka bengkel siaga saat Lebaran untuk menemani perjalanan pelanggan BYD mudik ke kampung halamannya
31 Maret 2025, 06:00 WIB
Kepolisian prediksi ada lonjakan arus mudik dan kepadatan di sejumlah titik setelah pelaksanaan sholat Id
31 Maret 2025, 05:08 WIB
Francesco Bagnaia akhirnya keluar sebagai pemenang pada MotoGP Amerika 2025 usai Marc Marquez terjatuh