BYD Racco Resmi Hadir di Sri Lanka, Harganya Setengah Miliar Lebih
18 Oktober 2026, 17:00 WIB
Sri Lanka menjadi pasar setir kanan pertama di luar Jepang yang dipilih BYD dalam memasarkan kei car Racco
Sistem kontrol traksi punya peran penting saat mobil berjalan dan sangat berbahaya jika dinon aktifkan
Oleh Arie Prasetya
TRENOTO – Sistem kontrol traksi dewasa ini atau tepatnya mulai 2011 menjadi salah satu fitur keselamatan yang wajib ada pada sebuah mobil baru. Dan Anda atau pengemudi mungkin tidak pernah secara sadar merasakan kehadiran sistem kontrol traksi selama perjalanan.
Padahal sejatinya ia adalah guardian angle yang selalu membayangi pengemudi saat berkendara. Kapan saja dan di mana saja sistem kontrol traksi siap berkontribusi untuk menjaga mobil tetap di jalurnya.
Dari sejarahnya, sistem kontrol traksi telah digunakan pada mobil penumpang sejak periode 1970an. Namun teknologi ini baru berkembang secara signifikan pada akhir 1980an hingga awal 1990an
Secara sederhana kontrol traksi adalah sistem elektronik yang hampir mirip dengan sistem pengereman ABS, intinya sama-sama mencegah wheelspin. Karena jika hal ini terjadi, roda praktis berputar tanpa cengkraman alias mengambang di atas permukaan jalan.
Pada kondisi ini gejala negatif berkendara seperti oversteer atau bagian belakang mobil keluar jalur juga understeer yang berarti mobil tidak cukup merespon putaran kemudi alias susah belok terjadi. Keduanya tentu sangat berbahaya jika terjadi saat Anda berkendara, karena kecelakaan fatal bisa saja terjadi.
Pada kondisi ini sistem kontrol traksi secara sigap bekerja. Begitu mendeteksi ban kehilangan cengkraman atau wheelspin, ia akan memperlambat atau bahkan menghentikan laju putaran ban.
Sensor pada ABS memberikan signal pada ECU yang kemudian memotong tenaga mesin ke roda dalam satuan waktu tertentu. Akan kembali normal ketika traksi sudah didapatkan kembali oleh ban mobil.
Evolusi besar sistem kontrol traksi sendiri tentu berjalan seiring makin canggihnya teknologi yang digunakan oleh pabrikan mobil. Sistem elektronik yang makin kompleks tentu makin menguntungkan kerja sistem kontrol traksi.
Pabrikan seperti BMW termasuk pesaing abadinya Mercedes-Benz awalnya melengkapi varian tertingginya dengan sistem kontrol traksi yakni pada Seri 7 dan juga S Class.
Dalam evolusinya, sistem kontrol traksi pada mobil baru sudah menjadi Electronic Stability Control, sering disebut ESP atau ESC. Sistem ini satu tahap lebih advance dalam bekerja dengan menerapkan rem pada kondisi tertentu kepada satu roda yang berputar lebih cepat dari 3 lainnya. Dalam perkembangannya sistem ini dapat mendistribusikan tenaga mesin lebih banyak ke roda yang memiliki traksi lebih banyak.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
Terkini
18 Oktober 2026, 17:00 WIB
Sri Lanka menjadi pasar setir kanan pertama di luar Jepang yang dipilih BYD dalam memasarkan kei car Racco
18 Oktober 2026, 16:28 WIB
BMW Astra baru saja meresmikan DSA di Cibuntu, Kab Kuningan dengan memberikan sejumlah bantuan ke masyarakat
17 Oktober 2026, 10:26 WIB
Pada Oktober 2026, sejumlah harga motor matic murah stabil meski ada beberapa yang mengalami kenaikan
17 Oktober 2026, 07:47 WIB
SIS menggelar kampanye Produk Quality Update Suzuki Satria Pro maupun F150 dengan periode produksi mulai 2025
16 Oktober 2026, 19:00 WIB
GAC Aion mengaku tengah bersiap untuk memenuhi mandatori TKDN 60 persen di 2027 yang ditetapkan pemerintah
16 Oktober 2026, 13:00 WIB
Yadea GT80 bersiap untuk melanjutkan kesuksesan misi terdahulu untuk menaklukkan tantangan jarak tempuh
16 Oktober 2026, 11:00 WIB
Mobil listrik menorehkan capaian positif di September 2026, EV berukuran kompak mendominasi daftar wholesales
16 Oktober 2026, 09:00 WIB
BYD sebut saat ini sudah memenuhi kewajiban TKDN lebih dari 40 persen, siap ikuti regulasi baru tahun depan