QJMotor Ungkap Fakta Baru Terkait Permasalahan Konsumen di Solo
17 Desember 2025, 12:00 WIB
QJMotor sampai memutus kerja sama dengan diler Superbiker Motor Solo buntut permasalahan dengan konsumen
Sistem kontrol traksi punya peran penting saat mobil berjalan dan sangat berbahaya jika dinon aktifkan
Oleh Arie Prasetya
TRENOTO – Sistem kontrol traksi dewasa ini atau tepatnya mulai 2011 menjadi salah satu fitur keselamatan yang wajib ada pada sebuah mobil baru. Dan Anda atau pengemudi mungkin tidak pernah secara sadar merasakan kehadiran sistem kontrol traksi selama perjalanan.
Padahal sejatinya ia adalah guardian angle yang selalu membayangi pengemudi saat berkendara. Kapan saja dan di mana saja sistem kontrol traksi siap berkontribusi untuk menjaga mobil tetap di jalurnya.
Dari sejarahnya, sistem kontrol traksi telah digunakan pada mobil penumpang sejak periode 1970an. Namun teknologi ini baru berkembang secara signifikan pada akhir 1980an hingga awal 1990an
Secara sederhana kontrol traksi adalah sistem elektronik yang hampir mirip dengan sistem pengereman ABS, intinya sama-sama mencegah wheelspin. Karena jika hal ini terjadi, roda praktis berputar tanpa cengkraman alias mengambang di atas permukaan jalan.
Pada kondisi ini gejala negatif berkendara seperti oversteer atau bagian belakang mobil keluar jalur juga understeer yang berarti mobil tidak cukup merespon putaran kemudi alias susah belok terjadi. Keduanya tentu sangat berbahaya jika terjadi saat Anda berkendara, karena kecelakaan fatal bisa saja terjadi.
Pada kondisi ini sistem kontrol traksi secara sigap bekerja. Begitu mendeteksi ban kehilangan cengkraman atau wheelspin, ia akan memperlambat atau bahkan menghentikan laju putaran ban.
Sensor pada ABS memberikan signal pada ECU yang kemudian memotong tenaga mesin ke roda dalam satuan waktu tertentu. Akan kembali normal ketika traksi sudah didapatkan kembali oleh ban mobil.
Evolusi besar sistem kontrol traksi sendiri tentu berjalan seiring makin canggihnya teknologi yang digunakan oleh pabrikan mobil. Sistem elektronik yang makin kompleks tentu makin menguntungkan kerja sistem kontrol traksi.
Pabrikan seperti BMW termasuk pesaing abadinya Mercedes-Benz awalnya melengkapi varian tertingginya dengan sistem kontrol traksi yakni pada Seri 7 dan juga S Class.
Dalam evolusinya, sistem kontrol traksi pada mobil baru sudah menjadi Electronic Stability Control, sering disebut ESP atau ESC. Sistem ini satu tahap lebih advance dalam bekerja dengan menerapkan rem pada kondisi tertentu kepada satu roda yang berputar lebih cepat dari 3 lainnya. Dalam perkembangannya sistem ini dapat mendistribusikan tenaga mesin lebih banyak ke roda yang memiliki traksi lebih banyak.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
Terkini
17 Desember 2025, 12:00 WIB
QJMotor sampai memutus kerja sama dengan diler Superbiker Motor Solo buntut permasalahan dengan konsumen
17 Desember 2025, 11:00 WIB
Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat bakal beri kompensasi agar angkot di Puncak tidak beroperasi saat libur Nataru
17 Desember 2025, 10:00 WIB
Chery masih malu-malu membocorkan lebih jauh kapan waktu pelucuran brand Exeed untuk pasar Indoneisa
17 Desember 2025, 09:00 WIB
BYD masih terus memimpin sebagai merek mobil Cina terlaris di November 2025, berikut daftar lengkapnya
17 Desember 2025, 08:00 WIB
Mitsubishi Xforce memenuhi kebutuhan para pengendara yang ingin bisa menaklukkan berbagai medan jalan
17 Desember 2025, 07:00 WIB
VinFast mengaku telah menyiapkan beragam strategi khusus untuk mengembangkan pasar kendaraan di Indonesia
17 Desember 2025, 06:14 WIB
Ganjil genap Jakarta 17 Desember 2025 tetap menjadi andalan gunmengatasi kemacetan Ibu Kota yang tidak ada hentinya
17 Desember 2025, 06:00 WIB
Hari ini SIM keliling Bandung melayani masyarakat di Kota Kembang, sudah beroperasi sejak pukul 09.00 WIB