Jasa Marga Kembali Lakukan Perbaikan di 5 Titik Tol TransJawa
03 November 2025, 08:00 WIB
Jalan tol di Indonesia memiliki sejarah panjang yang belum banyak diketahui orang khususnya pengguna jalan
Oleh Denny Basudewa
TRENOTO – Jalan tol secara harfiah bukan berarti jalan bebas hambatan. Tol sendiri sebenarnya memiliki singkatan dan terdapat sejarah di dalamnya.
Dilansir dari laman resmi Daihatsu, jalan tol merupakan singkatan dari Tax on Location. Oleh karena itu, setiap kendaraan yang melintas dipungut biaya yang berbeda-beda.
Jalan tol di Indonesia hanya diperuntukkan kendaraan roda empat atau lebih. Motor hingga kendaraan roda tiga tidak diperkenankan masuk jalan tol, kecuali dalam keadaan darurat dan seizin petugas misalnya banjir.
Indonesia memiliki jalan tol pertama yakni pada 1978 bernama Jagorawi yang merupakan singkatan dari Jakarta – Bogor – Ciawi. Pembuatan jalan tol pertama di Tanah Air ini merupakan hasil pinjaman luar negeri dan diserahkan pada PT Jasa Marga.
Jalan tol pertama di Indonesia ini diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 9 Maret 1978. Untuk membangun ruas jalan sepanjang 52 kilometer ini menghabiskan dana sebesar Rp16 miliar.
Pada saat diresmikan, pembangunan jalan tol Jagorawi baru mencakup rua Jakarta – Citeureup. Fasilitas ini dimanfaatkan oleh para pengendara mobil yang biasanya melalui jalur Cibinong atau Parung dari Bogor ke Jakarta atau sebaliknya.
Kala itu terdapat delapan pintu masuk yang bisa digunakan para pengguna jalan. Disebutkan bahwa jalan tol Jagorawi bisa menampung hingga 50 ribu kendaraan setiap harinya.
Jalan tol ini terus berkembang seiring dengan perkembangan zaman. Bahkan jumlah lajurnya terus ditambah guna menyiasati kepadatan pada jam sibuk atau akhir pekan.
Sekarang jalan tol sudah menggunakan sistem otomatisasi untuk sistem pembayaran. Para penggunanya, wajib melakukan pembayaran dengan uang elektronik atau e-money.
Di Indonesia hingga akhir 2020 terdapat sekitar 1.550 kilometer jalan tol yang telah dioperasikan. Jal tol ini menghubungkan akses antar provinsi secara aktif.
Berikut ini jalan tol terpanjang di Indonesia seperti dilansir laman resmi Daihatsu Indonesia.
Jalan tol Terpeka menghubungkan ruas Terbangtinggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung. Ini merupakan lanjutan dari tol Bakauheni – Terbangtinggi Besar.
Untuk pembangunannya menghabiskan dana Rp21.95 triliun dan memakan waktu hingga 2 tahun. Wilayahnya terbagi atas Terbangtinggi Besar, Lampung Tengah, Kayu Agung dan Ogan Komering Ilir.
Ruas jalan tol Bakter (Bakauheni – Terbangtinggi Besar) juga merupakan salah satu yang terpanjang. Panjang jaraknya mencapai 140.9 kilometer dan pembangunannya menghabiskan dana Rp16.7 triliun.
Jalan tol Pekanbaru – Dumai dibangun sepanjang enam seksi dan mencapai 131 kilometer. Jalan tol ini memiliki 10 tempat peristirahatan dan pelayanan.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
03 November 2025, 08:00 WIB
27 September 2025, 11:00 WIB
22 September 2025, 07:00 WIB
19 Agustus 2025, 11:00 WIB
14 Juli 2025, 07:00 WIB
Terkini
28 November 2025, 17:00 WIB
Changan Deepal S07 dipasarkan sebagai SUV yang memiliki berbagai keunggulan mulai dari fitur hingga teknologi
28 November 2025, 16:00 WIB
MG tawarkan kemudahan pembelian unit selama GJAW 2025, termasuk DP rendah untuk mobil listrik MG 4 EV
28 November 2025, 15:00 WIB
Blackauto Battle The Final 2025 baru saja diselenggarakan, tercatat banyak program maupun turnamen digelar
28 November 2025, 14:00 WIB
Ganjil genap Puncak masih menjadi andalan pihak kepolisian dalam menangani kepadatan yang terjadi di kawasan wisata
28 November 2025, 13:00 WIB
Mobil listrk Hyundai Ioniq 5 dikenakan potongan harga Rp 200 jutaan selama GJAW 2025, berlaku di pameran
28 November 2025, 12:00 WIB
BYD Atto 1 berpeluang jadi mobil listrik pertama yang diproduksi di pabrik di kawasan Subang, Jawa Barat
28 November 2025, 11:00 WIB
Daihatsu berharap Penjualan mobil baru bisa membaik pada sisa tahun ini dan pada 2026 terus melonjak
28 November 2025, 10:00 WIB
Sejak dibuka pada Jumat (21/11), pengunjung yang datang ke GJAW 2025 sepertinya jauh dari harapan banyak pihak