Isi BBM di Tol Trans Jawa Dibatasi Rp200 Ribu, Ini Kata Pertamina

Pertamina berikan penjelasan terkait isi BBM di Tol Trans Jawa dibatasi Rp200 ribu saat mudik Lebaran 2022

Isi BBM di Tol Trans Jawa Dibatasi Rp200 Ribu, Ini Kata Pertamina
Dian Tami Kosasih

TRENOTO – Keluhan isi BBM di Tol Trans Jawa dibatasi Rp200 ribu menjadi viral di media sosial setelah seorang pemudik membagikan pengalamannya usai menyambangi sebuah rest area di Tol Trans Jawa

Melihat hal ini, Irto Ginting selaku Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga SH C&T mengaku bila kejadian tersebut memang benar adanya. Meski demikian, pembatasan pembelian BBM dilakukan karena antrian yang terlalu panjang.

"Stok BBM di SPBU Rest Area 379A dalam posisi aman. Pembatasan pembelian dilakukan situasional untuk mengurai antrian, hal ini mengingat antrian panjang pembeli BBM menutup jalan keluar," katanya saat dihubungi TrenOto, Rabu (28/4/2022).

Irto juga mengatakan bila pembatasan pembelian BBM dilakukan setelah adanya koordinasi dengan pengelola rest area terkait penumpukan kendaraan.

"Hal ini juga hasil koordinasi dengan pengelola rest area. Kalau antriannya sudah terurai, pembelian kembali normal," tuturnya.

Photo : Pertamina

Agar kejadian serupa tak terulang, Irto mengimbau kepada pemudik untuk mengisi penuh terlebih dulu bahan bakar pada kendaraan sebelum melakukan perjalanan mudik. Terlebih kapasitas rest area memiliki batasan.

"Kami mengimbau agar masyarakat sebelum mudik atau masuk jalan tol agar mengisi penuh BBM pada kendaraan," ujarnya.

Saat disinggung apakah stok BBM untuk mudik Lebaran 2022 masih aman, perusahaan BUMN tersebut memastikan bila bahan bakar yang diperlukan pemudik masih sangat aman.

"Itu bukan karena keterbatasan BBM. Sangat aman untuk stok BBM," tegas Irto.

Photo : Pertamina

Rest Area Jadi Penyebab Kemacetan

Sebelumnya diberitakan bila rest Area menjadi penyebab kemacetan yang terjadi di jalan Tol Jakarta – Cikampek dan Cipali. Antrean panjang di pintu masuk membuat lalu lintas di sekitarnya menjadi tersendat.

Seperti dilansir Antara, kemacetan sepanjang jalan tol terjadi pada Kamis pagi hingga siang hari. Panjangnya antrean kendaraan yang akan masuk rest area mengular sehingga mengganggu lalu lintas.

Kondisi ini terjadi di titik menjelang rest area KM 57 jalan Tol Jakarta – Cikampek, KM 71, KM 102 dan KM 166 jalan Tol Cipali.

Antrean panjang kendaraan yang akan masuk rest area sendiri dikarenakan kondisinya tempat istirahat sudah penuh. Rest area tersebut sudah tidak mampu lagi menampung kendaraan sehingga petugas menerapkan sistem buka tutup.


Terkini

mobil
Wuling Aira ev

10 Mobil Listrik Terlaris Juli 2026, Wuling Aira ev Moncer

Mobil listrik masih menunjukkan tren positif, model anyar seperti Wuling Aira ev catatkan wholesales tinggi

mobil
Suzuki XL7

Puluhan Suzuki XL7 Facelift Temui Konsumen Pertamanya

Suzuki XL7 Facelift yang baru diluncurkan beberapa pekan lalu, sudah mendapat ribuan pemesanan dari konsumen

mobil
Mobil listrik nasional

Prabowo Pastikan Mobil Listrik Nasional Mengaspal pada 2028

Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif

otosport
Fabio Quartararo

Terungkap Quartararo Ambil Keputusan Pergi dari Yamaha Sejak 2025

Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia

mobil
Farizon V8E

Farizon Investasi 50 Miliar Untuk Produksi V8E di Purwakarta

Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E

mobil
BMW iX3 Siap Debut di GIIAS 2026, Dijual Terbatas

Penjualan Merek Mobil Mewah Juli 2026, Kompak Turun

Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz

mobil
BMW

BMW Catat Kenaikan Pemesanan di GIIAS 2026, iX3 Laku Keras

Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse

motor
Motor listrik

Prabowo Janji Motor Listrik Nasional Bisa Dibeli Tanpa Uang Muka

Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika