Arista Group Tingkatkan Layanan Purnajual Lewat Kompetisi Teknisi
28 Oktober 2025, 19:00 WIB
Pemalsuan data mesin membuat Kementerian Perhubungan Jepang meminta Hino recall puluhan ribu kendaraan
Oleh Dian Tami Kosasih
TRENOTO – Kementerian Perhubungan Jepang secara resmi meminta Hino Motors Ltd., untuk menarik kembali 20.900 truk dan bus karena pemalsuan data mesin sejak 2003.
Seperti dilansir Kyodo Rabu (3/8/2022), komite investigasi khusus yang terdiri dari para ahli mengatakan bila perusahaan telah berbohong ketika ditanya apakah ada malpraktik dalam uji emisi dan efisiensi bahan bakar di 2016 ter kait sertifikasi mesin. Hal itu disampaikan melalui sebuah laporan kepada kementerian.
Pada Maret 2022, anak perusahaan Toyota Motor Corp., tersebut menegaskan bila pihaknya telah menyerahkan data emisi dan kecurangan penghematan bahan bakar kepada otoritas transportasi sejak 2016.
Menurut laporan pihak ketiga yang ditugaskan perusahaan, pemalsuan data termasuk tes ketahanan untuk mesin yang dilakukan di bawah peraturan emisi pada 2003 dan pengukuran efisiensi bahan bakar di mesin setelah pengenalan peraturan emisi di 2005.
Komite investigasi menemukan pemalsuan telah dimulai setelah manajemen bersikeras bahwa tujuan terkait tes harus dipenuhi. Lebih lanjut, laporan menyatakan perusahaan juga telah mengembangkan budaya di mana para pekerja merasa tidak dapat berbicara sampai ke eselon atas.
Setelah Hino Motors menyerahkan laporan kepada Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata Jepang, Presiden Hino Motors Satoshi Ogiso meminta maaf dalam konferensi pers.
"Kami benar-benar minta maaf karena menyebabkan masalah bagi banyak pelanggan," kata Ogiso.
Merupakan tanggung jawab pihaknya dan pejabat senior lainnya, Ogiso mengatakan dia akan menangani masalah tersebut.
Kementerian Perhubungan; Kementerian Perekonomian, Perdagangan dan Perindustrian; serta Kementerian Lingkungan Hidup Jepang memerintahkan Hino Motors untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Setelahnya perusahaan memberikan penjelasan kepada pelanggan, serta melakukan tindakan pencegahan.
Kementerian juga mengatakan ada lebih banyak kasus penipuan data yang melibatkan mesin untuk truk, bus, dan mesin konstruksi pada Maret 2022. Karena itu Kementerian Transportasi berencana untuk melakukan inspeksi secara langsung.
Dari 14 model mesin yang sedang diproduksi, pemalsuan uji ketahanan terjadi pada 12 model, termasuk 4 yang gagal memenuhi standar menurut kementerian.
Selama ujian sertifikasi, pembuat truk mengganti sistem kontrol emisi gas buang kendaraan dan mengubah pengaturan untuk uji efisiensi bahan bakar. Hal ini menghasilkan pembacaan yang lebih baik daripada data sebenarnya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
28 Oktober 2025, 19:00 WIB
11 September 2025, 09:00 WIB
01 Agustus 2025, 16:00 WIB
28 Juli 2025, 21:00 WIB
26 Juli 2025, 14:00 WIB
Terkini
10 Desember 2025, 10:00 WIB
Chery santai menanggapi kedatangan Toyota Veloz Hybrid setelah resmi dipasarkan dalam pameran GJAW 2025
10 Desember 2025, 09:00 WIB
Absennya insentif otomotif bisa berdampak ke harga mobil termasuk EV, daya beli sampai keputusan investasi
10 Desember 2025, 08:00 WIB
Kapolda Jawa Barat memberi perhatian khusus pada jalur puncak saat libur Nataru karena kerap timbulkan kemacetan
10 Desember 2025, 07:00 WIB
Korlantas bakal beri beragam kemudahan masyarakat korban banjir Sumatera untuk mengurus dokumen mereka
10 Desember 2025, 06:00 WIB
Perpanjangan masa berlaku bisa dilakukan di SIM keliling Jakarta hari ini, simak biaya dan syaratnya
10 Desember 2025, 06:00 WIB
Pembatasan ganjil genap Jakarta masih diterapkan secara maksimal dan berdampak ke puluhan ruas jalan
10 Desember 2025, 06:00 WIB
Untuk mengurus dokumen berkendara, masyarakat di Kota Kembang dapat mendatangi SIM keliling Bandung hari ini
09 Desember 2025, 22:00 WIB
Yamaha Lexi dimodifikasi warga Aceh agar bisa menyala lewat handphone sehingga terkesan lebih modern