Hino Pastikan Digitalisasi Inspeksi Praktis, Cepat dan Efisien
08 Agustus 2026, 16:14 WIB
Pemalsuan data mesin membuat Kementerian Perhubungan Jepang meminta Hino recall puluhan ribu kendaraan
Oleh Dian Tami Kosasih
TRENOTO – Kementerian Perhubungan Jepang secara resmi meminta Hino Motors Ltd., untuk menarik kembali 20.900 truk dan bus karena pemalsuan data mesin sejak 2003.
Seperti dilansir Kyodo Rabu (3/8/2022), komite investigasi khusus yang terdiri dari para ahli mengatakan bila perusahaan telah berbohong ketika ditanya apakah ada malpraktik dalam uji emisi dan efisiensi bahan bakar di 2016 ter kait sertifikasi mesin. Hal itu disampaikan melalui sebuah laporan kepada kementerian.
Pada Maret 2022, anak perusahaan Toyota Motor Corp., tersebut menegaskan bila pihaknya telah menyerahkan data emisi dan kecurangan penghematan bahan bakar kepada otoritas transportasi sejak 2016.
Menurut laporan pihak ketiga yang ditugaskan perusahaan, pemalsuan data termasuk tes ketahanan untuk mesin yang dilakukan di bawah peraturan emisi pada 2003 dan pengukuran efisiensi bahan bakar di mesin setelah pengenalan peraturan emisi di 2005.
Komite investigasi menemukan pemalsuan telah dimulai setelah manajemen bersikeras bahwa tujuan terkait tes harus dipenuhi. Lebih lanjut, laporan menyatakan perusahaan juga telah mengembangkan budaya di mana para pekerja merasa tidak dapat berbicara sampai ke eselon atas.
Setelah Hino Motors menyerahkan laporan kepada Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata Jepang, Presiden Hino Motors Satoshi Ogiso meminta maaf dalam konferensi pers.
"Kami benar-benar minta maaf karena menyebabkan masalah bagi banyak pelanggan," kata Ogiso.
Merupakan tanggung jawab pihaknya dan pejabat senior lainnya, Ogiso mengatakan dia akan menangani masalah tersebut.
Kementerian Perhubungan; Kementerian Perekonomian, Perdagangan dan Perindustrian; serta Kementerian Lingkungan Hidup Jepang memerintahkan Hino Motors untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Setelahnya perusahaan memberikan penjelasan kepada pelanggan, serta melakukan tindakan pencegahan.
Kementerian juga mengatakan ada lebih banyak kasus penipuan data yang melibatkan mesin untuk truk, bus, dan mesin konstruksi pada Maret 2022. Karena itu Kementerian Transportasi berencana untuk melakukan inspeksi secara langsung.
Dari 14 model mesin yang sedang diproduksi, pemalsuan uji ketahanan terjadi pada 12 model, termasuk 4 yang gagal memenuhi standar menurut kementerian.
Selama ujian sertifikasi, pembuat truk mengganti sistem kontrol emisi gas buang kendaraan dan mengubah pengaturan untuk uji efisiensi bahan bakar. Hal ini menghasilkan pembacaan yang lebih baik daripada data sebenarnya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
08 Agustus 2026, 16:14 WIB
05 Agustus 2026, 10:00 WIB
01 Agustus 2026, 20:00 WIB
02 Maret 2026, 11:00 WIB
28 Februari 2026, 11:00 WIB
Terkini
24 Agustus 2026, 09:00 WIB
Pergeseran minat pelaku usaha menuju kendaraan elektrifikasi, khususnya hybrid, sudah mulai terlihat
24 Agustus 2026, 06:20 WIB
Untuk bisa nyaman menggunakan kendaraan pribadi di Ibu Kota, Ikuti aturan Ganjil Genap Jakarta hari ini
24 Agustus 2026, 06:12 WIB
SIM keliling Bandung tetap beroperasi hari ini untuk melayani masyarakat di Kota Kembang dari dua lokasi
24 Agustus 2026, 06:11 WIB
Perpanjangan masa berlaku bisa di fasilitas SIM keliling Jakarta hari ini, simak lokasi dan syaratnya
23 Agustus 2026, 21:10 WIB
Motul boyong produk-produk unggulan yang memudahkan pembelian para pengunjung Indonesia Custom Show 2026
23 Agustus 2026, 20:38 WIB
Ipone tunjukkan komitmennya untuk mendekatkan diri dengan para pelanggan setia di Indonesia Custom Show 2026
23 Agustus 2026, 12:02 WIB
Chery J6T CSH memiliki tampilan yang sama dengan versi listrik namun mempunyai jarak tempuh lebih jauh
23 Agustus 2026, 09:47 WIB
Omoda & Jaecoo Trimegah Bogor bisa memberikan fasilitas body and paint bagi konsumen dengan jaringan