Hino Siapkan Posko Siaga Buat Kawal Pemudik di Lebaran 2026
02 Maret 2026, 11:00 WIB
Pemalsuan data mesin membuat Kementerian Perhubungan Jepang meminta Hino recall puluhan ribu kendaraan
Oleh Dian Tami Kosasih
TRENOTO – Kementerian Perhubungan Jepang secara resmi meminta Hino Motors Ltd., untuk menarik kembali 20.900 truk dan bus karena pemalsuan data mesin sejak 2003.
Seperti dilansir Kyodo Rabu (3/8/2022), komite investigasi khusus yang terdiri dari para ahli mengatakan bila perusahaan telah berbohong ketika ditanya apakah ada malpraktik dalam uji emisi dan efisiensi bahan bakar di 2016 ter kait sertifikasi mesin. Hal itu disampaikan melalui sebuah laporan kepada kementerian.
Pada Maret 2022, anak perusahaan Toyota Motor Corp., tersebut menegaskan bila pihaknya telah menyerahkan data emisi dan kecurangan penghematan bahan bakar kepada otoritas transportasi sejak 2016.
Menurut laporan pihak ketiga yang ditugaskan perusahaan, pemalsuan data termasuk tes ketahanan untuk mesin yang dilakukan di bawah peraturan emisi pada 2003 dan pengukuran efisiensi bahan bakar di mesin setelah pengenalan peraturan emisi di 2005.
Komite investigasi menemukan pemalsuan telah dimulai setelah manajemen bersikeras bahwa tujuan terkait tes harus dipenuhi. Lebih lanjut, laporan menyatakan perusahaan juga telah mengembangkan budaya di mana para pekerja merasa tidak dapat berbicara sampai ke eselon atas.
Setelah Hino Motors menyerahkan laporan kepada Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata Jepang, Presiden Hino Motors Satoshi Ogiso meminta maaf dalam konferensi pers.
"Kami benar-benar minta maaf karena menyebabkan masalah bagi banyak pelanggan," kata Ogiso.
Merupakan tanggung jawab pihaknya dan pejabat senior lainnya, Ogiso mengatakan dia akan menangani masalah tersebut.
Kementerian Perhubungan; Kementerian Perekonomian, Perdagangan dan Perindustrian; serta Kementerian Lingkungan Hidup Jepang memerintahkan Hino Motors untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Setelahnya perusahaan memberikan penjelasan kepada pelanggan, serta melakukan tindakan pencegahan.
Kementerian juga mengatakan ada lebih banyak kasus penipuan data yang melibatkan mesin untuk truk, bus, dan mesin konstruksi pada Maret 2022. Karena itu Kementerian Transportasi berencana untuk melakukan inspeksi secara langsung.
Dari 14 model mesin yang sedang diproduksi, pemalsuan uji ketahanan terjadi pada 12 model, termasuk 4 yang gagal memenuhi standar menurut kementerian.
Selama ujian sertifikasi, pembuat truk mengganti sistem kontrol emisi gas buang kendaraan dan mengubah pengaturan untuk uji efisiensi bahan bakar. Hal ini menghasilkan pembacaan yang lebih baik daripada data sebenarnya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
02 Maret 2026, 11:00 WIB
28 Februari 2026, 11:00 WIB
22 Januari 2026, 12:00 WIB
22 Januari 2026, 11:00 WIB
23 Desember 2025, 09:00 WIB
Terkini
25 Mei 2026, 20:00 WIB
Mobil listrik baru Wuling terpantau ada dalam daftar Pangkalan Data Kekayaan Intelektual dengan nama Aira ev
25 Mei 2026, 19:00 WIB
New Toyota GR Yaris diberikan berbagai pembaruan, lalu mobil tersebut diniagakan di angka Rp 1,1 miliaran
25 Mei 2026, 18:54 WIB
Honda telah memastikan tidak akan merilis Honda Prelude varian Type R karena memiliki target konsumen yang berbeda dari Civic.
25 Mei 2026, 11:00 WIB
Berkaca dari data pembeli Prelude, loyalis Honda disebut memiliki peran penting dalam mendongkrak penjualan
25 Mei 2026, 09:00 WIB
Teknologi REEV yang bakal masuk di Indonesia dalam waktu dekat dan memiliki beberapa keunggulan yang menarik
25 Mei 2026, 07:00 WIB
Banyak yang menganggap masalah pada mobil bisa diperbaiki sendiri, namun jika dipaksakan akan menjadi masalah
25 Mei 2026, 06:01 WIB
Perpanjangan masa berlaku SIM bisa dilakukan di layanan SIM keliling Jakarta, ada di lima lokasi berbeda
25 Mei 2026, 06:00 WIB
Kepolisian kembali menghadirkan SIM keliling Bandung untuk melayani para pengendara motor maupun mobil