Ganjil Genap Diperluas ke 25 Ruas Jalan, Simak Daftarnya di Sini

Aturan ganjil genap diperluas hingga 25 ruas jalan mulai hari ini karena peningkatan volume kendaraan terjadi di Jakarta

Ganjil Genap Diperluas ke 25 Ruas Jalan, Simak Daftarnya di Sini

TRENOTO –  Berlaku mulai Senin (6/6/2022), aturan ganjil genap diperluas menjadi 25 ruas jalan setelah adanya pertambahan 12 ruas jalan di wilayah DKI Jakarta. Hal itu telah disesuaikan dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 88 Tahun 2019.

“Sistem ganjil genap di 25 ruas akan diberlakukan kembali mulai esok hari (6/6/2022) sesuai Pergub 88 Tahun 2019. Perhatikan 25 ruas jalan yang termasuk kawasan Sistem Ganjil Genap tersebut,” tulis akun Instagram @dishubdkijakarta.

Meski telah diberlaku secara resmi, sanksi tilang hanya berlaku di 13 ruas jalan yang telah ditetapkan sebelumnya. Sementara untuk 12 ruas jalan hanya diberikan sanksi pemberhentian hingga peneguran untuk periode 6 hingga 12 Juni 2022 mendatang.

“Selama tanggal 6 hingga 12 Juni 2022, kendaraan yang melanggar pada 12 jalan yang baru direaktivasi akan dilakukan pemberhentian dan peneguran. Sedangkan 13 ruas jalan yang sudah aktif sebelumnya akan tetap dikenakan sanksi tilang. Pembelakukan sanksi tilang di 25 ruas jalan bagi pelanggar akan dilakukan mulai Senin (13/6/2022),” kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo.

Sambodo juga mengimbau masyarakat untuk selalu mematuhi peraturan yang berlaku serta mencari informasi terkini terkait kebijakan aturan lalu lintas. 

“Selalu patuhi rambu-rambu lalu lintas dan tetap hati-hati di jalan, ya,” imbaunya.

Untuk lebih jelas, berikut 25 ruas jalan yang memberlakukan pembatasan lalu lintas ganjil genap di wilayah DKI Jakarta:

  1. Jalan Pintu Besar Selatan.
  2. Jalan Gajah Mada.
  3. Jalan Hayam Wuruk.
  4. Jalan Majapahit.
  5. Jalan Medan Merdeka Barat.
  6. Jalan M.H Thamrin.
  7. Jalan Jenderal Sudirman.
  8. Jalan Sisingamangaraja.
  9. Jalan Panglima Polim.
  10. Jalan Fatmawati (mulai dari Simpang Jalan Ketimun 1 sampai dengan Simpang Jalan T.B. Simatupang).
  11. Jalan Suryopranoto.
  12. Jalan Balikpapan.
  13. Jalan Kyai Caringin.
  14. Jalan Tomang Raya.
  15. Jalan Jenderal S. Parman (mulai dari Simpang Jalan Tomang Raya sampai dengan Jalan Gatot Subroto).
  16. Jalan Gatot Subroto.
  17. Jalan M.T. Haryono.
  18. Jalan H.R. Rasuna Said.
  19. Jalan D.I. Panjaitan.
  20. Jalan Jenderal Ahmad Yani (mulai dari Simpang Jalan Bekasi Timur Raya sampai dengan Simpang Jalan Perintis Kemerdekaan).
  21. Jalan Pramuka.
  22. Jalan Salemba Raya Sisi Barat dan Jalan Salemba Raya Sisi Timur (mulai dari Simpang Jalan Paseban Raya sampai dengan Simpang Jalan Diponegoro).
  23. Jalan Kramat Raya.
  24. Jalan Stasiun Senen.
  25. Jalan Gunung Sahari.

Terkini

mobil
BYD

Pabrik BYD Subang Siap Produksi Beberapa Model di Kuartal 1 2026

BYD berkomitmen bahwa pabrik mereka di Subang akan mulai aktif kuartal 1 2026 dan langsung produksi beberapa model

news
Mitsubishi Fuso

Usaha Mitsubishi Fuso Buktikan Kualitas, Gelar Kompetisi Diler

Mitsubishi Fuso menekankan pentingnya kualitas sumber daya manusia yang ada guna meningkatkan layanan

motor
TVS Callisto 125

TVS Callisto 125 Punya Dua Warna Baru di 2026

Motor TVS Callisto 125 mendapatkan dua tambahan warna baru, melengkapi empat opsi kelir yang sudah ada

mobil
Mobil Listrik

Tren Mobil Listrik di Indonesia, Terus Berkembang sejak 2020

Wholesales mobil listrik di RI terus mengalami perkembangan sejak 2020, naik signifikan berkat mobil Cina

news
Pelat nomor cantik

Cek Biaya Pembuatan Pelat Nomor Cantik Terbaru 2026

Berikut KatadataOTO merangkum daftar biaya pembuatan pelat nomor cantik tahun ini, harga mulai Rp 5 jutaan

news
Ganjil Genap Puncak

Ada Libur Israj Miraj, Ganjil Genap Puncak Bogor Diberlakukan

Buat Anda yang ingin menghabiskan waktu saat libur Isra Miraj, wajib mengetahui jadwal ganjil genap Puncak

mobil
Honda

Honda Klaim Jaga Stok di 2025 Hingga Wholesales Turun Drastis

Honda menegaskan menjaga stok di pasar agar tidak berlebihan di 2025 sehingga membuat wholesales turun tajam

mobil
Penjualan Honda

Penjualan Honda 2025 Turun Hingga 30 Persen, Ini Penyebabnya

Penjualan Honda 2025 mengalami penurunan yang cukup dampak dari beragam faktor termasuk lemahnya pasar otomotif