Mitsubishi Bukukan 1.975 SPK di GJAW 2025, Lampaui Tahun Lalu
05 Desember 2025, 11:00 WIB
Meski optimis adanya perbaikan, Gaikindo menyebut beberapa tantangan yang harus dihadapi industri otomotif tahun depan
Oleh Dian Tami Kosasih
TRENOTO – Meski telah mengalami perkembangan tahun ini, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyebut, terdapat beberapa tantangan yang harus dihadapi industri otomotif di 2022.
Jongkie D Sugiarto selaku Ketua I Gaikindo menegaskan, salah satu yang perlu menjadi perhatian ialah pertumbuhan ekonomi yang akan terjadi di tengah pemulihan pandemi Covid-19.
“Tantangan yang besar bagi pelaku industri otomotif salah satunya adalah pertumbuhan ekonomi, kita harapkan pertumbuhan ekonomi ini akan terus meningkat dan bisa stabil di angka 5 persen seperti yang dicanangkan oleh Pemerintah,” kata Jongkie.
Ia juga menegaskan, apabila pertumbuhan ekonomi berhasil menyentuh kenaikan 6 persen, industri otomotif secara otomatis akan mendapatkan dampak positif dari berbagai sisi.
“Itu sangat bagus berarti ekonomi indonesia bergulir, tentu diperlukan kita harap capaian tersebut dapat mengundang sejumlah investor melalui investasi dari luar dengan bebagai pembangunan infrastruktur," ujarnya.
Tak hanya dari sisi penjualan, dampak yang diberikan juga akan mendorong pembangunan infrastruktur serta industri pendukung lainnya termasuk suku cadang.
“Akibatnya kebutuhan tersebut sangat dibutuhkan dalam cukup sangat luas, sehingga kebutuhan alat angkut darat mulai meningkat," tuturnya.
Selain di pulau Jawa, peningkatan industri otomotif juga akan terjadi di wilayah lainnya seperti Sumatera dan Kalimantan, khususnya dari sisi penjualan kendaraan. Hal ini tentu menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan sehingga pemulihan dapat terjadi dan memiliki dampak bagi masyarakat serta pekerja di industri ini.
"Disana juga ada pembangunan infrastruktur dari bandara, pelabuhan dan lainnya ini kan sama-sama bergerak dan kita ke depan berharap sebaran ini kendaran meningkat didorong PPnBM-DTP dan kita juga berharap ppnbm ini terus dilanjutkan,” tandasnya.
Untuk 2022, Gaikindo memiliki target penjualan kendaraan bermotor hingga 900 ribu unit. Target tersebut naik sekitar 22 persen dibandingkan tahun ini yang dicanangkan sebesar 750 ribu unit.
Hal ini dikemukakan dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi yang mulai membaik dengan adanya beberapa peningkatan.
Pada 2021, terjadi peningkatan penjualan kendaraan bermotor di Tanah Air. Salah satu faktor penyebabnya adalah, program Pemerintah yang memberikan relaksasi PPnBM nol persen sejak Maret dan berlangsung hingga 31 Desember mendatang.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
05 Desember 2025, 11:00 WIB
05 Desember 2025, 07:00 WIB
03 Desember 2025, 21:00 WIB
03 Desember 2025, 13:25 WIB
03 Desember 2025, 09:00 WIB
Terkini
07 Desember 2025, 19:00 WIB
Varian terbaru dari iCar V23 didukung teknologi swap baterai, harganya disebut bakal semakin kompetitif
07 Desember 2025, 17:10 WIB
Mahindra lebih pilih fokus bentuk pasar di Indonesia sebelum memutuskan untuk merakit mobil secara lokal
07 Desember 2025, 15:00 WIB
Bburago ungkap bahwa peminat diecast di Indonesia semakin tinggi dan mencari model yang memiliki nilai tambah
07 Desember 2025, 13:00 WIB
Vinfast menilai kesuksesan tujuh orang tersebut mampu menginspirasi banyak masyarakat yang ada di Tanah Air
07 Desember 2025, 11:00 WIB
Pihak Kalista siap membantu Transjakarta mencapai target 10.000 unit armada elektrifikasi per 2030 mendatang
07 Desember 2025, 09:00 WIB
Aplikasi Digiroom Auto2000 mengalami pembaruan dengan fokus pada enam jenis fitur yang memudahkan pelanggan
07 Desember 2025, 07:00 WIB
Chery Sales Indonesia menjadi official mobility partner para atlet NPC yang akan berkompetisi di Dubai
06 Desember 2025, 21:00 WIB
Aplikasi Digiroom milik Auto2000 diklaim mendapat respon positif dari para pelanggan setianya di Tanah Air