JKIND Bawa Tiga Merek Premium ke GJAW 2025, Goda Pemilik Mobil
24 November 2025, 19:00 WIB
Cuaca panas ekstrem tengah melanda wilayah Tanah Air, efeknya pada konsumsi BBM mobil yang jadi lebih boros
Oleh Serafina Ophelia
TRENOTO – Cuaca ekstrem yang cenderung panas belakangan ini tengah melanda wilayah Tanah Air. Bagi masyarakat pengguna kendaraan bermotor dampaknya tentu dirasakan selama berkendara khususnya di wilayah Ibu Kota.
Untuk diketahui sebelumnya pihak BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika) telah mengungkapkan kepada masyarakat bahwa ada gelombang panas terjadi di negara-negara Asia.
Untuk pengguna mobil masih ada opsi lain untuk meminimalisir panas di kabin, yakni dengan menyalakan air conditioner dan mengatur suhunya sesuai kebutuhan.
Thayne Lika, CEO Dokter Mobil bengkel spesialis AC dan tune up menjelaskan bahwa cuaca panas saat ini tentu dapat berdampak pada kendaraan, misalnya konsumsi bahan bakar.
“Dari sisi AC sendiri, akan lebih memakan energi untuk mendinginkan. Dari sisi kaca film mobil akan lebih panas jadi membutuhkan effort lebih,” jelasnya kepada TrenOto, Selasa (02/04).
Suhu AC jika dibuat terlalu rendah apalagi dalam jangka waktu lama membutuhkan energi lebih besar untuk bekerja. Menurutnya ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk meminimalisir hal tersebut.
Pemilik kendaraan sebaiknya melakukan pengecekan kaca film secara berkala di bengkel agar dapat bekerja maksimal menahan panas, sehingga kinerja AC tidak menjadi terlalu berat.
“Di toko kaca film ada testernya. Tapi paling mudah adalah ketika mobil terjemur panas setelah beberapa saat, kita sentuh kacanya kalau panas sudah indikasi harus ganti,” ungkapnya.
Kemudian lakukan pengecekan dan servis AC berkala di bengkel resmi.
Meski begitu memang diketahui gelombang ini tidak akan melanda Indonesia, namun diimbau untuk tetap waspada terhadap lonjakan suhu.
Dikutip dari keterangan resmi BMKG, suhu maksimum harian mencapai 37.2 derajat Celcius, di Ciputat. Secara umum besarannya adalah 34 sampai 36 derajat Celcius.
Bahkan di India ada fenomena di mana aspal baru meleleh. Jalan sepanjang 200 meter yang menghubungkan jembatan Chandra Shekhar Azad ke Adajan Patiya di Surat, India tersebut membuat sepatu sejumlah pengendara motor menempel di jalan.
Sedangkan di Ahmeddabad, aspal dan lapisannya meleleh di jalan sepanjang 1.5 kilometer.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
24 November 2025, 19:00 WIB
19 September 2025, 15:31 WIB
29 Juli 2025, 13:00 WIB
26 Juni 2025, 11:00 WIB
14 April 2025, 22:00 WIB
Terkini
01 Januari 2026, 17:00 WIB
Sedan ramah lingkungan Xpeng P7+ mendapatkan pembaruan sebagai model global, akan dijual di 36 negara
01 Januari 2026, 15:00 WIB
Polda Metro Jaya ungkap setidaknya ada 227.6262 pelanggaran yang terjaring tilang ETLE Statis di Jakarta
01 Januari 2026, 13:00 WIB
MPV 7-seater Hyundai Stargazer Cartenz disulap jadi ambulans guna memudahkan proses evakuasi di Sumatera
01 Januari 2026, 11:12 WIB
Setelah tahun baru 2026 harga BBM di SPBU swasta, terkhusus RON 92 turun dengan besaran yang bervariasi
01 Januari 2026, 09:00 WIB
Kementerian Perindustrian ajukan insentif untuk otomotif pada Kementerian Keuangan dengan skema yang matang
01 Januari 2026, 07:00 WIB
Di awal tahun, Pertamina melakukan penyesuaian harga BBM terutama untuk Pertamax series di sejumlah wilayah
01 Januari 2026, 06:00 WIB
Agar memanjakan para pengendara di libur tahun baru, SIM keliling Bandung tetap dihadirkan pihak kepolisian
31 Desember 2025, 18:00 WIB
Mayoritasnya merupakan mobil baru asal Tiongkok, kemudian telah dibekali teknologi hybrid maupun EREV