Mobil Listrik dan Hybrid Jadi Andalan Warga Cina Hadapi Banjir
13 Juli 2026, 09:00 WIB
Banjir terjadi di berbagai wilayah Jawa Barat, pemilik mobil matic perlu waspada terhadap potensi kerusakan
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Banjir yang terjadi di beberapa wilayah belakangan ini membuat pemilik kendaraan bermotor perlu lebih berhati-hati. Pasalnya memaksa kendaraan seperti mobil untuk melintasi area banjir bisa berdampak buruk pada kendaraan.
Apalagi bagi pengguna mobil transmisi otomatis. Mobil matic sendiri mulai banyak digunakan di perkotaan karena lebih praktis.
Namun pemilik perlu berhati-hati. Sebab banyak komponen pada mobil matic dikendalikan secara elektrik atau oleh komputer, berbeda dari kendaraan roda empat transmisi manual.
“Pada dasarnya, mobil matic modern sekarang tidak ramah genangan atau banjir. Karena mobil dengan transmisi otomatis yang dilengkapi elektrikal dan computerized itu sangat rentan,” kata Hermas E. Prabowo, pemilik bengkel spesialis transmisi matic Worner Matic kepada KatadataOTO, Selasa (04/03).
Dia menjelaskan, komponen-komponen elektrikal yang terkena air berpeluang terganggu dan membuat kinerja transmisi menjadi tidak optimal.
Dampaknya pun beragam, misal kendala yang berimbas pada gangguan tekanan oli matic, mengakibatkan transmisi hilang tenaga. Di beberapa kasus, kendaraan akhirnya mogok atau sama sekali tidak bisa dihidupkan dan terjadi water hammer.
“Ketika dipaksa melibas banjir atau genangan, dampak seriusnya bisa terjadi kerusakan di komponen elektrikal itu. Bahkan bisa menjalar sampai kerusakan mekanikal, memaksa perlu dilakukan perbaikan secara total,” kata Hermas.
Bicara soal patokan aman melintas area banjir, dia menegaskan tidak ada batasan pasti dan tergantung pada jenis kendaraan.
“Kalau kendaraan sedan dia lebih pendek. Sementara mobil seperti Jeep bisa melewati (banjir) yang agak tinggi, tetapi umumnya patokan aman biasa di setengah ban,” kata dia.
Itupun dengan catatan tidak ada gelombang terlalu besar sehingga membuat air berpeluang masuk ke ruang bakar kendaraan.
“Apabila dari arah berseberangan kemudian ada mobil melaju dan menyebabkan gelombang tinggi, itu berisiko juga. Jadi betul-betul harus melihat situasi dan kondisi,” tegas dia.
Sebagai informasi, banjir terjadi di sejumlah wilayah Jawa Barat termasuk Jakarta, Tangerang Selatan dan Bekasi akibat tingginya curah hujan.
Pada Selasa, imbasnya terjadi kemacetan panjang seperti di Tol Japek (Jakarta-Cikampek) khususnya di area pintu keluar Tol Bekasi Barat.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
13 Juli 2026, 09:00 WIB
23 Februari 2026, 17:00 WIB
21 Desember 2025, 17:00 WIB
10 Desember 2025, 21:00 WIB
10 Desember 2025, 07:00 WIB
Terkini
10 September 2026, 07:00 WIB
Honda kian menjauh dari urutan lima besar merek mobil terlaris Agustus 2026, Toyota masih kokoh diikuti Daihatsu
10 September 2026, 06:24 WIB
SIM keliling Bandung bisa menjadi opsi paling relevan agar mengurus dokumen berkendara jadi lebih mudah
10 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta hanya melayani perpanjangan masa berlaku kartu yang masih aktif, berikut biayanya
09 September 2026, 22:00 WIB
AiMOGA mulai memamerkan robot andalannya untuk masyarakat Indonesia dengan berbekal teknologi inovatifnya
09 September 2026, 21:00 WIB
Bulega resmi meninggalkan WSBK mulai musim depan dan masuk ke dalam susunan sementara pembalap MotoGP 2027
09 September 2026, 20:17 WIB
Daihatsu menorehkan catatan positif pada Agustus 2026, penjualan mobil baru mereka ditopang oleh Gran Max
09 September 2026, 20:14 WIB
Wuling berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen di Indonesia yang membeli mobil mereka
09 September 2026, 09:00 WIB
Marc Marquez dipastikan akan melanjutkan tren positifnyan saat melakoni MotoGP San Marino 2026 di akhir pekan