Harga BYD Atto 1 Masih di Bawah Rp 200 Juta Tanpa Insentif
11 Maret 2026, 13:00 WIB
Bakal dipakai buat ketiga lini model yang sudah ada, Wuling akan produksi baterai EV di RI tahun ini
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Wuling akan produksi baterai untuk lini mobil listriknya menjelang akhir 2024. Baterai dimaksud bernama Magic Battery, diklaim memiliki banyak keunggulan dibandingkan yang digunakan saat ini.
Keputusan produksi lokal baterai mobil listrik tersebut juga menjadi salah satu bentuk komitmen Wuling dalam membantu membangun ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
“Baterai ini punya kemampuan modular yang membuatnya mudah diperbaiki. Mengandung sel baterai canggih karena peningkatan struktur di dalam selnya dan lapisan keramik sebagai konduktor panas rendah,” kata Liu Yan, Marketing Operation Director Wuling Motors di Mall Kelapa Gading 3, Jumat (20/9).
Wuling sebelumnya juga telah memberikan sejumlah keuntungan buat para konsumen seperti Lifetime Core EV Component Warranty atau garansi komponen EV termasuk baterai untuk seumur hidup.
Bicara soal baterai yang bakal diproduksi lokal, Liu Yan menjelaskan secara umum komponen tersebut memiliki bobot ringan namun dengan peningkatan kekuatan struktural sebesar 60 persen.
Menggunakan sel baterai canggih atau Advanced Cell Safety lewat penggunaan lapisan keramik sebagai konduktor panas. Hal itu diklaim meminimalisir terjadinya berbagai masalah seperti konslet atau panas berlebih.
Keunggulan lain dimiliki oleh Magic Battery adalah performa dan keamanan jauh lebih baik mulai dari kapasitas baterai semakin besar, siklus lebih panjang dan efisien dalam penggunaannya.
Wuling juga memiliki dua teknologi guna memantau kondisi baterai. Pertama yakni High Precision BMS (Battery Management System) yang memonitor keadaan komponen itu secara Real Time.
Lalu AI berbasis Cloud, melakukan 240 pengawasan keamanan serta 80 peringatan apabila terjadi gangguan atau kendala pada baterai sehingga mengurangi potensi bahaya.
Lebih lanjut soal cara kerja High Precision BMS, pihak Wuling menjelaskan inovasinya terbatas memantau kondisi baterai saja, tidak melulu lokasi ataupun identitas pengguna. Jadi pemilik tidak perlu khawatir masalah privasi.
“Pemantauan nanti menghasilkan lebih dari 200 model supervisi yang diterima pengguna. Ada banyak peringatan kalau baterai disinyalir malfungsi, bisa terdeteksi cepat dan akurat,” kata Danang Wiratmoko, Product Planning Wuling Indonesia dalam kesempatan sama.
Sebagai informasi Magic Battery nantinya bakal digunakan pada Air ev, BinguoEV maupun Cloud EV terbaru. Hanya saja belum dijelaskan secara rinci soal kapan baterai itu mulai dipakai.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
11 Maret 2026, 13:00 WIB
11 Maret 2026, 07:00 WIB
10 Maret 2026, 22:10 WIB
09 Maret 2026, 15:00 WIB
09 Maret 2026, 11:26 WIB
Terkini
11 Maret 2026, 13:00 WIB
Tanpa insentif mobil listrik impor, harga BYD Atto 1 dipertahankan di bawah Rp 200 jutaan di Maret 2026
11 Maret 2026, 11:00 WIB
Jetour T2 buktikan kekuatan rangka dengan menopang bobot lebih dari 300 kg dan juga terdapat fitur terkini
11 Maret 2026, 09:00 WIB
Fatalitas dalam kecelakaan di jalan raya dapat ditekan dengan sinergitas beberapa pihak dan peran publik
11 Maret 2026, 07:00 WIB
Lebih dari sekadar mobil listrik secara umum di pasar otomotif Indonesia, Changan Deepal S07 lebih unggul
11 Maret 2026, 06:00 WIB
Pembatasan ganjil genap Jakarta di Ibu Kota kembali diterapkan untuk memastikan kelancaran mobilitas warga
11 Maret 2026, 06:00 WIB
Ada beberapa persyaratan yang harus disiapkan untuk memanfaatkan SIM keliling Jakarta, simak detailnya
11 Maret 2026, 06:00 WIB
ITC Kebon Pala menjadi salah satu lokasi SIM keliling Bandung yang bisa didatangi oleh para pengendara
10 Maret 2026, 22:10 WIB
BYD masih menjadi merek mobil Cina terlaris di Indonesia pada periode Februari 2026 disusul Jaecoo dan Wuling