Strategi Volvo Bersaing di Tengah Ketatnya Persaingan Otomotif RI
21 Mei 2026, 19:21 WIB
Saat ini Volvo masih tunggu insentif truk listrik berlaku di RI, mulai perkenalkan satu model ke konsumen
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Sektor kendaraan niaga mulai diramaikan beragam lini elektrifikasi, mendukung komitmen NZE (Net Zero Emission) yang dicanangkan pemerintah. Saat ini ada Fuso eCanter sampai terbarunya Volvo FM Electric.
Sempat ada wacana pemberian insentif untuk manufaktur yang memproduksi kendaraan niaga ramah lingkungan. Mengingat pasarnya perlahan mulai bertumbuh dan manufaktur berani memboyong produknya.
Tidak hanya itu jika dibandingkan kendaraan penumpang secara keseluruhan biaya produksi kendaraan niaga berbasis listrik tentu bakal jauh lebih besar. Hingga sekarang Volvo masih tunggu insentif tersebut diterapkan.
“Sementara ini katanya masih diformulasikan. Tetapi akan ada (insentif),” ucap Bambang Prijono, Direktur Utama PT Indotruck Utama & PT Eka Dharma Jaya Sakti kepada media di JIExpo Kemayoran beberapa waktu lalu.
Untuk diketahui saat ini truk listrik Volvo yang meluncur di sela IEE Series 2024 (Indonesia Energy & Engineering) masih berstatus CBU alias Completely Built Up atau diimpor utuh dari negara asalnya.
Ia enggan menjelaskan lebih lanjut terkait potensi kendaraan tersebut dirakit lokal. Di RI sendiri pihaknya masih belum pasang target penjualan Volvo FM Electric.
“Truk listrik ini masih Pilot Project. Jadi kita berharap makin banyak perusahaan di Indonesia yang punya kesadaran, ada kepedulian untuk komitmen mengoperasikan alat transportasi Zero Emission,” ungkap Bambang.
Ada dua perusahaan logistik sudah menandatangani Letter of Intent atau ketertarikan buat menggunakan truk listrik Volvo sebagai armada mereka yakni PT Pancaran Darat Transport dan PT Artha Satya Kurnia.
Volvo FM Electric yang diluncurkan di Indonesia diklaim memiliki spesifikasi disesuaikan kebutuhan konsumen. Truk itu menawarkan jarak tempuh 300 km dalam satu kali pengisian daya.
Kemudian waktu pengisian daya terbilang singkat buat DC Charging, sekitar tiga jam buat pengecasan dari nol ke 100 persen atau dua jam dari kapasitas 30 persen.
“Kita akan mulai (menjual) satu model dulu yang untuk menarik Container. Sementara ini kita (tawarkan) satu spesifikasi, 450 kWh baterainya,” tegas Bambang.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
21 Mei 2026, 19:21 WIB
21 Mei 2026, 07:00 WIB
19 Mei 2026, 21:00 WIB
20 April 2026, 21:20 WIB
16 April 2026, 09:00 WIB
Terkini
30 Juni 2026, 21:00 WIB
BMW iX3 dijadwalkan meluncur di pameran otomotif GIIAS 2026, meskipun penjualan EV BMW diklaim masih datar
30 Juni 2026, 20:28 WIB
Dua model baru Changan yakni S05 EV dan REEV bisa dipesan, CBU Thailand dengan estimasi harga Rp 500 jutaan
30 Juni 2026, 15:00 WIB
Gaikindo menilai stimulus yang diberikan pemerintah dapat menggairahkan industri otomotif yang tengah terjepit
30 Juni 2026, 13:00 WIB
Chery Q EV hadir dengan tawaran yang menarik mulai dari desain dan dukungan fitur yang lengkap di kelas Rp 200 jutaa
30 Juni 2026, 11:03 WIB
SUV Jetour T1 siap menantang Mitsubishi Destinator, tersedia dalam opsi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV)
30 Juni 2026, 06:37 WIB
Di akhir Juni 2026 fasilitas SIM keliling Jakarta beroperasi seperti biasa di lima lokasi, simak jadwalnya
30 Juni 2026, 06:00 WIB
Kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung untuk mengakomodir kebutuhan para pengendara motor dan mobil
30 Juni 2026, 06:00 WIB
Untuk bisa sedikit mengurai kemacetan parah di Ibu Kota, diberlakukan aturan Ganjil Genap Jakarta sejak pagi