Pengiriman 10 Ribu Jaecoo J5 EV Dikebut, Biar Bisa Dipakai Mudik
09 Maret 2026, 15:00 WIB
Ada dukungan pemerintah dan populasi banyak, Thailand dan Indonesia jadi pasar utama mobil listrik di ASEAN
Oleh Serafina Ophelia
TRENOTO – Gencarnya elektrifikasi mendorong produsen otomotif untuk memperkenalkan dan menjual model mobil listriknya untuk masyarakat. Tidak hanya EV (electric vehicle) tapi juga hybrid dan PHEV (plug in hybrid electric vehicle).
Di negara-negara Asia seperti Indonesia pilihan mobil listrik juga semakin banyak menyusul percepatan elektrifikasi yang digencarkan pemerintah. Pemberian insentif juga dilakukan untuk mendorong daya beli masyarakat.
Penjualan mobil listrik saat ini memang tengah naik di sejumlah negara seperti China dan Eropa. Di China sendiri EV (electric vehicle) menyumbang market share 52 persen sementara di Eropa 42 persen dari total penjualan kendaraan.
Namun ternyata Thailand dan Indonesia jadi pasar utama mobil listrik di ASEAN. Hal ini disampaikan oleh Allen Tom Abraham, Senior Analyst of Asia-Pacific Transport di BloombergNEF.
”Market share penjualan mobil listrik penumpang secara global diprediksi naik dari 14 persen di 2022 menjadi 30 persen di 2026,” ungkapnya seperti dikutip dari Bangkok Post, Jumat (7/7).
Pihaknya percaya bahwa penjualan mobil listrik secara global akan terus naik sampai 27 juta unit per 2026. Sebagai perbandingan di 2022 sendiri sudah terjual sebanyak 19.5 juta unit.
Kedua negara tersebut dikatakan bakal menjadi pemain utama di pasar mobil listrik karena adanya dukungan pemerintah serta populasi masyarakatnya.
“Thailand akan jadi pemain besar di pasar mobil listrik. Tapi setelah 2040 Indonesia akan ambil alih di segmen mobil penumpang karena ukuran market-nya yang besar,” ujar Allen.
Penjualan mobil listriknya sudah mencapai 51.000 unit dan bakal terus naik sampai 2.9 juta unit per 2040.
Serupa dengan yang dilakukan di Indonesia, pihak pemerintah Thailand memberikan sejumlah insentif seperti potongan atau diskon pajak dan subsidi untuk menggenjot pembelian mobil listrik dan produksinya di 2022 dan 2023.
Modelnya semakin bertambah dengan harga bervariasi. Termurahnya ada Wuling Air ev yang mendapatkan subsidi dari pemerintah.
Saat ini mobil hybrid paling banyak ditawarkan karena menawarkan sensasi berkendara mobil bensin namun lebih efisien karena ada bantuan dari motor listrik.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
09 Maret 2026, 15:00 WIB
09 Maret 2026, 11:26 WIB
08 Maret 2026, 15:00 WIB
07 Maret 2026, 15:00 WIB
06 Maret 2026, 14:00 WIB
Terkini
10 Maret 2026, 07:11 WIB
Satu unit mobil diyakini kuat merupakan BYD M6 Hybrid, dibalut kamuflase di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta
10 Maret 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta 10 Maret 2026 terus dilakukan untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas di Ibu Kota
10 Maret 2026, 06:00 WIB
Demi memudahkan pengendara, kepolisian mengoperasikan SIM keliling Bandung dari dua tempat berbeda hari ini
10 Maret 2026, 06:00 WIB
Lima titik lokasi SIM keliling Jakarta bisa jadi alternatif bagi Anda yang ingin melakukan perpanjangan SIM
09 Maret 2026, 17:00 WIB
Menurut data di laman resmi AISI, para produsen berhasil mendistribusikan 587.354 motor baru di Februari
09 Maret 2026, 15:00 WIB
Sampai saat ini, sudah 7.000 Jaecoo J5 EV yang sudah berhasil terkirim ke garasi para konsumen di Indonesia
09 Maret 2026, 11:26 WIB
Secara retail, penjualan mobil baru di Februari 2026 mencatatkan tren positif dibandingkan bulan sebelumnya
09 Maret 2026, 11:00 WIB
Daihatsu kembali mengajak 21 komunitas yang merupakan pelanggan tetap untuk mudik bareng di Lebaran 2026