Harga BBM SPBU Swasta di Januari 2026, Shell sampai Vivo Turun
01 Januari 2026, 11:12 WIB
Salah satu cara Prabowo stop impor BBM dengan membuat bahan bakar ramah lingkungan dari tebu dan singkong
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Nama Prabowo Subianto belum selesai menjadi buah bibir. Terkini Capres (Calon Presiden) tersebut berbicara mengenai swasembada energi terbarukan.
Menhan (Menteri Pertahanan) Prabowo bertekad mengembangkan BBM (Bahan Bakar Minyak) dari sejumlah tanaman yang ada di Indonesia. Sebut saja seperti sawit, tebu sampai singkong.
Dengan begitu Indonesia tidak lagi bergantung sama energi fosil tidak ramah lingkungan. Jadi tekad Prabowo stop impor BBM bisa terlaksana.
“Kita bukan lagi ambil minyak dari tanah terus habis, gas dari tanah habis," kata pria yang baru saja menyandang pangkat Jenderal Kehormatan Bintang Empat seperti dikutip dari Antara, Jumat (1/3).
Menurut pasangan Gibran Rakabuming Raka ini bahan bakar yang bersumber dari tanaman sangat baik bagi lingkungan. Sebab tidak menimbulkan polusi serta mengurangi penggunaan energi fosil.
“Kita nanti green energy dan kita akan swasembada energi bensin, dari mana? Dari etanol, etanol dari mana? Dari tebu serta singkong,” tegas Prabowo Subianto.
Lebih lanjut langkah Prabowo stop impor BBM sepertinya bisa mudah direalisasikan. Menurut dia dalam beberapa tahun ke depan, Indonesia mampu memproduksi BBM jenis biodiesel berbahan baku dari kelapa sawit.
Terlebih pemerintah sekarang telah memberlakukan kebijakan mandatori penggunaan campuran minyak solar dengan sawit 35 persen atau B35.
“Kita sudah bisa bikin B100, artinya biodiesel dari kelapa sawit 100 persen. Bisa bayangkan nggak? Indonesia tidak akan impor lagi solar dari luar negeri karena punya produksi kelapa sawit 48 juta ton,” tutur calon Presiden Prabowo.
Dia optimistis Indonesia mampu mencapai swasembada energi terbarukan dalam waktu yang relatif singkat. Kemudian sebagai contoh bagi negara-negara lain dalam hal transisi menuju energi bersih.
"Artinya nanti BBM kita akan ramah lingkungan,” pungkas Menhan.
PT Pertamina sendiri telah memiliki bahan bakar ramah lingkungan, yakni Pertamax Green 95. Produk tersebut telah diluncurkan serta dipasarkan pada pertengahan 2023.
Pertamax Green 95 sendiri jenis bahan bakar campuran sama bioetanol yang terbuat dari molasses atau tetes tebu merupakan produk sampingan dari produksi gula.
Saat memproduksi gula, cairan dari tebu bakal diekstraksi dan dipanaskan hingga menjadi kristal. Molasses adalah cairan kental berwarna hitam dengan konsistensi seperti sirup yang tertinggal saat kristalisasi cairan tebu selesai.
Rencananya Pertamax Green 95 bakal menggantikan Pertalite yang akan dihapus. Masyarakat bisa mendapatkan dengan banderol Rp 13.900 per liter.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
01 Januari 2026, 11:12 WIB
24 Desember 2025, 20:00 WIB
20 Desember 2025, 15:00 WIB
12 Desember 2025, 11:00 WIB
08 Desember 2025, 14:00 WIB
Terkini
05 Januari 2026, 20:00 WIB
Aturan baru MotoGP 2027 mencakup penurunan kapasitas mesin, Dani Pedrosa ungkap keunggulannya buat pembalap
05 Januari 2026, 19:40 WIB
Produk baru dari Penta Prima diklaim memiliki sejumlah keunggulan, harga kompetitif dengan kualitas terjamin
05 Januari 2026, 17:33 WIB
Chery TIggo 7 CSH berpeluang mengisi lini kendaraan ramah lingkungan PT CSI di dalam negeri, ini wujudnya
05 Januari 2026, 16:41 WIB
Ferarri F40 disematkan wide body milik Fully Leaded
05 Januari 2026, 15:29 WIB
Hongqi punya sejumlah model kendaraan mewah yang menarik dan berpeluang dihadirkan di Indonesia tahun ini
05 Januari 2026, 14:00 WIB
Toyota Veloz Hybrid diharapkan bisa sampai ke konsumen sebelum momentum libur Lebaran pada Maret 2026
05 Januari 2026, 13:00 WIB
Penurunan harga BMW di pasar Cina sudah resmi diberlakukan sejak 1 Januari 2026 dengan besaran bervariasi
05 Januari 2026, 12:00 WIB
Melihat ketidakpastian insentif tahun ini, ekonom yakin penjualan mobil baru belum bisa tembus 1 juta unit