Daftar Harga BBM Oktober 2026, Cek yang Paling Murah
01 Oktober 2026, 17:35 WIB
Salah satu cara Prabowo stop impor BBM dengan membuat bahan bakar ramah lingkungan dari tebu dan singkong
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Nama Prabowo Subianto belum selesai menjadi buah bibir. Terkini Capres (Calon Presiden) tersebut berbicara mengenai swasembada energi terbarukan.
Menhan (Menteri Pertahanan) Prabowo bertekad mengembangkan BBM (Bahan Bakar Minyak) dari sejumlah tanaman yang ada di Indonesia. Sebut saja seperti sawit, tebu sampai singkong.
Dengan begitu Indonesia tidak lagi bergantung sama energi fosil tidak ramah lingkungan. Jadi tekad Prabowo stop impor BBM bisa terlaksana.
“Kita bukan lagi ambil minyak dari tanah terus habis, gas dari tanah habis," kata pria yang baru saja menyandang pangkat Jenderal Kehormatan Bintang Empat seperti dikutip dari Antara, Jumat (1/3).
Menurut pasangan Gibran Rakabuming Raka ini bahan bakar yang bersumber dari tanaman sangat baik bagi lingkungan. Sebab tidak menimbulkan polusi serta mengurangi penggunaan energi fosil.
“Kita nanti green energy dan kita akan swasembada energi bensin, dari mana? Dari etanol, etanol dari mana? Dari tebu serta singkong,” tegas Prabowo Subianto.
Lebih lanjut langkah Prabowo stop impor BBM sepertinya bisa mudah direalisasikan. Menurut dia dalam beberapa tahun ke depan, Indonesia mampu memproduksi BBM jenis biodiesel berbahan baku dari kelapa sawit.
Terlebih pemerintah sekarang telah memberlakukan kebijakan mandatori penggunaan campuran minyak solar dengan sawit 35 persen atau B35.
“Kita sudah bisa bikin B100, artinya biodiesel dari kelapa sawit 100 persen. Bisa bayangkan nggak? Indonesia tidak akan impor lagi solar dari luar negeri karena punya produksi kelapa sawit 48 juta ton,” tutur calon Presiden Prabowo.
Dia optimistis Indonesia mampu mencapai swasembada energi terbarukan dalam waktu yang relatif singkat. Kemudian sebagai contoh bagi negara-negara lain dalam hal transisi menuju energi bersih.
"Artinya nanti BBM kita akan ramah lingkungan,” pungkas Menhan.
PT Pertamina sendiri telah memiliki bahan bakar ramah lingkungan, yakni Pertamax Green 95. Produk tersebut telah diluncurkan serta dipasarkan pada pertengahan 2023.
Pertamax Green 95 sendiri jenis bahan bakar campuran sama bioetanol yang terbuat dari molasses atau tetes tebu merupakan produk sampingan dari produksi gula.
Saat memproduksi gula, cairan dari tebu bakal diekstraksi dan dipanaskan hingga menjadi kristal. Molasses adalah cairan kental berwarna hitam dengan konsistensi seperti sirup yang tertinggal saat kristalisasi cairan tebu selesai.
Rencananya Pertamax Green 95 bakal menggantikan Pertalite yang akan dihapus. Masyarakat bisa mendapatkan dengan banderol Rp 13.900 per liter.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
01 Oktober 2026, 17:35 WIB
02 September 2026, 19:52 WIB
01 September 2026, 20:09 WIB
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
11 Agustus 2026, 20:06 WIB
Terkini
16 Oktober 2026, 13:00 WIB
Yadea GT80 bersiap untuk melanjutkan kesuksesan misi terdahulu untuk menaklukkan tantangan jarak tempuh
16 Oktober 2026, 11:00 WIB
Mobil listrik menorehkan capaian positif di September 2026, EV berukuran kompak mendominasi daftar wholesales
16 Oktober 2026, 09:00 WIB
BYD sebut saat ini sudah memenuhi kewajiban TKDN lebih dari 40 persen, siap ikuti regulasi baru tahun depan
16 Oktober 2026, 07:00 WIB
BYD M6 EV menjadi salah satu mobil listrik yang bisa melakukan pengisian daya super cepat hanya lima menit
15 Oktober 2026, 21:00 WIB
Marc Marquez harus merelakan podium tertinggi MotoGP Mandalika 2026 kemarin direbut oleh Marco Bezzecchi
15 Oktober 2026, 19:00 WIB
Blade baterai generasi kedua milik BYD akan mulai digunakan di sejumlah mobil-mobil listrik yang baru dipasarkan
15 Oktober 2026, 17:30 WIB
BYD, Jaecoo dan Wuling berhasil mengisi tiga besar merek mobil Cina terlaris di RI periode September 2026
15 Oktober 2026, 15:00 WIB
Stasiun pengisian daya BYD Flash Charging bisa dimanfaatkan untuk mobil BYD dengan baterai generasi pertama