iCAR V23 Dipasarkan Dengan Tiga Pilihan Varian Menarik
29 Mei 2026, 21:12 WIB
Produksi nikel asal Indonesia untuk kendaraan listrik khususnya sudah mencapai 70 persen kebutuhan pasar global
Oleh Denny Basudewa
KatadataOTO – Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia. Menurut data USGS (United States Geological Survey) pada 2025, total cadangan di dalam negeri mencapai 55 juta ton.
Adapun cadangan tersebut dikatakan mencapai 2040. Lalu persediaan nikel Tanah Air diyakini mencakup 70 persen kebutuhan dunia akan baterai.
Namun sejumlah fakta di atas masih merupakan bahan mentah alias raw material. Untuk menjadikan hilirisasi dibutuhkan investasi smelter untuk pengolahan.
Terkhusus baterai, Indonesia sudah kedatangan pabrikan besar asal Korea Selatan dengan komitmen membangun smelter.
“Yang terbesar adalah Hyundai-LG (HLI) setidaknya 10 Giga Watt, lalu sisanya Gotion itu kira-kira 106 mega,” ungkap Agus Purwadi, Peneliti Senior Pusat Sistem Transportasi Berkelanjutan ITB di Jakarta (14/04).
Menurut dia secara economic of scale, angka di atas masih belum apa-apa. Kalau diperhatikan 10 persen Giga Watt yang dihasilkan, baru bisa memenuhi kebutuhan 0,4 kebutuhan global.
Lebih jauh dikatakan Indonesia hingga saat ini masih bermain di industri sangat hilir.
“Jadi kita memproduksi NPI (Nickel Pig Iron), Nickel Mate dan yang paling tinggi adalah Nickel Sulphate sebagai bahan dasar menjadi sel,” tutur Agus kemudian.
Adapaun dalam rantai pasok global, Cina masih mendominasi importir bahan baku Nickel Ore dari Indonesia.
Namun di sisi lain, Cina merupakan produsen terbesar yang memasukkan battery pack ke pasar global. Tidak terkecuali untuk pasar kendaraan listrik di Indonesia.
Bicara kendaraan listrik, dikatakan elektrifikasi buatan tiongkok di dalam negeri sudah mendominasi . Kondisi serupa juga dialami oleh negara-negara tetangga.
“Kalau kita lihat jadi 60 persen ke atas itu produk elektrifikasi kita mostly (kebanyakan) dari Cina. Ternyata Thailand juga sama dominan dari Cina dan mereka sudah menghadapi masalah di industri otomotifnya,” jelas Agus.
Sedangkan ia menyoroti dua negara di Asia Pasifik yang bisa dikatakan berhasil mereduksi. Sehingga mampu bertahan bahkan sampai mendominasi.
Disampaikan keberhasilan di era elektrifikasi ditunjukkan oleh India dan Vietnam. Vietnam memiliki industri kendaraan lokal yang berkembang pesat.
Adapun India meskipun tidak memiliki industri lokal, namun pemeritahan mereka meluncurkan skema insentif produksi sel kimia pada 2021.
Sehingga produksi baterai domestik mampu mengurangi ketergantungan dari impor khususnya Cina.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
29 Mei 2026, 21:12 WIB
29 Mei 2026, 07:00 WIB
28 Mei 2026, 17:00 WIB
26 Mei 2026, 19:13 WIB
24 Mei 2026, 19:00 WIB
Terkini
29 Mei 2026, 21:16 WIB
Teaser Mitsubishi Pajero generasi terbaru dibagikan, pakai bahasa desain serupa Xforce dan Destinator
29 Mei 2026, 21:12 WIB
iCAR V23 merupakan SUV listrik yang berkarakter dan memiliki berbagai kelebihan untuk menggoda konsumen
29 Mei 2026, 18:08 WIB
Jetour T1 i-DM mengisi kelas di bawah T2, sudah dibekali teknologi plug-in hybrid electric vehicle (PHEV)
29 Mei 2026, 13:00 WIB
Marc Marquez bertekad tampil maksimal saat menjalani MotoGP Italia 2026 di Sirkuit Mugello akhir pekan ini
29 Mei 2026, 09:00 WIB
Mitsubishi Destinator sebagai SUV 7 penumpang menawarkan banyak kemudahan dalam perjalanan sehari-hari
29 Mei 2026, 07:00 WIB
Chery melalui perusahaan patungan yang berbasis di Singapura menyiapkan kei car untuk diluncurkan di 2027
29 Mei 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung masih menjadi salah satu alternatif bagi para pengendara yang ingin mengurus dokumen
29 Mei 2026, 06:00 WIB
Perpanjangan masa berlaku SIM bisa dilakukan dengan mudah di fasilitas SIM keliling Jakarta, ada dispensasi