Kelanjutan Kasus BYD Seal Akbar Faizal, Berakhir Damai
14 April 2026, 16:40 WIB
Produksi nikel asal Indonesia untuk kendaraan listrik khususnya sudah mencapai 70 persen kebutuhan pasar global
Oleh Denny Basudewa
KatadataOTO – Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia. Menurut data USGS (United States Geological Survey) pada 2025, total cadangan di dalam negeri mencapai 55 juta ton.
Adapun cadangan tersebut dikatakan mencapai 2040. Lalu persediaan nikel Tanah Air diyakini mencakup 70 persen kebutuhan dunia akan baterai.
Namun sejumlah fakta di atas masih merupakan bahan mentah alias raw material. Untuk menjadikan hilirisasi dibutuhkan investasi smelter untuk pengolahan.
Terkhusus baterai, Indonesia sudah kedatangan pabrikan besar asal Korea Selatan dengan komitmen membangun smelter.
“Yang terbesar adalah Hyundai-LG (HLI) setidaknya 10 Giga Watt, lalu sisanya Gotion itu kira-kira 106 mega,” ungkap Agus Purwadi, Peneliti Senior Pusat Sistem Transportasi Berkelanjutan ITB di Jakarta (14/04).
Menurut dia secara economic of scale, angka di atas masih belum apa-apa. Kalau diperhatikan 10 persen Giga Watt yang dihasilkan, baru bisa memenuhi kebutuhan 0,4 kebutuhan global.
Lebih jauh dikatakan Indonesia hingga saat ini masih bermain di industri sangat hilir.
“Jadi kita memproduksi NPI (Nickel Pig Iron), Nickel Mate dan yang paling tinggi adalah Nickel Sulphate sebagai bahan dasar menjadi sel,” tutur Agus kemudian.
Adapaun dalam rantai pasok global, Cina masih mendominasi importir bahan baku Nickel Ore dari Indonesia.
Namun di sisi lain, Cina merupakan produsen terbesar yang memasukkan battery pack ke pasar global. Tidak terkecuali untuk pasar kendaraan listrik di Indonesia.
Bicara kendaraan listrik, dikatakan elektrifikasi buatan tiongkok di dalam negeri sudah mendominasi . Kondisi serupa juga dialami oleh negara-negara tetangga.
“Kalau kita lihat jadi 60 persen ke atas itu produk elektrifikasi kita mostly (kebanyakan) dari Cina. Ternyata Thailand juga sama dominan dari Cina dan mereka sudah menghadapi masalah di industri otomotifnya,” jelas Agus.
Sedangkan ia menyoroti dua negara di Asia Pasifik yang bisa dikatakan berhasil mereduksi. Sehingga mampu bertahan bahkan sampai mendominasi.
Disampaikan keberhasilan di era elektrifikasi ditunjukkan oleh India dan Vietnam. Vietnam memiliki industri kendaraan lokal yang berkembang pesat.
Adapun India meskipun tidak memiliki industri lokal, namun pemeritahan mereka meluncurkan skema insentif produksi sel kimia pada 2021.
Sehingga produksi baterai domestik mampu mengurangi ketergantungan dari impor khususnya Cina.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
14 April 2026, 16:40 WIB
14 April 2026, 09:00 WIB
13 April 2026, 19:00 WIB
13 April 2026, 11:00 WIB
13 April 2026, 07:00 WIB
Terkini
16 April 2026, 06:00 WIB
Untuk mengurus dokumen berkendara dengan mudah, Anda dapat memanfaatkan SIM keliling Jakarta hari ini
16 April 2026, 06:00 WIB
Hari ini pengendara di Kota Kembang bisa mendatangai salah satu lokasi SIM keliling Bandung yang beroperasi
16 April 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta masih menjadi andalan pemerintah untuk atasi kemacetan lalu lintas yang kerap terjadi
15 April 2026, 18:00 WIB
Y-ON bakal diintegrasikan aplikasi Y-Connect, tawarkan tiga fungsi fitur baru buat memudahkan pengguna Yamaha
15 April 2026, 17:01 WIB
RoRI berencana menggelar touring lintas chapter pada bulan ini guna merayakan satu dekade mereka berdiri
15 April 2026, 09:00 WIB
Pengadaan ribuan motor listrik oleh BGN mendapat perhatian lebih dari KPK karena rawan tindak pidana korupsi
15 April 2026, 07:55 WIB
Mobil sebelum mengalami kerusakan biasanya menunjukkan tanda-tanda terlebih dahulu sehingga bisa diantisipasi
15 April 2026, 06:16 WIB
Kepolisian terus berupaya memanjakan para pengendara, salah satunya dengan menghadirkan SIM keliling Bandung