Wujud Hyundai Santa Fe Facelift, Jadi Makin Garang
22 Oktober 2025, 10:00 WIB
Menurut Ali Berawi, taksi terbang Hyundai bakal diuji coba di Kota Samarinda, Kalimantan Timur pada Juli 2024
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Taksi terbang akan menjadi moda transportasi baru di IKN (Ibu Kota Nusantara). Untuk itu berbagai persiapan terus dikebut oleh pihak terkait.
Terkini menurut OIKN (Otorita Ibu Kota Nusantara) Hyundai berniat melakukan test POC (Proof of Concept) taksi terbang di Kota Samarinda, Kalimantan Timur.
"Ada Hyundai dari Korea Selatan (Korsel) yang mau diuji coba terkait POC taksi terbang pada Juli 2024," ujar Ali Berawi, Deputi Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN Mohammed di Antara, Rabu (3/7).
Ali menjelaskan jika Hyundai bakal berkoordinasi dengan Pemkot (Pemerintah Kota) Samarinda. Sehingga mendapat izin menggunakan Bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto.
Ia pun menuturkan kalau taksi terbang Hyundai berbeda dengan yang sudah diuji coba terlebih dahulu. Sebab mampu membawa banyak orang.
“Kalau yang akan diuji coba di Samarinda ini untuk lima orang, sehingga kapasitasnya jauh lebih besar," tegas Ali.
Lalu taksi terbang Hyundai dikabarkan bisa menjelajah sampai 100 kilometer. Sedangkan buat kecepatan maksimal sampai 200 km/jam.
Sementara itu Sigit Hani Hadiyanto, Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub menyetujui tes taksi terbang. Namun tidak boleh mengganggu ruang udara penerbangan komersial.
Sigit mengungkapkan secara prinsip transportasi satu ini termasuk dalam wahana udara tak berawak atau UAM (Urban Air Mobility).
Jadi mekanisme penerbangannya bersifat terpisah (Segregated) dengan ruang udara milik pesawat konvensional.
Akan tetapi menurut Sigit hal ini masih perlu dikaji lagi mengenai operasional taksi terbang. Pasalnya konsep tersebut juga satu hal yang masih dicermati di seluruh dunia.
Oleh sebab itu dia berharap adanya kesiapan dari operator untuk berkoordinasi secara baik dengan bandara setempat serta penyedia layanan navigasi. Hal ini agar tidak mengganggu ruang udara.
"Kemudian izin akan diberikan, kalau memang semua aspek itu dipandang sudah memenuhi persyaratan yang berlaku juga Safety Assessment," ucapnya.
Sebagai informasi, taksi terbang yang akan diuji coba buatan dari Kari (Korea Aerospace Research Institute), sebuah lembaga kedirgantaraan dibiayai pemerintah Korea Selatan.
Model tersebut diberi nama Optionally Piloted Personal/Passe Air Vehicle (OPPAV). Merupakan pesawat lepas landas serta mendarat vertikal bertenaga listrik alias evTOL (Electric Vertical Take-off and Landing).
Lalu dikembangkan oleh Hyundai Motors, KAI, Hanwha System, Vessel Aerospace, KAT, Doota, EDT, RealtimeWave, lembaga penelitian KIAST, KOTI serta Universitas Konkuk.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
22 Oktober 2025, 10:00 WIB
25 Juni 2025, 18:00 WIB
25 Juni 2025, 16:00 WIB
25 Juni 2025, 15:00 WIB
10 April 2025, 19:00 WIB
Terkini
01 Oktober 2026, 07:00 WIB
Martin bertekad tampil maksimal di MotoGP Jepang 2026 dan mempertahankan tempatnya di klasemen sementara
01 Oktober 2026, 06:00 WIB
Awal bulan menjadi waktu yang tepat untuk mengurus masa berlaku dokumen berkendara di SIM keliling Bandung
01 Oktober 2026, 06:00 WIB
Satu dekade pengoperasian sistem ganjil genap Jakarta, disebut masih cukup relevan mengatur lalu lintas
01 Oktober 2026, 06:00 WIB
Mengawali Oktober 2026, layanan SIM keliling Jakarta masih beroperasi seperti biasa di lima lokasi berbeda
30 September 2026, 22:20 WIB
Shell Lubricants berhasil mempertahankan prestasinya dalam penjualan yan berada di puncak selama dua dekade
30 September 2026, 20:53 WIB
Astra Daihatsu Motor mengklaim berhasil mencatatkan penjualan 4.156 baru di Solo, Semarang dan sekitarnya
30 September 2026, 17:00 WIB
Belum ada kepastian perubahan aturan, namun penerapan ganjil genap Jakarta akan dievaluasi setelah satu dekade
30 September 2026, 15:34 WIB
Mobil listrik Jaecoo J5 EV tuai respons positif, waktu tunggunya sempat mengular dan tembus satu bulan