Cara Korea Selatan Hadapi Tarif Impor AS, Tambah Subsidi EV

Pemerintah Korea Selatan siap dukung industri terdampak seperti pabrik otomotif dalam menghadapi tarif impor AS

Cara Korea Selatan Hadapi Tarif Impor AS, Tambah Subsidi EV
Serafina Ophelia

KatadataOTO – Tarif impor yang diberlakukan oleh pemerintah Amerika Serikat berlaku buat banyak negara seperti Korea Selatan

Hal tersebut menjadi berita buruk khususnya buat negara-negara yang melakukan ekspor khususnya di sektor otomotif, ke AS.

Pasar ekspor akan mengalami gangguan, penjualan berpotensi terdampak dan lapangan kerja diprediksi semakin sempit imbas adanya tarif impor AS.

Menghadapi tantangan itu, pihak pemerintahan Korea Selatan telah menyiapkan beberapa langkah darurat untuk menjaga kinerja industri otomotif.

Hyundai Rilis Ioniq 6 Terbaru, Tampilan Makin Nyentrik
Photo : Hyundai

“Anggaran tambahan sebesar 10 triliun KRW (Korean Won) ditujukan untuk merespons perubahan lingkungan perdagangan, serta mendukung penguatan daya saing industri,” bunyi keterangan resmi Kementerian Ekonomi dan Keuangan Korea Selatan dalam sebuah keterangan resmi, dikutip Kamis (10/04).

Angka ini setara Rp 115,1 triliun apabila dikonversi dalam kurs rupiah. Khusus perusahaan-perusahaan terdampak, ada bantuan ekspor dengan dana lebih dari 100 miliar KRW (Rp 1,15 triliun).

Spesifik di sektor otomotif, pemerintah Korea Selatan juga turut memberikan subsidi EV (Electric Vehicle) atau kendaraan listrik.

“Subsidi yang sesuai untuk EV terkait diskon pabrikan bakal dinaikkan sampai maksimum 80 persen, sembari meningkatkan dukungan investasi lewat pengembangan teknologi otonom dan mobil masa depan lain,” tulis keterangan tersebut.

Pemasok suku cadang turut diberikan keringanan dalam menghadapi penerapan tarif impor AS berupa dana tambahan 2 triliun KRW (Rp 23 triliun).

Guna mempertahankan pasar ekspor, pemerintah juga akan mendukung perluasan ke negara-negara lain seperti Afrika, Amerika Latin dan Asia yang saat ini permintaannya tengah berkembang.

Di Indonesia, pemerintah akan melakukan negosiasi dengan pemerintah AS terkait tarif impor. 

Diskon Hyundai Ioniq 5 di IIMS 2025 Tembus Rp 100 Juta
Photo : Istimewa

Meskipun Indonesia disebut belum mengekspor kendaraan ke AS, dampak lain yang berpotensi terjadi adalah membanjirnya produk asing di dalam negeri.

Sebab negara-negara yang biasanya mengekspor ke AS mengalami hambatan dan memilih alternatif lain.

“Pemerintah bisa menerapkan tarif selektif, misalnya dengan menaikkan tarif untuk kendaraan (impor) utuh dari China,” ucap Yannes Martinus Pasaribu, pengamat otomotif dan akademisi ITB (Institut Teknologi Bandung) kepada KatadataOTO belum lama ini.


Terkini

news
Farizon V8E

Farizon Siap Terima Orderan Untuk MBG, Andalkan Van Listrik V8E

Farizon V8E dinilai cocok untuk memenuhi kebutuhan dapur SPPG guna menyalurkan MBG ke sekolah-sekolah

mobil
Smart #2

Smart #2 Siap Debut, Rival Air ev Racikan Geely dan Mercedes-Benz

Smart menghadirkan reinkarnasi dari ForTwo, kini bertenaga listrik dan memiliki tampilan yang lebih modern

motor
Presiden Prabowo Subianto

Kritik Pedas Prabowo Soal Motor Listrik Lokal yang Hanya Rebadged

Prabowo mendorong para produsen mengembangkan dan memproduksi motor listrik secara mandiri di Indonesia

mobil
Wuling Aira ev

10 Mobil Listrik Terlaris Juli 2026, Wuling Aira ev Moncer

Mobil listrik masih menunjukkan tren positif, model anyar seperti Wuling Aira ev catatkan wholesales tinggi

mobil
Suzuki XL7

Puluhan Suzuki XL7 Facelift Temui Konsumen Pertamanya

Suzuki XL7 Facelift yang baru diluncurkan beberapa pekan lalu, sudah mendapat ribuan pemesanan dari konsumen

mobil
Mobil listrik nasional

Prabowo Pastikan Mobil Listrik Nasional Mengaspal pada 2028

Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif

otosport
Fabio Quartararo

Terungkap Quartararo Ambil Keputusan Pergi dari Yamaha Sejak 2025

Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia

mobil
Farizon V8E

Farizon Investasi 50 Miliar Untuk Produksi V8E di Purwakarta

Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E