Chery QQ3 EV Meluncur, Rival Aion UT Harga Rp 100 Jutaan
31 Maret 2026, 17:00 WIB
Mobil listrik kompak Chery QQ3 EV mendapatkan respons positif dari konsumen di Cina, raup 56.000 pemesanan
Ultra Low Emission Zone atau skema Ulez di Inggris mendapat gugatan dari perusahaan Belanda karena merugikan
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Transport for London, badan pemerintah lokal yang bertanggung jawab atas sistem transportasi sedang dalam tekanan. Pasalnya mereka berpotensi membayar kembali jutaan poundsterling setelah sebuah perusahaan meluncurkan upaya hukum untuk membela seorang pengemudi.
Menurut kuasa hukum perusahaan selaku penggugat mengatakan bahwa denda sebesar £6.5 juta atau Rp128.1 miliar yang sudah ditetapkan tidak sah oleh Ultra Low Emission Zone (Ulez) dan Low Emission Zone.
Ini adalah pengaduan hukum pertama ke Transport for London serta Euro Parking Collection (EPC) sebagai agen debt collector terkait tilang pada pengemudi asing.
Skema Ulez telah diperluas di Agustus lalu dan berlaku untuk seluruh wilayah London Raya. Tercatat ada 5 juta orang tinggal di sana.
Para pengemudi yang menggunakan kendaraan tidak sesuai aturan harus membayar biaya £12.50 atau Rp245.622 per hari serta berpotensi terkena denda £180 sebesar Rp3.5 juta. Aturan tersebut juga diterapkan pada alat berat dengan denda sebesar £3.000 atau Rp58.9 juta.
Aturan ini berlaku ke semua pengemudi dan tidak hanya bagi penduduk Inggris saja. Sejumlah pengemudi Eropa pun berpotensi mendapatkan denda besar akibat skema tersebut.
Sebuah perusahaan Belanda yaitu Transport in Nood yang bergerak di bidang kendaraan berat pun telah melakukan peninjauan kembali terhadap kebijakan itu. Mereka mengklaim bahwa Transport for London mengeluarkan denda secara tidak sah terhadap warga Belanda.
Mereka menilai bahwa total denda yang mencapai sekitar £6.52 juta (Rp121.8 miliar) kemungkinan diberikan secara tidak benar. Pasalnya denda dinilai terlalu memberatkan.
Bahkan Antonio Oliveira, owner Transport di Nood BV mengatakan bahwa langkah ini diambil setelah banyak perusahaan bangkrut akibat kebijakan itu. Oleh karena itu ia berharap aturan bisa dilakukan ubahan agar tidak memberatkan masyarakat.
“Masyarakat sangat terkena dampaknya dan saya sudah melihat banyak orang menangis karena hal ini bahkan harus menjual truk mereka. Aturan sangat tidak adil sehingga kita perlu mendapat jawaban dari pengadilan Inggris untuk mengetahui kebenaran,” ungkapnya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
Terkini
31 Maret 2026, 17:00 WIB
Mobil listrik kompak Chery QQ3 EV mendapatkan respons positif dari konsumen di Cina, raup 56.000 pemesanan
31 Maret 2026, 11:00 WIB
Manufaktur mobil listrik di Indonesia harus bersiap menghadapi tekanan penjualan setelah insentif ditiadakan
31 Maret 2026, 09:47 WIB
HPM memantau bagaimana antusias masyarakat terhadap mobil listrik Honda 0 Alpha yang akan diluncurkan
31 Maret 2026, 07:00 WIB
Suzuki Burgman 125 EX direcall karena adanya potensi kerusakan pada kabel rem belakang yang bisa mengurangi performa
31 Maret 2026, 06:05 WIB
SIM keliling Jakarta menawarkan kemudahan perpanjangan masa berlaku Surat Izin Mengemudi, simak lokasinya
31 Maret 2026, 06:03 WIB
MCD Pasir Koja menjadi salah satu lokasi SIM keliling Bandung yang beroperasi hari ini melayani pengendara
31 Maret 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta 31 Maret menjadi yang terakhir di bulan ini dengan pengawasan ketat dari kepolisian
30 Maret 2026, 20:43 WIB
Masanao Kataoka ditunjuk untuk menjabat sebagai President Director Honda Prospect Motor yang baru saat ini