Forland Coba Peruntungan Jual Kendaraan Niaga Listrik di RI
04 November 2026, 07:00 WIB
Ajang Polytron Fest 51 memperlihatkan arah baru perusahaan yang semakin serius di industri otomotif Indonesia
Oleh Denny Basudewa
KatadataOTO – Lima dekade lebih bukan waktu singkat bagi sebuah perusahaan untuk bertahan, apalagi ketika industri dan perilaku konsumen terus berubah.
Namun bagi Polytron yang memasuki usia 51 tahun, justru menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa perjalanan panjang tidak harus berakhir pada status sebagai pemain lama.
Polytron Fest 51st Anniversary yang berlangsung pada 19–20 September 2026 di Parkir Selatan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, perusahaan membawa lebih dari sekadar perayaan ulang tahun.
Festival tersebut menjadi etalase perjalanan perusahaan sekaligus memperlihatkan arah baru bisnisnya, termasuk semakin seriusnya langkah Polytron di industri otomotif, khususnya kendaraan listrik.
“Melalui strategi 3i—Invention, Innovation, dan Improvement—dengan personalisasi produk yang relevan bagi setiap generasi, kami ingin terus menjadi bagian dari kisah hidup masyarakat Indonesia,” ujar Diantika, General Manager Corporate Communications Polytron (19/09).
Di tengah kemeriahan musik, olahraga, komunitas, kuliner dan berbagai aktivitas publik, kendaraan listrik menjadi salah satu bagian penting dari ekosistem yang ditampilkan.
Polytron membawa lini motor listrik keluarga Fox sekaligus mobil listrik G3+, memperlihatkan bahwa kendaraan bukan lagi sekadar proyek diversifikasi, melainkan bagian dari portofolio bisnis yang semakin terintegrasi.
Nama Polytron selama puluhan tahun lebih dikenal melalui televisi, perangkat audio, serta berbagai peralatan elektronik rumah tangga.
Namun transformasi teknologi dan perubahan gaya hidup konsumen, membuat batas antara industri elektronik, teknologi hingga otomotif semakin tipis.
Kendaraan listrik merupakan salah satu titik temu ketiga industri tersebut di atas.
Mobil listrik modern tidak lagi sekadar berbicara mengenai mesin dan transmisi. Ada baterai, perangkat lunak, konektivitas, sistem bantuan pengemudi, manajemen energi, hingga integrasi smartphone.
Karakter tersebut memiliki irisan kuat dengan kompetensi perusahaan teknologi.
Polytron mulai memasuki kendaraan listrik melalui sepeda motor sebelum memperluas portofolionya ke mobil listrik.
Pada 2025, perusahaan resmi memperkenalkan G3 dan G3+ sebagai mobil listrik pertamanya di Indonesia.
Langkah tersebut menjadi fase penting dalam transformasi Polytron dari produsen elektronik menjadi perusahaan dengan portofolio mobilitas berbasis elektrifikasi.
Dengan demikian, kehadiran kendaraan listrik di Polytron Fest 51 memiliki makna lebih besar daripada sekadar display produk.
Kendaraan menunjukkan bahwa otomotif mulai ditempatkan sebagai bagian dari strategi bisnis jangka panjang perusahaan.
Di antara produk otomotif yang ditampilkan, Polytron G3+ menjadi salah satu representasi paling penting.
Mobil ini mengusung baterai LFP berkapasitas 51,916 kWh, motor listrik 150 kW, kecepatan maksimum 150 km/jam dan klaim jarak tempuh hingga 402 kilometer berdasarkan metode CLTC (China Light-Duty Vehicle Test Cycle)
Angka tersebut menempatkan G3+ pada wilayah pasar yang menarik: konsumen menginginkan mobil listrik dengan teknologi beserta kelengkapan modern, namun tetap memperhatikan aspek harga serta skema kepemilikan.
Perusahaan tidak hanya menawarkan skema pembelian konvensional atau Buy to Own, tetapi juga memperkenalkan Battery-as-a-Service (BaaS).
Melalui pendekatan ini, konsumen tidak perlu membeli baterai di awal sehingga biaya akuisisi kendaraan dapat ditekan.
Pada skema BaaS, Polytron juga menawarkan garansi baterai selama masa berlangganan.
Sementara bagi konsumen yang membeli baterai, perusahaan menawarkan garansi baterai delapan tahun atau 180.000 kilometer serta jaminan nilai jual kembali 70 persen dalam periode tiga tahun.
Model seperti ini menunjukkan bahwa persaingan kendaraan listrik tidak lagi semata-mata berlangsung pada desain, jarak tempuh, tenaga atau fitur.
Model bisnis kepemilikan kendaraan juga menjadi arena kompetisi.
Dalam industri kendaraan listrik, baterai merupakan salah satu komponen paling mahal sekaligus paling banyak menimbulkan pertanyaan dari calon konsumen.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
04 November 2026, 07:00 WIB
03 November 2026, 20:20 WIB
02 November 2026, 15:54 WIB
30 Oktober 2026, 22:25 WIB
30 Oktober 2026, 11:00 WIB
Terkini
04 November 2026, 21:44 WIB
Honda CRF1150L Africa Twin Series diperbaharui secara total mulai dari mesin, sasis hingga teknoligi terkini
04 November 2026, 21:07 WIB
BMW garapan Ilham Zaki Asari ini berhasil tampil di ajang SEMA Show 2026 dengan menggunakan produk-produk RI
04 November 2026, 21:00 WIB
Honda Sensing Ride merupakan asisten berkendara canggih yang diproyeksikan jadi standar baru keselamatan
04 November 2026, 20:22 WIB
Meski dibayangi konflik Timur Tengah, MotoGP Qatar 2026 menjadi kesempatan emas bagi Marquez jadi juara dunia
04 November 2026, 20:16 WIB
Pasar LCGC di RI disebut lesu, perusahaan pembiayaan Astra Credit Companies beberkan faktor penyebabnya
04 November 2026, 13:00 WIB
Aturan TKDN 60 persen yang digadang-gadang akan diterapkan pada 2027 mendapat perhatian serius dari MG
04 November 2026, 11:00 WIB
Daihatsu catat kenaikan penjualan Januari-Oktober 2026, tumbuh delapan persen dari periode sama di 2025
04 November 2026, 09:00 WIB
Chery Volt Dragon ikut jejak BYD Flash Charging, tawarkan SPKLU ultra cepat buat pengguna lini elektrifikasi