Pertamina Usul Kendaraan Tunggak Pajak Dilarang Isi BBM Subsidi

Guna memaksimalkan penyerapan bahan bakar, Pertamina ingin kendaraan tunggak pajak dilarang isi BBM subsidi

Pertamina Usul Kendaraan Tunggak Pajak Dilarang Isi BBM Subsidi

KatadataOTO – PT Pertamina belum lama ini mengusulkan pemerintah daerah Bali agar kendaraan tunggak pajak tidak diperbolehkan mengonsumsi bahan bakar minyak atau BBM subsidi.

Usulan muncul sebagai salah satu upaya memaksimalkan penyebaran bahan bakar tersebut supaya lebih tepat sasaran dan sampai ke tangan pihak yang membutuhkan. 

Rencana Pertamina disampaikan oleh Ahad Rahedi selaku Manajer Komunikasi dan CSR Pertamina Patra Niaga Wilayah Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara.

“Harapannya meningkatkan serapan pajak dan mengurangi potensi penyerapan BBM subsidi digunakan pihak yang tidak berhak,” ucap Ahad dikutip dari Antara, Rabu (29/11).

Pertamina blokir 232.000 Kendaraan
Photo : Antara

Sistem itu menurut dia juga bakal diterapkan di wilayah Lampung dan Jawa Barat. Sementara itu Pertamina Patra Niaga akan melakukan penjajakan hal terkait di Jawa Timur dan Bali.

Ia mengungkapkan bersama pemerintah provinsi Jawa Timur Pertamina melakukan penjajakan lewat Dispenda (Dinas Pendapatan Daerah).

“Bali pun juga harapannya dalam waktu dekat karena ini inisiatif tidak bisa datang dari kami saja. Kami siap berkolaborasi,” ujar dia.

Apabila sudah diterapkan ada mekanisme berlaku di SPBU terkait. Penunggak pajak tidak bisa mengisi BBM subsidi dan diarahkan ke antrean BBM nonsubsidi.

Petugas khusus di wilayah SPBU bakal melakukan pemantauan secara manual seperti mencatat nomor kendaraan serta mengecek data sistem pajak daerah.

Ahad mengungkapkan ada alasan Pertamina mengusulkan kebijakan tersebut, salah satunya adalah untuk mendongkrak kepatuhan pembayaran pajak daerah dan memastikan BBM subsidi disalurkan tepat sasaran.

“Saat masyarakat mampu beralih ke nonsubsidi, maka subsidi tepat sasaran. Bukan berarti untuk keuntungan Pertamina bertambah, jadi Pertamina menjalankan amanah dan tepat sasaran,” tegas dia.

40 Juta Kendaraan Belum Lunas Pajak

Lalu lintas Jakarta
Photo : Istimewa

Sampai Desember 2021 ada 103 juta kendaraan tercatat di Kantor Bersama Samsat. Namun ada sekitar 40 juta kendaraan belum melunasi pajak atau 39 persen dari jumlah keseluruhan.

Kemudian potensi penerimaan PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) periode 2016 – 2021 yang belum lunas mencapai lebih dari Rp100 triliun. Padahal potensi pajak berguna buat kebutuhan anggaran di daerah dan bisa dialokasikan untuk perbaikan infrastruktur transportasi.


Terkini

otosport
Honda Racing Indonesia Usung Pembalap Baru di ISSOM 2024

Honda Racing Indonesia Usung Pembalap Baru di ISSOM 2024

Honda Racing Indonesia perkenalkan Andri Abirezky sebagai pembalap baru mereka dalam mengarungi ISSOM 2024

mobil
Mazda Tak Terganggu dengan Kehadiran Mobil Listrik China

Mazda Pantau Mobil China, Meski Tidak Latah Ikut Tren

Banyaknya merek baru berdatangan ke Tanah Air membuat Mazda pantau mobil China yang menawarkan model anyar

mobil
Pilihan LCGC bekas di bawah Rp 100 juta awal maret 2024

Pilihan LCGC Bekas di Bawah Rp 100 Juta Awal Maret 2024

Berikut pilihan LCGC bekas di bawah Rp 100 juta pada awal Maret 2024 yang dijual sejumlah diler di Jakarta

mobil
BCA Expoversary

BCA Expoversary Tawarkan Pembiayaan Mobil Baru Harga Menarik

Gelaran BCA Expoversary masuk hari terakhir, konsumen bisa manfaatkan pembiayaan mobil baru harga menarik

mobil
Toyota Kijang Innova diesel bekas yang lebih murah dari Veloz

3 Toyota Kijang Innova Diesel Bekas Lebih Murah dari Veloz

Toyota Kijang Innova diesel bekas lansiran 2017 ditawarkan dengan harga lebih murah dari Veloz, cocok buat mudik

mobil
GWM Fokus Pasarkan Mobil Hybrid

GWM Fokus Jual Mobil Hybrid CBU Sambil Tunggu Insentif Pemerintah

Melihat masyarakat Indonesia masih dalam masa transisi menuju elektrifikasi, GWM fokus pasarkan mobil hybrid

mobil
GWM Rilis Harga Tank 500 dan Haval H6

GWM Rilis Harga Tank 500 dan Haval H6, Mulai Rp 500 Jutaan

Di gelaran BCA Expoversary GWM rilis harga Tank 500 dan Haval H6 mulai Rp 500 jutaan, namun bersifat sementara

mobil
Mazda MX-30

Mazda Indonesia Masih Ancang-ancang Jual Mobil Listrik

Ogah mengikuti tren yang berkembang saat ini menjadi alasan Mazda Indonesia belum jualan mobil listrik