Usulan Menperin Soal Insentif Mobil Hybrid Dinilai Kontradiktif
22 Oktober 2026, 09:00 WIB
Pertamina blokir 232.000 kendaraan yang terindikasi menyalahgunakan BBM bersubsidi sehingga diberi tindakan tegas
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Pertamina blokir 232.000 kendaraan di seluruh Indonesia karena terindikasi menyalahgunakan BBM bersubsidi. Langkah ini diambil untuk memastikan kecurangan serupa tidak terjadi lagi di masa depan.
Indikasi penyalahgunaan BBM bersubsidi terungkap setelah ada ketidakcocokan data antara aplikasi MyPertamina dengan di Korlantas Polri maupun di Samsat. Oleh karena itu perusahaan pelat merah tersebut pun melakukan tindakan tegas.
Riva Siahaan, Direktur Utama Pertamina Patra Niaga mengungkap bahwa pengawasan terhadap penyaluran BBM bersubsidi memang cukup ketat. Terlebih sebentar lagi akan ada musim libur Natal dan tahun baru.
Ia pun menambahkan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan Korlantas Polri untuk memastikan pengawasan lebih maksimal. Bagi kendaraan yang tidak terdaftar di kepolisian maka Pertamina tidak mendaftarkannya ke aplikasi.
"Kami hanya layani kendaraan yang bayar pajak," tegas Riva dilansir Antara.
Selain mobil dan motor, SPBU juga melakukan pengawasan ketat agar memastikan penyaluran BBM bersubsidi benar tepat sasaran. Bahan stasiun pengisian yang terlihat dalam penyalahgunaan akan mendapat sanksi.
Tak tanggung-tanggung, hingga 19 November 2023 sedikitnya sudah ada 400 SPBU dikenai sanksi. Pasokan BBM dihentikan dan dikenakan denda maksimal Rp14.8 miliar.
Ada beberapa modus dan umum dilakukan oleh para pelanggar. Salah satunya adalah melakukan pengisian secara berulang menggunakan truk atau kendaraan pribadi yang tangkinya sudah dimodifikasi agar bisa menampung BBM dalam jumlah besar.
Kondisi tersebut tentunya merugikan karena pemerintah tengah melakukan pembatasan pembelian BBM bersubisidi. Tujuannya agar penikmatnya adalah benar-benar mereka yang membutuhkan.
Salah satu caranya adalah melalui program Subsidi Tepat. Dengan ini maka hanya kendaraan terdaftar sajalah yang bisa melakukan pembelian BBM bersubisdi.
Berkat program ini maka terjadi penghematan dari konsumsi sebesar 1.3 juta kl untuk Solar. Sementara Pertalite angkanya lebih menarik karena mampu menekan konsumsi hingga 1.7 juta kl.
Sayangnya langkah tersebut masih belum cukup. Pasalnya diperkirakan kuota BBM bersubsidi akan segera habis sehingga kebijakan perlu direvisi agar tidak menyebabkan kelangkaan.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
22 Oktober 2026, 09:00 WIB
07 Oktober 2026, 09:00 WIB
01 Oktober 2026, 17:35 WIB
23 September 2026, 22:39 WIB
02 September 2026, 19:52 WIB
Terkini
24 Oktober 2026, 16:12 WIB
Marc Marquez menjadi yang terdepan di sprint race MotoGP Australia 2026 dan Jorge Martin mengalami kecelakaan
24 Oktober 2026, 15:00 WIB
Marc Marquez berpeluang untuk menjadi pemenang di MotoGP Australia 2026 dan menumbangkan Jorge Martin
24 Oktober 2026, 13:00 WIB
Honda Bikers Day 2026 akan digelar di Ambara, Jawa Tengah dan diikuti oleh peserta dari berbagai daerah
24 Oktober 2026, 10:15 WIB
Astra Motor Safety Riding Center Jawa Tengah, diharapkan bisa mendorong kesadaraan berkendara aman di jalan
24 Oktober 2026, 07:00 WIB
Chery bersiap ikut meramaikan pasar kendaraan roda dua, patenkan satu desain motor berteknologi REEV
23 Oktober 2026, 17:00 WIB
Sengketa kepemilikan merek Denza masih berlanjut, BYD kini dituntut PT Raden Reza Adi sebesar Rp 9 triliun
23 Oktober 2026, 15:00 WIB
PEVS 2026 akan diikuti oleh 38 brand motor dan mobil listrik dan tidak ketinggalan industri pendukung lain
23 Oktober 2026, 13:00 WIB
Chery Indonesia akan melakukan studi terkait kesesuaian SUV Omoda X untuk pasar Tanah Air di masa depan