Pertamina Enduro VR46 Usung Livery Garuda di MotoGP Mandalika
07 Oktober 2026, 09:00 WIB
Pertamina blokir 232.000 kendaraan yang terindikasi menyalahgunakan BBM bersubsidi sehingga diberi tindakan tegas
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Pertamina blokir 232.000 kendaraan di seluruh Indonesia karena terindikasi menyalahgunakan BBM bersubsidi. Langkah ini diambil untuk memastikan kecurangan serupa tidak terjadi lagi di masa depan.
Indikasi penyalahgunaan BBM bersubsidi terungkap setelah ada ketidakcocokan data antara aplikasi MyPertamina dengan di Korlantas Polri maupun di Samsat. Oleh karena itu perusahaan pelat merah tersebut pun melakukan tindakan tegas.
Riva Siahaan, Direktur Utama Pertamina Patra Niaga mengungkap bahwa pengawasan terhadap penyaluran BBM bersubsidi memang cukup ketat. Terlebih sebentar lagi akan ada musim libur Natal dan tahun baru.
Ia pun menambahkan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan Korlantas Polri untuk memastikan pengawasan lebih maksimal. Bagi kendaraan yang tidak terdaftar di kepolisian maka Pertamina tidak mendaftarkannya ke aplikasi.
"Kami hanya layani kendaraan yang bayar pajak," tegas Riva dilansir Antara.
Selain mobil dan motor, SPBU juga melakukan pengawasan ketat agar memastikan penyaluran BBM bersubsidi benar tepat sasaran. Bahan stasiun pengisian yang terlihat dalam penyalahgunaan akan mendapat sanksi.
Tak tanggung-tanggung, hingga 19 November 2023 sedikitnya sudah ada 400 SPBU dikenai sanksi. Pasokan BBM dihentikan dan dikenakan denda maksimal Rp14.8 miliar.
Ada beberapa modus dan umum dilakukan oleh para pelanggar. Salah satunya adalah melakukan pengisian secara berulang menggunakan truk atau kendaraan pribadi yang tangkinya sudah dimodifikasi agar bisa menampung BBM dalam jumlah besar.
Kondisi tersebut tentunya merugikan karena pemerintah tengah melakukan pembatasan pembelian BBM bersubisidi. Tujuannya agar penikmatnya adalah benar-benar mereka yang membutuhkan.
Salah satu caranya adalah melalui program Subsidi Tepat. Dengan ini maka hanya kendaraan terdaftar sajalah yang bisa melakukan pembelian BBM bersubisdi.
Berkat program ini maka terjadi penghematan dari konsumsi sebesar 1.3 juta kl untuk Solar. Sementara Pertalite angkanya lebih menarik karena mampu menekan konsumsi hingga 1.7 juta kl.
Sayangnya langkah tersebut masih belum cukup. Pasalnya diperkirakan kuota BBM bersubsidi akan segera habis sehingga kebijakan perlu direvisi agar tidak menyebabkan kelangkaan.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
07 Oktober 2026, 09:00 WIB
01 Oktober 2026, 17:35 WIB
23 September 2026, 22:39 WIB
02 September 2026, 19:52 WIB
01 September 2026, 20:09 WIB
Terkini
19 Oktober 2026, 21:00 WIB
Persaingan Marquez dan Martin dalam perebutan gelar juara dunia kembali tersaji di MotoGP Australia 2026
19 Oktober 2026, 20:56 WIB
AiMOGA bertekad untuk menggabungkan teknologi otomotif dengan robotika agar bisa semakin dikenal orang banyak
19 Oktober 2026, 13:00 WIB
Jelang satu tahun Changan berbisnis di Indonesia, merek asal Cina satu ini berfokus pada lini produk dan jumlah diler
19 Oktober 2026, 10:11 WIB
Tuai respons positif, pemesanan MG ZS Hybrid+ 400 unit dan sudah mulai terkirim ke konsumen sebanyak 100 unit
19 Oktober 2026, 08:24 WIB
Setelah menghadirkan banyak produk hingga merek di Indonesia, Chery Group percaya diri bakal terus raih hasil positif
19 Oktober 2026, 07:02 WIB
Meskipun jadi pemain baru di pasar mobil Indonesia, BYD mampu menorehkan sejumlah capian cukup positif
18 Oktober 2026, 17:00 WIB
Sri Lanka menjadi pasar setir kanan pertama di luar Jepang yang dipilih BYD dalam memasarkan kei car Racco
18 Oktober 2026, 16:28 WIB
BMW Astra baru saja meresmikan DSA di Cibuntu, Kab Kuningan dengan memberikan sejumlah bantuan ke masyarakat