Stok BBM Shell Lenyap di Jakarta, Super Kembali Langka Bulan Ini
02 Februari 2026, 17:00 WIB
Proses negosiasi antara Pertamina bersama BP AKR dan Vivo mengenai kuota tambahan impor BBM terus berjalan
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – BP AKR dan Vivo masih mengalami kelangkaan bahan bakar minyak (BBM). Kondisi ini sudah terjadi sejak Agustus 2025.
Pertamina pun buka suara mengenai kabar terbaru kuota impor tambahan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta.
“Masih menunggu final (negosiasi), kalau kargo pesanan Pertamina sudah sesuai jadwal,” ungkap Roberth MV Dumatubun, PJ Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga di Antara, Selasa (14/10).
Roberth menjelaskan bahwa sampai sekarang Pertamina terus menjalin komunikasi dengan pihak-pihak terkait.
Mereka berusaha untuk menuntaskan proses impor BBM bagi BP AKR maupun Vivo dalam waktu dekat.
Apalagi sebelumnya BP AKR serta Vivo telah menindaklanjuti kerja sama impor BBM dengan perusahaan pelat merah itu.
“Beberapa badan usaha swasta sudah dalam tahap nego dengan syarat dan ketentuan yang disampaikan. Kami coba bantu dari sisi penyediaannya,” Roberth melanjutkan.
Selanjutnya Pertamina bersama para SPBU swasta bakal melakukan kesepakatan ihwal dokumen pernyataan dalam rangka menjaga good corporate governance (GCG) serta regulasi.
Semisal pernyataan antimonopoli, pencucian uang, penyuapan dan lain-lain.
Lalu setelah menuai kesepakatan badan usaha swasta ihwal pemenang pengadaan, maka akan dibicarakan terkait aspek komersial serta inspeksi bersama yang dilakukan.
“Tahap akhir adalah pengiriman kargo yang sudah disepakati sekitar pekan ketiga Oktober,” Roberth menambahkan.
Petinggi Pertamina itu menegaskan proses tersebut berjalan dengan kesepakatan dari para SPBU swasta.
Dijelaskan bahwa pengiriman kargo dalam satu pengadaan yang sama. Jadi tidak terpisah-pisah antara badan usaha.
BP AKR telah menyatakan komitmennya untuk segera memulihkan stok BBM. Mereka ingin memastikan terpenuhinya pasokan base fuel atau bahan bakar murni yang mencakupi tiga aspek tata kelola.
Seluruhnya meliputi kepatuhan (compliance), kesesuaian spesifikasi serta standar kualitas maupun komersial.
“Fokus kami tetap sama, yaitu memastikan kualitas produk yang konsisten serta memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan,” bunyi pengumuman manajemen BP-AKR dalam kesempatan terpisah.
Di sisi lain, Exxon maupun Shell belum melanjutkan pembicaraan mengenai kuota impor tambahan di sisah 2025.
Shell perlu berkoordinasi dengan kantor pusat. Sementara Exxon akan berdiskusi untuk kebutuhan November.
Mengingat Exxon masih memiliki stok bahan bakar yang memadai. Jadi tetap bisa melayani para konsumen.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
02 Februari 2026, 17:00 WIB
01 Februari 2026, 15:00 WIB
31 Januari 2026, 13:00 WIB
28 Januari 2026, 18:00 WIB
20 Januari 2026, 08:00 WIB
Terkini
11 Februari 2026, 09:00 WIB
Beberapa motor matic 150 cc seperti Vario, Nmax Neo sampai Vespa Sprint terpantau tidak mengalami kenaikan
11 Februari 2026, 08:00 WIB
Seorang tenaga penjual mengungkapkan, diskon motor listrik Honda CUV e: di IIMS 2026 sampai Rp 24 juta
11 Februari 2026, 07:00 WIB
Mitsubishi memilih untuk fokus pada pengembangan produk dan layanan konsumen ketimbang ikut perang harga
11 Februari 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta kembali diterapkan pada 11 Februari 2026 sehingga masyarakat harus siapkan rute alternatif
11 Februari 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta melayani prosedur perpanjangan SIM A dan C, namun ada persyaratan yang harus dipenuhi
11 Februari 2026, 06:00 WIB
Warga Kota Kembang, bisa memilih salah satu lokasi SIM keliling Bandung yang dioperasikan pihak kepolisian
10 Februari 2026, 21:00 WIB
Kemenhub terus melakukan sosialisasi seritifkasi untuk bengkel-bengkel modifikasi yang ada di Indonesia
10 Februari 2026, 20:30 WIB
Suzuki Jimny 5 Door yang merupakan pemenang kontes modifikasi berskala nasional tampil memukau di IIMS 2026