Permintaan Mobil Listrik Diprediksi Meningkat Dampak Perang Iran
26 Maret 2026, 20:07 WIB
Proses negosiasi antara Pertamina bersama BP AKR dan Vivo mengenai kuota tambahan impor BBM terus berjalan
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – BP AKR dan Vivo masih mengalami kelangkaan bahan bakar minyak (BBM). Kondisi ini sudah terjadi sejak Agustus 2025.
Pertamina pun buka suara mengenai kabar terbaru kuota impor tambahan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta.
“Masih menunggu final (negosiasi), kalau kargo pesanan Pertamina sudah sesuai jadwal,” ungkap Roberth MV Dumatubun, PJ Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga di Antara, Selasa (14/10).
Roberth menjelaskan bahwa sampai sekarang Pertamina terus menjalin komunikasi dengan pihak-pihak terkait.
Mereka berusaha untuk menuntaskan proses impor BBM bagi BP AKR maupun Vivo dalam waktu dekat.
Apalagi sebelumnya BP AKR serta Vivo telah menindaklanjuti kerja sama impor BBM dengan perusahaan pelat merah itu.
“Beberapa badan usaha swasta sudah dalam tahap nego dengan syarat dan ketentuan yang disampaikan. Kami coba bantu dari sisi penyediaannya,” Roberth melanjutkan.
Selanjutnya Pertamina bersama para SPBU swasta bakal melakukan kesepakatan ihwal dokumen pernyataan dalam rangka menjaga good corporate governance (GCG) serta regulasi.
Semisal pernyataan antimonopoli, pencucian uang, penyuapan dan lain-lain.
Lalu setelah menuai kesepakatan badan usaha swasta ihwal pemenang pengadaan, maka akan dibicarakan terkait aspek komersial serta inspeksi bersama yang dilakukan.
“Tahap akhir adalah pengiriman kargo yang sudah disepakati sekitar pekan ketiga Oktober,” Roberth menambahkan.
Petinggi Pertamina itu menegaskan proses tersebut berjalan dengan kesepakatan dari para SPBU swasta.
Dijelaskan bahwa pengiriman kargo dalam satu pengadaan yang sama. Jadi tidak terpisah-pisah antara badan usaha.
BP AKR telah menyatakan komitmennya untuk segera memulihkan stok BBM. Mereka ingin memastikan terpenuhinya pasokan base fuel atau bahan bakar murni yang mencakupi tiga aspek tata kelola.
Seluruhnya meliputi kepatuhan (compliance), kesesuaian spesifikasi serta standar kualitas maupun komersial.
“Fokus kami tetap sama, yaitu memastikan kualitas produk yang konsisten serta memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan,” bunyi pengumuman manajemen BP-AKR dalam kesempatan terpisah.
Di sisi lain, Exxon maupun Shell belum melanjutkan pembicaraan mengenai kuota impor tambahan di sisah 2025.
Shell perlu berkoordinasi dengan kantor pusat. Sementara Exxon akan berdiskusi untuk kebutuhan November.
Mengingat Exxon masih memiliki stok bahan bakar yang memadai. Jadi tetap bisa melayani para konsumen.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
26 Maret 2026, 20:07 WIB
26 Maret 2026, 11:00 WIB
15 Maret 2026, 13:00 WIB
05 Maret 2026, 10:00 WIB
04 Maret 2026, 15:00 WIB
Terkini
27 Maret 2026, 20:00 WIB
Nio Firefly akan mengisi kelas yang sama dengan salah satu calon mobil listrik baru di RI, Honda Super One
27 Maret 2026, 17:53 WIB
Marc Marquez memiliki peluang besar dan modal penting dalam menjalani MotoGP Amerika 2026 di akhir pekan
27 Maret 2026, 15:00 WIB
2,3 juta kendaraan diklaim sudah kembali ke Ibu Kota dan jumlahnya akan terus meningkat jelang akhir pekan
27 Maret 2026, 11:00 WIB
One way lokal di tol Trans Jawa mulai dilaksanakan guna kurangi kemacetan lalu lintas yang terjadi sejak pagi
27 Maret 2026, 09:00 WIB
Permintaan fleet untuk kendaraan niaga jadi salah satu faktor pendorong penjualan mobil di Februari 2026
27 Maret 2026, 07:31 WIB
Salah satu yang dilakukan Veda Ega Pratama adalah dengan bermain game MotoGP demi mengenali karakteristik COTA
27 Maret 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, fasilitas SIM keliling Jakarta masih melayani permohonan perpanjangan masa berlaku SIM
27 Maret 2026, 06:00 WIB
Pembatasan ganjil genap Jakarta kembali diterapkan saat akhir pekan untuk atasi kemacetan lalu lintas