Daftar Lengkap Harga BBM September 2026 Usai Pertamax Green Naik
02 September 2026, 19:52 WIB
Proses negosiasi antara Pertamina bersama BP AKR dan Vivo mengenai kuota tambahan impor BBM terus berjalan
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – BP AKR dan Vivo masih mengalami kelangkaan bahan bakar minyak (BBM). Kondisi ini sudah terjadi sejak Agustus 2025.
Pertamina pun buka suara mengenai kabar terbaru kuota impor tambahan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta.
“Masih menunggu final (negosiasi), kalau kargo pesanan Pertamina sudah sesuai jadwal,” ungkap Roberth MV Dumatubun, PJ Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga di Antara, Selasa (14/10).
Roberth menjelaskan bahwa sampai sekarang Pertamina terus menjalin komunikasi dengan pihak-pihak terkait.
Mereka berusaha untuk menuntaskan proses impor BBM bagi BP AKR maupun Vivo dalam waktu dekat.
Apalagi sebelumnya BP AKR serta Vivo telah menindaklanjuti kerja sama impor BBM dengan perusahaan pelat merah itu.
“Beberapa badan usaha swasta sudah dalam tahap nego dengan syarat dan ketentuan yang disampaikan. Kami coba bantu dari sisi penyediaannya,” Roberth melanjutkan.
Selanjutnya Pertamina bersama para SPBU swasta bakal melakukan kesepakatan ihwal dokumen pernyataan dalam rangka menjaga good corporate governance (GCG) serta regulasi.
Semisal pernyataan antimonopoli, pencucian uang, penyuapan dan lain-lain.
Lalu setelah menuai kesepakatan badan usaha swasta ihwal pemenang pengadaan, maka akan dibicarakan terkait aspek komersial serta inspeksi bersama yang dilakukan.
“Tahap akhir adalah pengiriman kargo yang sudah disepakati sekitar pekan ketiga Oktober,” Roberth menambahkan.
Petinggi Pertamina itu menegaskan proses tersebut berjalan dengan kesepakatan dari para SPBU swasta.
Dijelaskan bahwa pengiriman kargo dalam satu pengadaan yang sama. Jadi tidak terpisah-pisah antara badan usaha.
BP AKR telah menyatakan komitmennya untuk segera memulihkan stok BBM. Mereka ingin memastikan terpenuhinya pasokan base fuel atau bahan bakar murni yang mencakupi tiga aspek tata kelola.
Seluruhnya meliputi kepatuhan (compliance), kesesuaian spesifikasi serta standar kualitas maupun komersial.
“Fokus kami tetap sama, yaitu memastikan kualitas produk yang konsisten serta memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan,” bunyi pengumuman manajemen BP-AKR dalam kesempatan terpisah.
Di sisi lain, Exxon maupun Shell belum melanjutkan pembicaraan mengenai kuota impor tambahan di sisah 2025.
Shell perlu berkoordinasi dengan kantor pusat. Sementara Exxon akan berdiskusi untuk kebutuhan November.
Mengingat Exxon masih memiliki stok bahan bakar yang memadai. Jadi tetap bisa melayani para konsumen.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
02 September 2026, 19:52 WIB
01 September 2026, 20:09 WIB
31 Agustus 2026, 17:18 WIB
25 Agustus 2026, 17:00 WIB
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
Terkini
17 September 2026, 15:00 WIB
Merek mobil mewah di RI alami kenaikan penjualan sepanjang periode Agustus 2026, termasuk BMW dan Lexus
17 September 2026, 13:00 WIB
Kei car bertenaga listrik Suzuki e Sky punya peluang hadir di Indonesia sebagai perkenalan atau bahan studi
17 September 2026, 11:00 WIB
Penjualan landai, GWM percaya diri kehadiran produk baru masih bisa bantu tumbuhkan penjualan di 2026
17 September 2026, 09:00 WIB
Hyundai tampaknya tengah menyiapkan versi baru dari Stargazer Cartenz, PT HMID masih enggan buka suara
17 September 2026, 07:41 WIB
Changan Deepal S05 hadir di Indonesia sebagai kendaraaan dengan jenis penggera REEV pertama di Tanah Air
17 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung hari ini ada di dua lokasi, agar bisa lebih mudah ditemukan oleh para pengendara
17 September 2026, 06:00 WIB
Selain mengandalkan ETLE statis dan mobile, sistem Ganjil Genap Jakarta juga dibantu oleh para petugas
17 September 2026, 06:00 WIB
Jangan sampai salah, SIM keliling Jakarta hanya melayani perpanjangan untuk SIM yang belum kedaluwarsa