Harga BBM SPBU Swasta di Januari 2026, Shell sampai Vivo Turun
01 Januari 2026, 11:12 WIB
Proses negosiasi antara Pertamina bersama BP AKR dan Vivo mengenai kuota tambahan impor BBM terus berjalan
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – BP AKR dan Vivo masih mengalami kelangkaan bahan bakar minyak (BBM). Kondisi ini sudah terjadi sejak Agustus 2025.
Pertamina pun buka suara mengenai kabar terbaru kuota impor tambahan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta.
“Masih menunggu final (negosiasi), kalau kargo pesanan Pertamina sudah sesuai jadwal,” ungkap Roberth MV Dumatubun, PJ Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga di Antara, Selasa (14/10).
Roberth menjelaskan bahwa sampai sekarang Pertamina terus menjalin komunikasi dengan pihak-pihak terkait.
Mereka berusaha untuk menuntaskan proses impor BBM bagi BP AKR maupun Vivo dalam waktu dekat.
Apalagi sebelumnya BP AKR serta Vivo telah menindaklanjuti kerja sama impor BBM dengan perusahaan pelat merah itu.
“Beberapa badan usaha swasta sudah dalam tahap nego dengan syarat dan ketentuan yang disampaikan. Kami coba bantu dari sisi penyediaannya,” Roberth melanjutkan.
Selanjutnya Pertamina bersama para SPBU swasta bakal melakukan kesepakatan ihwal dokumen pernyataan dalam rangka menjaga good corporate governance (GCG) serta regulasi.
Semisal pernyataan antimonopoli, pencucian uang, penyuapan dan lain-lain.
Lalu setelah menuai kesepakatan badan usaha swasta ihwal pemenang pengadaan, maka akan dibicarakan terkait aspek komersial serta inspeksi bersama yang dilakukan.
“Tahap akhir adalah pengiriman kargo yang sudah disepakati sekitar pekan ketiga Oktober,” Roberth menambahkan.
Petinggi Pertamina itu menegaskan proses tersebut berjalan dengan kesepakatan dari para SPBU swasta.
Dijelaskan bahwa pengiriman kargo dalam satu pengadaan yang sama. Jadi tidak terpisah-pisah antara badan usaha.
BP AKR telah menyatakan komitmennya untuk segera memulihkan stok BBM. Mereka ingin memastikan terpenuhinya pasokan base fuel atau bahan bakar murni yang mencakupi tiga aspek tata kelola.
Seluruhnya meliputi kepatuhan (compliance), kesesuaian spesifikasi serta standar kualitas maupun komersial.
“Fokus kami tetap sama, yaitu memastikan kualitas produk yang konsisten serta memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan,” bunyi pengumuman manajemen BP-AKR dalam kesempatan terpisah.
Di sisi lain, Exxon maupun Shell belum melanjutkan pembicaraan mengenai kuota impor tambahan di sisah 2025.
Shell perlu berkoordinasi dengan kantor pusat. Sementara Exxon akan berdiskusi untuk kebutuhan November.
Mengingat Exxon masih memiliki stok bahan bakar yang memadai. Jadi tetap bisa melayani para konsumen.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
01 Januari 2026, 11:12 WIB
01 Januari 2026, 07:00 WIB
30 Desember 2025, 09:00 WIB
24 Desember 2025, 20:00 WIB
20 Desember 2025, 15:00 WIB
Terkini
09 Januari 2026, 19:00 WIB
Sejumlah komunitas motor berkumpul di kawasan Sentul, Jawa Barat untuk kamping bersama menyambut silahturahmi
09 Januari 2026, 18:00 WIB
Nama Hyundai Ioniq 5 N ramai jadi perbincangan pasca terbakar di Medan, diduga milik Gubernur Sumatera Utara
09 Januari 2026, 17:00 WIB
Hyundai mengalami penurunan penjualan mobil di penghujung tahun, menjadi capaian terendahnya sepanjang 2025
09 Januari 2026, 16:00 WIB
Ada syarat yang harus dipenuhi untuk memanfaatkan diskon Suzuki Jimny 5 pintu sebesar Rp 100 juta di awal 2026
09 Januari 2026, 15:00 WIB
Model edisi khusus Toyota GR Yaris Morizo RR hanya bisa dibeli melalui aplikasi GR App, unitnya terbatas
09 Januari 2026, 14:00 WIB
Demi mengurai kemacetan yang sering terjadi, kepolisian menyiapkan ganjil genap Puncak Bogor dan one way
09 Januari 2026, 13:00 WIB
Motul mendukung pembalap Indonesia dan para pembalap yang ikut serta dalam ajang balap Rally Dakar 2026
09 Januari 2026, 12:00 WIB
Suzuki Indonesia mulai waspadai potensi penurunan ekspor kendaraan akibat adanya sistem proteksi di Meksiko