Daftar SPBU Vivo dan BP AKR yang Sudah Menjual BBM RON 92
26 November 2025, 22:30 WIB
Proses negosiasi antara Pertamina bersama BP AKR dan Vivo mengenai kuota tambahan impor BBM terus berjalan
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – BP AKR dan Vivo masih mengalami kelangkaan bahan bakar minyak (BBM). Kondisi ini sudah terjadi sejak Agustus 2025.
Pertamina pun buka suara mengenai kabar terbaru kuota impor tambahan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta.
“Masih menunggu final (negosiasi), kalau kargo pesanan Pertamina sudah sesuai jadwal,” ungkap Roberth MV Dumatubun, PJ Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga di Antara, Selasa (14/10).
Roberth menjelaskan bahwa sampai sekarang Pertamina terus menjalin komunikasi dengan pihak-pihak terkait.
Mereka berusaha untuk menuntaskan proses impor BBM bagi BP AKR maupun Vivo dalam waktu dekat.
Apalagi sebelumnya BP AKR serta Vivo telah menindaklanjuti kerja sama impor BBM dengan perusahaan pelat merah itu.
“Beberapa badan usaha swasta sudah dalam tahap nego dengan syarat dan ketentuan yang disampaikan. Kami coba bantu dari sisi penyediaannya,” Roberth melanjutkan.
Selanjutnya Pertamina bersama para SPBU swasta bakal melakukan kesepakatan ihwal dokumen pernyataan dalam rangka menjaga good corporate governance (GCG) serta regulasi.
Semisal pernyataan antimonopoli, pencucian uang, penyuapan dan lain-lain.
Lalu setelah menuai kesepakatan badan usaha swasta ihwal pemenang pengadaan, maka akan dibicarakan terkait aspek komersial serta inspeksi bersama yang dilakukan.
“Tahap akhir adalah pengiriman kargo yang sudah disepakati sekitar pekan ketiga Oktober,” Roberth menambahkan.
Petinggi Pertamina itu menegaskan proses tersebut berjalan dengan kesepakatan dari para SPBU swasta.
Dijelaskan bahwa pengiriman kargo dalam satu pengadaan yang sama. Jadi tidak terpisah-pisah antara badan usaha.
BP AKR telah menyatakan komitmennya untuk segera memulihkan stok BBM. Mereka ingin memastikan terpenuhinya pasokan base fuel atau bahan bakar murni yang mencakupi tiga aspek tata kelola.
Seluruhnya meliputi kepatuhan (compliance), kesesuaian spesifikasi serta standar kualitas maupun komersial.
“Fokus kami tetap sama, yaitu memastikan kualitas produk yang konsisten serta memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan,” bunyi pengumuman manajemen BP-AKR dalam kesempatan terpisah.
Di sisi lain, Exxon maupun Shell belum melanjutkan pembicaraan mengenai kuota impor tambahan di sisah 2025.
Shell perlu berkoordinasi dengan kantor pusat. Sementara Exxon akan berdiskusi untuk kebutuhan November.
Mengingat Exxon masih memiliki stok bahan bakar yang memadai. Jadi tetap bisa melayani para konsumen.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
26 November 2025, 22:30 WIB
25 November 2025, 17:29 WIB
20 November 2025, 14:00 WIB
18 November 2025, 17:00 WIB
18 November 2025, 09:00 WIB
Terkini
29 November 2025, 09:00 WIB
Kepolisian ungkap jumlah kecelakaan lalu lintas pada semester I 2025 mengalami penurunan dibanding 2024
29 November 2025, 08:00 WIB
Selama GJAW 2025, banyak tenaga penjual yang menawarkan potongan harga untuk pembelian semua mobil LCGC
29 November 2025, 07:00 WIB
Daihatsu ungkap salah satu program CSR, upaya untuk menjaga kelestarian lingkungan berupa konservasi penyu
29 November 2025, 06:07 WIB
Express akan menggunakan Citroen E-C3 sebagai armada taksi untuk memenuhi kebutuhan para konsumen di Indonesia
28 November 2025, 22:00 WIB
Mitsubishi juga punya produk Multi Purpose Vehicle atau MPV hybrid yakni Xpander, namun belum dipasarkan di RI
28 November 2025, 20:00 WIB
Korlantas Polri melakukan berbagai persiapan untuk menyambut libur Nataru, demi kelancaran para pengendara
28 November 2025, 19:00 WIB
Sistem Y-Shift Yamaha NMax Turbo bikin berkendara di jalan-jalan pegunungan makin menyenangkan. Berikut cara memaksimalkannya.
28 November 2025, 17:00 WIB
Changan Deepal S07 dipasarkan sebagai SUV yang memiliki berbagai keunggulan mulai dari fitur hingga teknologi