Toyota Pertegas Strategi Multi-Pathway, Ada Produk Baru di GIIAS
01 Agustus 2026, 19:18 WIB
Ada produk baru dengan harga kompetitif disinyalir jadi salah satu faktor penyebab lesunya penjualan LCGC
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Pasar mobil Low Cost Green Car (LCGC) seperti tidak berdaya di 2025. Kinerjanya masih jauh dari harapan banyak pihak.
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengungkapkan ada sejumlah tantangan bagi kendaraan roda empat berbanderol terjangkau itu.
"LCGC juga kena imbas dengan masuknya merek-merek atau model-model baru," ungkap Jongkie Sugiarto, Ketua I Gaikindo kepada KatadataOTO, Senin (13/10).
Jongkie menuturkan bahwa mobil-mobil anyar yang datang ke pasar Indonesia menggerogoti segmen LCGC.
Sebab mampu mendorong masyarakat buat berpaling dari Daihatsu Sigra, Toyota Calya dan lain-lain.
Apalagi produk baru yang diniagakan memiliki banderol sangat kompetitif. Membuat konsumen di dalam negeri semakin tergoda.
Sayang Jongkie tidak menyebutkan secara spesifik kendaraan roda empat apa yang mengganggu pasar mobil LCGC.
Akan tetapi bila dilihat, BYD Atto 1 disebut-sebut mampu menghadang kinerja Honda Brio Satya sampai Toyota Agya.
Terlebih Electric Vehicle (EV) asal Cina tersebut diniagakan dengan harga cukup terjangkau, yakni mulai Rp 195 jutaan.
Di mana angka di atas sangat bersinggungan dengan harga mobil LCGC yang dijual di Tanah Air.
Ditambah mobil listrik BYD tersebut diklaim mendapat sambutan positif sejak diluncurkan pada GIIAS 2025.
Sebagai informasi, menurut data Gaikindo pada September 2025 distribusi LCGC dari pabrik ke diler (wholesales) hanya 7.795 unit saja.
Angka di atas terkoreksi cukup dalam, yakni 5,7 persen bila dibandingkan 8.270 unit pada Agustus 2025.
Sedangkan secara kumulatif wholesales mobil LCGC sejak Januari sampai September 2025 berkisar 89.051 unit.
Data-data di atas menggambarkan kondisi ekonomi di Indonesia masih belum pulih jelang akhir tahun.
Mengingat kendaraan roda empat tersebut cukup digandrungi oleh masyarakat kelas menengah ke bawah di Tanah Air.
Tandanya kemampuan masyarakat kelas menengah ke bawah untuk membeli kendaraan sangat terganggu.
"Memang daya beli masyarakat belum kembali normal," kata Jongkie.
Para pemangku kebijakan pun harus segera memberikan perhatian khusus. Sebab kondisi seperti ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut.
Pasalnya berpotensi membawa dampak buruk lebih besar lagi. Terutama bagi sektor otomotif maupun pendapatan negara.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
01 Agustus 2026, 19:18 WIB
01 Agustus 2026, 06:00 WIB
31 Juli 2026, 13:29 WIB
31 Juli 2026, 13:29 WIB
30 Juli 2026, 16:49 WIB
Terkini
01 Agustus 2026, 19:24 WIB
BlackVue Elite 10-2CH resmi dipasarkan dan dilengkapi AI untuk membantu pengguna memahami data berkendara
01 Agustus 2026, 19:18 WIB
Toyota terus menghadirkan berbagai model kendaraan, mulai dari bermesin bensin, BEV hingga hybrid di GIIAS
01 Agustus 2026, 19:16 WIB
Chery Group kembali membawa opsi baru kendaraan ramah lingkungan di GIIAS 2026, iCar V27 berteknologi REEV
01 Agustus 2026, 12:00 WIB
All New Kia Seltos resmi dipasarkan dengan harga Rp 359 juta yang membuatnya lebih murah daripada Xforce
01 Agustus 2026, 11:00 WIB
Changan Nevo Q05 dirancang untuk menjadi SUV listrik kompak yang praktis, lincah, namun tetap kaya akan fitur
01 Agustus 2026, 10:00 WIB
Isuzu ELF NLR disulap untuk menjadi campervan dan memenuhi kebutuhan pemilik konten JAJAGO di Indonesia
01 Agustus 2026, 08:00 WIB
Jaecoo memperkenalkan fitur SIVP untuk pertama kalinya di Indonesia serta diimplementasikan di J7 SIVP
01 Agustus 2026, 07:00 WIB
Hyundai luncurkan deretan kendaraan elektrifikasi mulai Hyundai Staria EV, Ioniq 9 hingga Neira Prototype