Ganjil genap Jakarta Hari ini Kamis 30 April 2026, Terakhir Pekan Ini
30 April 2026, 06:00 WIB
Usulan ganjil genap 24 jam ditolak Penjabat Gubernur DKI Jakarta karena dinilai menghambat aktivitas masyarakat
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Beberapa waktu lalu, Ida Mahmudah, Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta mengusulkan agar ganjil genap berlaku 24 jam. Tujuannya untuk mengurangi jumlah kendaraan di jalan dan meningkatkan kualitas udara di Ibu Kota.
Meski dianggap sebagai ide bagus oleh Heru Budi Hartono, Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, usulan tetap sulit diterapkan. Pasalnya perlu banyak kajian sebelum melaksanakan kebijakan baru.
"Saya tidak akan menerapkan ganjil genap 24 jam. Masyarakat bisa kesulitan beraktivitas meski kondisinya darurat,” tegas Heru (26/08).
Dilansir Antara, ia memberi contoh orang tua yang hendak mengantarkan anaknya ke rumah sakit terhambat karena adanya aturan itu.
"Kami pikirkan dampaknya. Kan tidak semua orang punya dua atau tiga kendaraan bernomor ganjil dan genap,” tegas Heru.
Meski demian dirinya siap untuk menemui sejumlah kepala daerah di wilayah penyangga Jakarta yakni Bekasi, Depok, Tangerang serta Bogor. Dirinya ingin membahas skema ganjil genap terbaru dan beberapa kebijakan lain.
Diharapkan melalui pertemuan tersebut bisa ditemukan solusi untuk mengurangi kepadatan dan polusi udara di Jakarta.
Kebijakan baru juga sedang disiapkan oleh Kementerian Perhubungan untuk kawasan Jakarta yaitu 4 in 1. Dilansir dari Katadata, aturan ini membuat satu mobil wajib memiliki 4 orang penumpang termasuk pengemudi.
Budi Karya Sumadi, Menteri Perhubungan menilai pembatasan ini dapat mengurangi jumlah mobil di Ibu Kota, khususnya orang-orang yang datang dari kota penyangga DKI Jakarta. Pasalnya kebanyakan dari mereka menggunakan kendaraan pribadi saat pergi bekerja.
"Katakanlah mereka dari Bekasi, Tangerang atau Depok. Mereka bersama-sama ke kantor, gantian mobilnya sehingga jumlahnya di Jakarta menurun," kata Budi (14/8).
4 in 1 merupakan pengembangan dari aturan lama yaitu 3 in 1 yang sudah dihentikan sejak 2016. Pasalnya banyak masyarakat mengakalinya dengan menjadi joki di sehingga dinilai tidak lagi efektif.
Kebijakan tersebut kemudian digantikan ganjil genap yang sebelumnya hanya berlaku di beberapa ruas saja. Karena dinilai efektif, pembatasan berkembang menjadi puluhan lokasi agar masyarakat menggunakan kendaraan umum.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
30 April 2026, 06:00 WIB
29 April 2026, 06:00 WIB
28 April 2026, 06:00 WIB
27 April 2026, 06:14 WIB
22 April 2026, 06:00 WIB
Terkini
01 Mei 2026, 16:20 WIB
Para buruh di Indonesia mendapatkan kado pada Mayday 2026, sebab harga BBM di seluruh SPBU tidak naik
01 Mei 2026, 16:17 WIB
Concept97 bakal diluncurkan sebagai Freelander 8, bakal tersedia dalam opsi EV maupun hybrid model PHEV
01 Mei 2026, 06:00 WIB
Kepolisian di Kota Kembang tetap menghadirkan SIM keliling Bandung di dua tempat berbeda pada Jumat (01/05)
30 April 2026, 19:00 WIB
Pameran modifikasi The Elite Showcase 2026 bakal digelar di ICE BSD, Tangerang pada 9-10 Mei mendatang
30 April 2026, 17:00 WIB
Chery OMODA C5 hadir dengan menawarkan kenyamanan lebih dan diharapkan bisa menggantikan E5 di masa mendatang
30 April 2026, 15:00 WIB
Demi menguasai pasar otomotif di seluruh dunia, pendiri Chery mengaku telah menyiapkan strategi 'double T'
30 April 2026, 13:35 WIB
Lepas memperkenalkan sejumlah produk andalan di Auto China 2026, salah satunya adalah mobil listrik L4
30 April 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung melayani para pemilik motor dan mobil yang ingin mengurus dokumen berkendara hari ini