Ganjil Genap Jakarta 6 Maret 2026, Sambut Libur Akhir Pekan
06 Maret 2026, 06:00 WIB
Usulan ganjil genap 24 jam ditolak Penjabat Gubernur DKI Jakarta karena dinilai menghambat aktivitas masyarakat
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Beberapa waktu lalu, Ida Mahmudah, Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta mengusulkan agar ganjil genap berlaku 24 jam. Tujuannya untuk mengurangi jumlah kendaraan di jalan dan meningkatkan kualitas udara di Ibu Kota.
Meski dianggap sebagai ide bagus oleh Heru Budi Hartono, Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, usulan tetap sulit diterapkan. Pasalnya perlu banyak kajian sebelum melaksanakan kebijakan baru.
"Saya tidak akan menerapkan ganjil genap 24 jam. Masyarakat bisa kesulitan beraktivitas meski kondisinya darurat,” tegas Heru (26/08).
Dilansir Antara, ia memberi contoh orang tua yang hendak mengantarkan anaknya ke rumah sakit terhambat karena adanya aturan itu.
"Kami pikirkan dampaknya. Kan tidak semua orang punya dua atau tiga kendaraan bernomor ganjil dan genap,” tegas Heru.
Meski demian dirinya siap untuk menemui sejumlah kepala daerah di wilayah penyangga Jakarta yakni Bekasi, Depok, Tangerang serta Bogor. Dirinya ingin membahas skema ganjil genap terbaru dan beberapa kebijakan lain.
Diharapkan melalui pertemuan tersebut bisa ditemukan solusi untuk mengurangi kepadatan dan polusi udara di Jakarta.
Kebijakan baru juga sedang disiapkan oleh Kementerian Perhubungan untuk kawasan Jakarta yaitu 4 in 1. Dilansir dari Katadata, aturan ini membuat satu mobil wajib memiliki 4 orang penumpang termasuk pengemudi.
Budi Karya Sumadi, Menteri Perhubungan menilai pembatasan ini dapat mengurangi jumlah mobil di Ibu Kota, khususnya orang-orang yang datang dari kota penyangga DKI Jakarta. Pasalnya kebanyakan dari mereka menggunakan kendaraan pribadi saat pergi bekerja.
"Katakanlah mereka dari Bekasi, Tangerang atau Depok. Mereka bersama-sama ke kantor, gantian mobilnya sehingga jumlahnya di Jakarta menurun," kata Budi (14/8).
4 in 1 merupakan pengembangan dari aturan lama yaitu 3 in 1 yang sudah dihentikan sejak 2016. Pasalnya banyak masyarakat mengakalinya dengan menjadi joki di sehingga dinilai tidak lagi efektif.
Kebijakan tersebut kemudian digantikan ganjil genap yang sebelumnya hanya berlaku di beberapa ruas saja. Karena dinilai efektif, pembatasan berkembang menjadi puluhan lokasi agar masyarakat menggunakan kendaraan umum.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
06 Maret 2026, 06:00 WIB
05 Maret 2026, 06:00 WIB
03 Maret 2026, 06:00 WIB
02 Maret 2026, 06:00 WIB
27 Februari 2026, 06:00 WIB
Terkini
07 Maret 2026, 11:00 WIB
Berkaca pada tren pada tahun-tahun sebelumnya, minat masyarakat terhadap mobil bekas meningkat jelang Lebaran
07 Maret 2026, 09:06 WIB
JAC di bawah naungan Indomobil membuka diler 3S pertama di kawasan Pantai Indah Kapuk guna permudah konsumen
06 Maret 2026, 22:30 WIB
Jaecoo Indonesia terus menambah jumlah diler untuk bisa lebih maksimal dalam menghadirkan layanan terbaik
06 Maret 2026, 22:00 WIB
Inovasi terbaru dari Otospector untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat membeli mobil bekas berkualitas
06 Maret 2026, 20:00 WIB
Guna menjangkau lebih banyak konsumen, Ford memperluas jaringan diler dan membuka perdana outlet FEC
06 Maret 2026, 16:00 WIB
BAIC Indonesia berencana untuk meningkatkan penjualan dengan menambah lini produk ramah lingkungan mereka
06 Maret 2026, 14:00 WIB
Xpeng menyambut musim mudik Lebaran 2026 dengan memberikan beragam kemudahan purna jual untuk pelanggan
06 Maret 2026, 12:00 WIB
Kemenhub menyiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas yang akan diberlakukan saat mudik Lebaran 2026 mendatang