Merek Mobil Terlaris Juli 2026: Mitsubishi Kembali ke Tiga Besar
13 Agustus 2026, 18:54 WIB
Pasar mobil dunia akan didominasi oleh pabrikan asal China pada 2030 dengan pertumbuhan yang signifikan
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Satu dari tiap tiga unit yang terjual di dunia pada 2023 merupakan hasil produksi China. Ini adalah hasil studi AlixPartners beberapa waktu lalu.
Saat ini China sudah menguasai sedikitnya 21 persen pasar mobil dunia. Namun jumlah itu akan terus berkembang hingga mencapai 33 persen seiring dengan semakin masifnya kegiatan ekspor yang mereka lakukan.
Pertumbuhan terbesar pabrikan China diyakini datang dari dalam negeri. Sekarang 59 persen pasar China dikuasai oleh pabrikan dalam negeri dan bakal meningkat jadi 72 persen di 2030.
Namun pertumbuhan ekspor juga menjadi kekhawatiran bagi produsen kendaraan dunia lainnya. Pasalnya penjualannya diperkirakan bakal meledak ke angka 9 juta unit di 2030, naik signifikan dibanding kondisi pasar saat ini sebesar 3 juta unit.
Meskipun ada langkah proteksi oleh pemerintah Amerika Serikat tapi tetap saja tidak bisa membendung pertumbuhan. Diperkirakan penjualan mobil China di 2030 akan mencapai 3 persen, naik dari 2024 yang cuma 1 persen.
Walau pasar Eropa sekarang hanya dikuasai 6 persen tapi diperkirakan ada kenaikan hingga menjadi 12 persen di 2030.
Peningkatan signifikan akan hadir di pasar Rusia. Saat ini pasar kendaraan China di negeri Beruang Merah hanya 33 persen namun di akhir dekade bakal mencapai 69 persen.
Sementara penjualan di Asia Selatan dan Asia Tenggara termasuk Indonesia juga meningkat signifikan. Berdasarkan studi yang dikeluarkan terlihat bahwa China baru menguasai market share sebesar 3 persen.
Namun pada 2030, pangsa pasar di kedua wilayah tersebut akan meningkat jadi 31 persen.
Sementara penjualan di Timur Tengah serta Afrika diperkirakan tumbuh menjadi 39 persen. Sedangkan Amerika Tengah dan Selatan pun meningkat dari 7 ke 28 persen pada akhir dekade.
Ada banyak penyebab mengapa pabrikan asal China tumbuh signifikan. Salah satunya adalah strategi penetapan harga yang cukup agresif.
Tak hanya itu, mereka juga sangat cepat dalam mengembangkan sebuah teknologi, jauh melampaui negara lain. Sehingga modelnya bisa lebih menjawab kebutuhan pelanggannya.
“Pabrikan asal China fokus pada pengembangan fitur yang bisa dinikmati pelanggan seperti desain dan teknologi dalam kabin. Mereka juga sangat fokus mempertahankan harga agar kompetitif sehingga memikat pelanggan,” pungkas Andrew Bergbaum dari AlixPartners, dikutip dari Carscoops
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
13 Agustus 2026, 18:54 WIB
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
25 Juli 2026, 22:43 WIB
28 Juni 2026, 09:00 WIB
12 Juni 2026, 07:00 WIB
Terkini
16 Agustus 2026, 18:00 WIB
Farizon V8E dinilai cocok untuk memenuhi kebutuhan dapur SPPG guna menyalurkan MBG ke sekolah-sekolah
16 Agustus 2026, 17:12 WIB
Smart menghadirkan reinkarnasi dari ForTwo, kini bertenaga listrik dan memiliki tampilan yang lebih modern
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
Prabowo mendorong para produsen mengembangkan dan memproduksi motor listrik secara mandiri di Indonesia
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
Mobil listrik masih menunjukkan tren positif, model anyar seperti Wuling Aira ev catatkan wholesales tinggi
15 Agustus 2026, 18:57 WIB
Suzuki XL7 Facelift yang baru diluncurkan beberapa pekan lalu, sudah mendapat ribuan pemesanan dari konsumen
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E