Susunan Pembalap MotoGP 2027 Sudah Lengkap, Banyak Nama Baru
21 Oktober 2026, 17:00 WIB
Ada sejumlah spekulasi di balik simpang siurnya rencana Nissan dan Honda buat bergabung di tahun ini
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Tiga manufaktur asal Jepang yakni Honda, Nissan dan Mitsubishi beberapa waktu lalu direncanakan bergabung alias merger untuk memperkuat bisnis mereka. Namun, satu per satu merek terlibat justru mundur.
Kabar terbarunya, Nissan diisukan mundur dari rencana soal merger karena alasan yang belum diketahui. Hal ini diungkapkan oleh beberapa sumber internal yang enggan disebutkan namanya, kepada Reuters.
Padahal sebelumnya diketahui apabila bergabung ketiga merek itu digadang menjadi manufaktur otomotif terbesar ketiga di dunia.
Nissan juga akan melakukan pemotongan kerja besar-besaran. Total pekerja yang diputus kerja menurut data dari Reuters adalah sekitar sembilan ribu orang dan kapasitas penjualan sebanyak 20 persen.
Pasca kabar mundurnya Nissan dari merger beredar, harga saham mereka disebutkan sempat turun empat persen di Tokyo Stock Exchange, sementara milik Honda justru stabil dan diakhiri dengan kenaikan lebih dari delapan persen.
Fenomena itu dinilai menjadi bentuk kelegaan para investor karena Honda tidak jadi digabung membentuk satu perusahaan baru dengan Nissan maupun Mitsubishi.
Ada beberapa dugaan alasan Nissan batal bergabung dengan Honda, yakni karena tidak sesuainya kesepakatan awal yang disetujui oleh kedua belah pihak.
Namun tidak menutup kemungkinan beberapa isu muncul untuk memuluskan rencana merger yang menguntungkan salah satu pihak.
Dilansir dari Reuters, Rabu (5/2) kemungkinan besar adalah karena Honda mengungkapkan bahwa alih-alih merger, Nissan akan menjadi merek subsidiari pabrikan berlambang H itu.
Ditambah lagi adanya kebijakan tarif impor kendaraan dari Meksiko yang diwacanakan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Menurut pengamat, hal itu bakal sangat merugikan Nissan dan berpotensi membuat Honda ragu.
Meksiko sendiri menjadi salah satu pasar terpenting bagi Nissan dan tempat mereka memproduksi model seperti Kicks untuk diekspor ke 77 negara.
“Nissan juga punya risiko lebih besar terhadap dampak tarif impor AS-meksiko ketimbang Honda dan Toyota,” kata Vincent Sun, pengamat dari Morningstar.
Tetapi ketika dikonfirmasi, kedua pihak dalam pernyataan resmi terpisah menegaskan laporan tersebut bukan mengacu pada informasi resmi perusahaan. Keputusan akhir soal merger baru akan difinalisasi sekaligus diumumkan pada pertengahan Februari.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
21 Oktober 2026, 17:00 WIB
15 Oktober 2026, 07:00 WIB
13 Oktober 2026, 18:03 WIB
11 Oktober 2026, 09:00 WIB
04 Oktober 2026, 22:30 WIB
Terkini
22 Oktober 2026, 09:00 WIB
Usulan insentif mobil hybrid dinilai kurang tepat, seharusnya pemerintah lebih fokus pada bantuan untuk EV
22 Oktober 2026, 07:00 WIB
iCar Mod Fest menjadi tempat menampilkan karya kreatif konsumen dalam melakukan modifikasi pada kendaraan
21 Oktober 2026, 22:50 WIB
Leapmotor berusaha mematuhi mandatori TKDN 60 persen di 2027 yang telah ditetapkan oleh pemerintah Indonesia
21 Oktober 2026, 17:00 WIB
LCR Honda menunjuk David Alonso sebagai rekan Johann Zarco dan melengkapi susunan pembalap MotoGP 2027
21 Oktober 2026, 15:00 WIB
Bersamaan dengan acara Chery International User Summit 2026, iCar V25 resmi meluncur dan berpeluang masuk RI
21 Oktober 2026, 13:00 WIB
Pemesanan Chery Q yang tembus ribuan unit diyakini dapat berkontribusi dongkrak penjualan mereka di Indonesia
21 Oktober 2026, 11:00 WIB
Mobil hybrid masih jadi satu opsi utama kendaraan ramah lingkungan yang praktis, catat penjualan positif
21 Oktober 2026, 09:00 WIB
Berkat penggunaan Blade Battery 2.0, BYD Atto 1 generasi kedua kini bisa diisi daya dalam waktu lebih singkat