Cek Rekayasa Lalu Lintas Hari Ini, Ada Demo di Monas dan Istana
20 Oktober 2026, 11:00 WIB
Rekayasa lalu lintas di jalan TB Simaupang dihentikan karena sejumlah proyek pembangunan sudah selesai
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Pemerintah DKI melalui Dinas Perhubungan akan menghentikan rekayasa lalu lintas di jalan TB Simatupang. Kanalisasi gerbang tol Fatmawati 2 juga resmi dihentikan karena arus kendaraan dinilai sudah mulai normal.
Keputusan ini disampaikan lewat akun Instagram Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Dalam feed tersebut disampaikan bahwa rekayasa lalu lintas memang hanya akan diberlakukan pada 15 September hingga 24 Oktober 2025.
Penghentian ini dilakukan setelah berbagai kegiatan konstruksi di jalan TB Simatupang – RA. Kartini rampung dilakukan. Pekerjaan yang dilakukan adalah galian di Simpang Fatmawati serta instalasi perpipaan air bersi dari PAM Jaya dan PAL Jaya.
Selesainya pekerjaan di kawasan tersebut membuat lajur yang tadinya ditutup kini sudah kembali dibuka untuk dipakai oleh pengguna jalan. Sehingga arus kendaraan bisa lebih optimal seperti kondisi normal.
Selama rekayasa lalu lintas, masyarakat juga dinilai sudah mengubah kebiasaan menggunakan mobil pribadi menjadi transportasi umum. Hal ini terlihat dari meningkatnya jumlah penumpang MRT Jakarta.
Berdasarkan data dari Dinas Perhubungan, jumlah rata-rata penumpang yang naik turun di stasiun Fatmawati meningkat 23,97 persen. Angka ini dinilai meningkat cukup signifikan.
Selain itu, kinerja layanan angkutan umum selama pelaksanaan rekayasa lalu lintas juga tumbuh 17,81 persen. Pencapaian tersebut tak lepas dari keputusan pemerintah yang menambah layanan agar masyarakat berpindah dari kendaraan pribadi.
Sebelumnya diberitakan bahwa seluruh pekerjaan konstruksi telah membuat lalu lintas di jalan TB Simayupang macet parah. Situasi itu semakin menjadi khususnya saat jam sibuk seperti pagi serta sore hari.
Beragam cara dilakukan pemerintah untuk mengurangi kepadatan tersebut namun kemacetan tetap terjadi. Terlebih pada beberapa titik ruas jalan memang sempit sehingga memperlamat arus kendaraan.
Salah satu cara yang dinilai efektif ketika itu adalah memanfaatkan ruas jalan tol sisi paling kiri untuk dipakai masyarakat secara gratis. Dengan demikian lajur jalan jadi bertambah serta mempercepat laju arus kendaraan di lokasi.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
20 Oktober 2026, 11:00 WIB
10 April 2026, 15:04 WIB
07 April 2026, 11:06 WIB
07 April 2026, 06:00 WIB
06 April 2026, 06:01 WIB
Terkini
26 Oktober 2026, 17:17 WIB
PT CSI mulai melakukan distribusi mobil listrik Chery Q, tuai respons positif sejak debutnya di GIIAS 2026
26 Oktober 2026, 15:00 WIB
Robot Humanoid AiMOGA teranyar yang dikembangkan anak perusahaan Chery Group ini memiliki banyak kemampuan
26 Oktober 2026, 14:15 WIB
Final Battle Honda Modif Contest 2026 menjadi acara yang paling mencuri perhatian di HBD Ambarawa, Jawa Tengah
26 Oktober 2026, 11:00 WIB
Periklindo berharap pemerintah turut memberikan perhatian untuk kendaraan niaga listrik agar semakin diminati
26 Oktober 2026, 09:00 WIB
BMW dan Mercedes-Benz jadi merek mobil mewah yang mencatatkan kenaikan penjualan pada periode September 2026
26 Oktober 2026, 07:00 WIB
Mulai masuk pasar premium, pengamat otomotif menilai mobil Cina akan menghadapi persaingan sengit di RI
25 Oktober 2026, 13:18 WIB
Honda Bikers Day 2026 sukses diselenggarakan di Lapangan Panglima Jenderal Sudirman, Ambarawa, Jawa Tengah
24 Oktober 2026, 16:12 WIB
Marc Marquez menjadi yang terdepan di sprint race MotoGP Australia 2026 dan Jorge Martin mengalami kecelakaan