Kerap Macet, Jalur Puncak Jadi Perhatian Kapolda Jabar di Libur Nataru
10 Desember 2025, 08:00 WIB
Rekayasa lalu lintas di jalan TB Simaupang dihentikan karena sejumlah proyek pembangunan sudah selesai
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Pemerintah DKI melalui Dinas Perhubungan akan menghentikan rekayasa lalu lintas di jalan TB Simatupang. Kanalisasi gerbang tol Fatmawati 2 juga resmi dihentikan karena arus kendaraan dinilai sudah mulai normal.
Keputusan ini disampaikan lewat akun Instagram Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Dalam feed tersebut disampaikan bahwa rekayasa lalu lintas memang hanya akan diberlakukan pada 15 September hingga 24 Oktober 2025.
Penghentian ini dilakukan setelah berbagai kegiatan konstruksi di jalan TB Simatupang – RA. Kartini rampung dilakukan. Pekerjaan yang dilakukan adalah galian di Simpang Fatmawati serta instalasi perpipaan air bersi dari PAM Jaya dan PAL Jaya.
Selesainya pekerjaan di kawasan tersebut membuat lajur yang tadinya ditutup kini sudah kembali dibuka untuk dipakai oleh pengguna jalan. Sehingga arus kendaraan bisa lebih optimal seperti kondisi normal.
Selama rekayasa lalu lintas, masyarakat juga dinilai sudah mengubah kebiasaan menggunakan mobil pribadi menjadi transportasi umum. Hal ini terlihat dari meningkatnya jumlah penumpang MRT Jakarta.
Berdasarkan data dari Dinas Perhubungan, jumlah rata-rata penumpang yang naik turun di stasiun Fatmawati meningkat 23,97 persen. Angka ini dinilai meningkat cukup signifikan.
Selain itu, kinerja layanan angkutan umum selama pelaksanaan rekayasa lalu lintas juga tumbuh 17,81 persen. Pencapaian tersebut tak lepas dari keputusan pemerintah yang menambah layanan agar masyarakat berpindah dari kendaraan pribadi.
Sebelumnya diberitakan bahwa seluruh pekerjaan konstruksi telah membuat lalu lintas di jalan TB Simayupang macet parah. Situasi itu semakin menjadi khususnya saat jam sibuk seperti pagi serta sore hari.
Beragam cara dilakukan pemerintah untuk mengurangi kepadatan tersebut namun kemacetan tetap terjadi. Terlebih pada beberapa titik ruas jalan memang sempit sehingga memperlamat arus kendaraan.
Salah satu cara yang dinilai efektif ketika itu adalah memanfaatkan ruas jalan tol sisi paling kiri untuk dipakai masyarakat secara gratis. Dengan demikian lajur jalan jadi bertambah serta mempercepat laju arus kendaraan di lokasi.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
10 Desember 2025, 08:00 WIB
10 Desember 2025, 06:00 WIB
09 Desember 2025, 06:00 WIB
08 Desember 2025, 15:00 WIB
08 Desember 2025, 06:00 WIB
Terkini
10 Desember 2025, 15:00 WIB
Seorang konsumen loyal Mitsubishi Fuso di Surabaya resmi menerima 10 unit Fighter X FM65F TH 4x2 hari ini
10 Desember 2025, 14:00 WIB
Di penghujung tahun harga mobil listrik masih terbilang stabil, ada Changan Lumin mulai Rp 100 jutaan
10 Desember 2025, 13:00 WIB
Toyota RAV4 generasi terbaru berpeluang hadir di RI, model ini tersedia dalam opsi PHEV dan full hybrid
10 Desember 2025, 12:00 WIB
Pindad mematangkan rencana produksi mobil nasional sebagai wujud kemandirian industri otomotif nasional
10 Desember 2025, 11:00 WIB
Berbagai persiapan harus dilakukan sebelum pergi berlibur saat Nataru 2025-2026 agar perjalanan terasa nyaman
10 Desember 2025, 10:00 WIB
Chery santai menanggapi kedatangan Toyota Veloz Hybrid setelah resmi dipasarkan dalam pameran GJAW 2025
10 Desember 2025, 09:00 WIB
Absennya insentif otomotif bisa berdampak ke harga mobil termasuk EV, daya beli sampai keputusan investasi
10 Desember 2025, 08:00 WIB
Kapolda Jawa Barat memberi perhatian khusus pada jalur puncak saat libur Nataru karena kerap timbulkan kemacetan