BYD Atto 2 Terdaftar di Indonesia, Versi Terbarunya Debut
22 September 2026, 07:00 WIB
Berbanding terbalik dengan Indonesia, pemerintah AS bakal larang penjualan mobil China karena sejumlah alasan
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Jelang akhir masa pemerintahan Joe Biden, aturan soal larangan mobil China masuk pasar Amerika Serikat telah difinalisasi. Secara umum, kebijakan itu dapat membuat kendaraan bikinan Tiongkok tidak dapat dijual lagi di sana.
Satu hal jadi fokus utama aturan tersebut adalah larangannya mencakup komponen penghubung kendaraan ke dunia luar seperti koneksi bluetooth, wi-fi serta satelit.
Regulasi ini nantinya juga berdampak pada perusahaan yang memanfaatkan teknologi dari China. Lalu merek Tiongkok tidak dapat lagi melakukan pengujian mobil self-driving di AS.
Tidak ketinggalan teknologi lain mencakup kamera keamanan, sensor dan sistem komputer pada kendaraan. Karena dianggap dapat dieksploitasi oleh pihak ketiga dan mengumpulkan data sensitif pemiliknya.
“Bisa dibayangkan dengan mudah bagaimana pihak asing yang dapat mengakses informasi ini dapat membahayakan keamanan dan privasi warga negara AS,” kata Gina Raimondo, Menteri Perdagangan AS seperti dikutip dari The Verge, Selasa (21/1).
Di samping Tiongkok ,Gina menyebutkan larangan berlaku buat teknologi hasil produksi Rusia. Kebijakan soal software efektif untuk kendaraan produksi 2027, sedangkan larangan hardware dari Tiongkok dimulai 2030.
Tetapi menariknya ada beberapa ubahan pada aturan tersebut, karena mengecualikan kendaraan berbobot di atas 10 ribu pounds (4.535,9 kilogram). Jadi sejumlah perusahaan seperti BYD bisa tetap memproduksi bus elektrik di sana.
Di Indonesia, mobil China justru berjaya dan mendapatkan insentif dari pemerintah. Sehingga beberapa merek telah berkomitmen untuk investasi seperti BYD (Build Your Dreams) maupun Chery.
Banyak mobil China di dalam negeri merupakan EV (Electric Vehicle) atau mobil listrik murni. Selain berlimpah teknologi, produknya ditawarkan dengan banderol kompetitif dan seringkali lebih murah dari model lain di segmen yang sama
Jika tahun lalu ada BYD sampai Zeekr, sepanjang 2025 dipastikan banyak merek mobil China memboyong produknya. Sebut saja Geely, Leapmotor, Jaecoo, Denza sampai Xpeng.
Opsinya juga semakin beragam. Karena tidak cuma menawarkan produk harga terjangkau, beberapa mulai berani memboyong model premium yang dibanderol Rp 1 miliar ke atas seperti Zeekr X dan Zeekr 009.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
22 September 2026, 07:00 WIB
21 September 2026, 11:16 WIB
20 September 2026, 21:41 WIB
19 September 2026, 21:00 WIB
17 September 2026, 13:00 WIB
Terkini
24 September 2026, 21:22 WIB
Ajang Automechanika Jakarta 2026 berlangsung pada 24-27 September 2026 bertempat di NICE PIK 2, Tangerang
24 September 2026, 18:41 WIB
Variasi warna Honda Stylo 160 kini bertambah, ada satu opsi baru masing-masing untuk tipe ABS dan CBS
24 September 2026, 13:00 WIB
Menurut Superbiker Moto Solo selaku diler QJMotor, masalah yang mereka hadapi karena ada masalah di prinsipal
24 September 2026, 11:00 WIB
Yamaha Grand Filano jadi medium kreativitas anak-anak muda, gaet ratusan peserta dari berbagai daerah
24 September 2026, 09:12 WIB
Dayton hadir untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang membutuhkan ban mobil dengan keunggulan esensial
24 September 2026, 07:00 WIB
Bagi penggemar Vespa matic sekarang jadi waktu yang tepat untuk membeli kendaraan roda dua asal Italia itu
24 September 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta kembali diandalkan untuk memecah kebuntuan di sejumlah jalanan protokol Ibu Kota
24 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta tersebar di lima tempat berbeda hari ini, berikut lokasi dan jam operasionalnya