Gaikindo Minta Insentif Tidak Hanya untuk Mobil Listrik Saja
30 Juni 2026, 15:00 WIB
Berbanding terbalik dengan Indonesia, pemerintah AS bakal larang penjualan mobil China karena sejumlah alasan
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Jelang akhir masa pemerintahan Joe Biden, aturan soal larangan mobil China masuk pasar Amerika Serikat telah difinalisasi. Secara umum, kebijakan itu dapat membuat kendaraan bikinan Tiongkok tidak dapat dijual lagi di sana.
Satu hal jadi fokus utama aturan tersebut adalah larangannya mencakup komponen penghubung kendaraan ke dunia luar seperti koneksi bluetooth, wi-fi serta satelit.
Regulasi ini nantinya juga berdampak pada perusahaan yang memanfaatkan teknologi dari China. Lalu merek Tiongkok tidak dapat lagi melakukan pengujian mobil self-driving di AS.
Tidak ketinggalan teknologi lain mencakup kamera keamanan, sensor dan sistem komputer pada kendaraan. Karena dianggap dapat dieksploitasi oleh pihak ketiga dan mengumpulkan data sensitif pemiliknya.
“Bisa dibayangkan dengan mudah bagaimana pihak asing yang dapat mengakses informasi ini dapat membahayakan keamanan dan privasi warga negara AS,” kata Gina Raimondo, Menteri Perdagangan AS seperti dikutip dari The Verge, Selasa (21/1).
Di samping Tiongkok ,Gina menyebutkan larangan berlaku buat teknologi hasil produksi Rusia. Kebijakan soal software efektif untuk kendaraan produksi 2027, sedangkan larangan hardware dari Tiongkok dimulai 2030.
Tetapi menariknya ada beberapa ubahan pada aturan tersebut, karena mengecualikan kendaraan berbobot di atas 10 ribu pounds (4.535,9 kilogram). Jadi sejumlah perusahaan seperti BYD bisa tetap memproduksi bus elektrik di sana.
Di Indonesia, mobil China justru berjaya dan mendapatkan insentif dari pemerintah. Sehingga beberapa merek telah berkomitmen untuk investasi seperti BYD (Build Your Dreams) maupun Chery.
Banyak mobil China di dalam negeri merupakan EV (Electric Vehicle) atau mobil listrik murni. Selain berlimpah teknologi, produknya ditawarkan dengan banderol kompetitif dan seringkali lebih murah dari model lain di segmen yang sama
Jika tahun lalu ada BYD sampai Zeekr, sepanjang 2025 dipastikan banyak merek mobil China memboyong produknya. Sebut saja Geely, Leapmotor, Jaecoo, Denza sampai Xpeng.
Opsinya juga semakin beragam. Karena tidak cuma menawarkan produk harga terjangkau, beberapa mulai berani memboyong model premium yang dibanderol Rp 1 miliar ke atas seperti Zeekr X dan Zeekr 009.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
30 Juni 2026, 15:00 WIB
29 Juni 2026, 07:00 WIB
28 Juni 2026, 07:15 WIB
25 Juni 2026, 20:58 WIB
25 Juni 2026, 20:56 WIB
Terkini
30 Juni 2026, 21:00 WIB
BMW iX3 dijadwalkan meluncur di pameran otomotif GIIAS 2026, meskipun penjualan EV BMW diklaim masih datar
30 Juni 2026, 20:28 WIB
Dua model baru Changan yakni S05 EV dan REEV bisa dipesan, CBU Thailand dengan estimasi harga Rp 500 jutaan
30 Juni 2026, 15:00 WIB
Gaikindo menilai stimulus yang diberikan pemerintah dapat menggairahkan industri otomotif yang tengah terjepit
30 Juni 2026, 13:00 WIB
Chery Q EV hadir dengan tawaran yang menarik mulai dari desain dan dukungan fitur yang lengkap di kelas Rp 200 jutaa
30 Juni 2026, 11:03 WIB
SUV Jetour T1 siap menantang Mitsubishi Destinator, tersedia dalam opsi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV)
30 Juni 2026, 06:37 WIB
Di akhir Juni 2026 fasilitas SIM keliling Jakarta beroperasi seperti biasa di lima lokasi, simak jadwalnya
30 Juni 2026, 06:00 WIB
Kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung untuk mengakomodir kebutuhan para pengendara motor dan mobil
30 Juni 2026, 06:00 WIB
Untuk bisa sedikit mengurai kemacetan parah di Ibu Kota, diberlakukan aturan Ganjil Genap Jakarta sejak pagi