iGreen+ Perkuat Ekosistem Mobil Listrik, Buat SPKLU di Ring Satu
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
Berbanding terbalik dengan Indonesia, pemerintah AS bakal larang penjualan mobil China karena sejumlah alasan
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Jelang akhir masa pemerintahan Joe Biden, aturan soal larangan mobil China masuk pasar Amerika Serikat telah difinalisasi. Secara umum, kebijakan itu dapat membuat kendaraan bikinan Tiongkok tidak dapat dijual lagi di sana.
Satu hal jadi fokus utama aturan tersebut adalah larangannya mencakup komponen penghubung kendaraan ke dunia luar seperti koneksi bluetooth, wi-fi serta satelit.
Regulasi ini nantinya juga berdampak pada perusahaan yang memanfaatkan teknologi dari China. Lalu merek Tiongkok tidak dapat lagi melakukan pengujian mobil self-driving di AS.
Tidak ketinggalan teknologi lain mencakup kamera keamanan, sensor dan sistem komputer pada kendaraan. Karena dianggap dapat dieksploitasi oleh pihak ketiga dan mengumpulkan data sensitif pemiliknya.
“Bisa dibayangkan dengan mudah bagaimana pihak asing yang dapat mengakses informasi ini dapat membahayakan keamanan dan privasi warga negara AS,” kata Gina Raimondo, Menteri Perdagangan AS seperti dikutip dari The Verge, Selasa (21/1).
Di samping Tiongkok ,Gina menyebutkan larangan berlaku buat teknologi hasil produksi Rusia. Kebijakan soal software efektif untuk kendaraan produksi 2027, sedangkan larangan hardware dari Tiongkok dimulai 2030.
Tetapi menariknya ada beberapa ubahan pada aturan tersebut, karena mengecualikan kendaraan berbobot di atas 10 ribu pounds (4.535,9 kilogram). Jadi sejumlah perusahaan seperti BYD bisa tetap memproduksi bus elektrik di sana.
Di Indonesia, mobil China justru berjaya dan mendapatkan insentif dari pemerintah. Sehingga beberapa merek telah berkomitmen untuk investasi seperti BYD (Build Your Dreams) maupun Chery.
Banyak mobil China di dalam negeri merupakan EV (Electric Vehicle) atau mobil listrik murni. Selain berlimpah teknologi, produknya ditawarkan dengan banderol kompetitif dan seringkali lebih murah dari model lain di segmen yang sama
Jika tahun lalu ada BYD sampai Zeekr, sepanjang 2025 dipastikan banyak merek mobil China memboyong produknya. Sebut saja Geely, Leapmotor, Jaecoo, Denza sampai Xpeng.
Opsinya juga semakin beragam. Karena tidak cuma menawarkan produk harga terjangkau, beberapa mulai berani memboyong model premium yang dibanderol Rp 1 miliar ke atas seperti Zeekr X dan Zeekr 009.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
12 Agustus 2026, 09:00 WIB
11 Agustus 2026, 20:06 WIB
08 Agustus 2026, 07:12 WIB
06 Agustus 2026, 12:00 WIB
Terkini
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini masih ada 26 titik yang membatasi mobil pribadi dengan pelat nomor sesuai tanggal
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat dimanfaatkan dan tersedia di lima lokasi berbeda
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Sebelum akhir pekan SIM keliling Bandung hadir di dua lokasi berbeda agar lebih mudah ditemukan masyarakat