Hadir di GIIAS 2026, BAW Siap Tantang Denza D9 dan Mifa 9
11 Agustus 2026, 19:42 WIB
Perlu ada persiapan matang dari berbagai faktor, rencana Isuzu bawa big bus ke Indonesia masih butuh waktu
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Segmen big bus disebut punya potensi besar di pasar Tanah Air. Banyak merek sudah menghadirkan bus seperti Mercedes-Benz dan Hino.
Meski lini modelnya sudah ada, PT IAMI (Isuzu Astra Motor Indonesia) atau Isuzu masih belum tertarik terjun ke segmen bus besar karena beberapa alasan.
Attias Asril, Division Head of Business Strategy Division PT IAMI mengatakan bahwa ada beberapa penyesuaian harus dilakukan buat produk yang bakal dipasarkan di dalam negeri.
Sehingga tidak bisa asal impor begitu saja. Terlebih penanganan bus besar akan berbeda dari model Isuzu lain dan faktor keamanan harus jadi hal utama.
"Setelah kita evaluasi kita belum siap melayani pengguna big bus karena penanganan berbeda. Di internal kita melihat teknologi dan mechanical-nya berbeda," ucap Attias di Jakarta beberapa waktu lalu.
Ia mencontohkan pada model Isuzu lain seperti truk yang sudah ditawarkan di Indonesia, ada penyesuaian spesifikasi dilakukan guna mengakomodir kebutuhan konsumen dan kondisi medan jalan.
Menurut dia tim RND (Research and Development) melakukan local adoption atau adopsi dengan keperluan pengguna di Indonesia.
"Beda karakter (konsumen) pengusaha itu pemahaman mengenai produk. Terutama ini (bus besar) angkat manusia banyak, faktor keamanan jadi perhatian utama dan tidak bisa main-main," tegas dia.
Untuk saat ini Isuzu bakal lebih fokus pada segmen lain seperti micro bus dan light truck sebagai salah satu persiapan apabila nanti masuk ke segmen big bus.
Kyouko Hikima, President Director PT IAMI turut menegaskan pihaknya berharap ada kesempatan bagi Isuzu bawa big bus ke Indonesia.
"Sampai sekarang belum ada rencana. Tapi kami tahu big bus penting dan kami harap bisa ada strategi," ucap Kyouko.
Yusak Solaeman, Presiden Direktur PT IAMI mengungkapkan pasar big bus di Indonesia masih sangat tersegmentasi, terkhusus di Jakarta.
“Kita mau lihat dari segmen ekonomi potensial. Teknologi dan produk Isuzu (sudah) punya,” tegas Yusak dalam kesempatan sama.
Sekadar informasi, mundur ke 2017 PT IAMI sempat pamerkan Isuzu LT 134 yang dipasarkan dalam bentuk sasis seharga Rp600 jutaan.
Namun saat ini rencana Isuzu bawa big bus ke Indonesia masih butuh waktu. Kembali lagi faktor kesiapan dan animo konsumen diklaim jadi alasan utama.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
11 Agustus 2026, 19:42 WIB
09 Agustus 2026, 16:33 WIB
09 Agustus 2026, 11:26 WIB
07 Agustus 2026, 07:00 WIB
05 Agustus 2026, 21:00 WIB
Terkini
06 September 2026, 01:22 WIB
BYD terus memperkuat komitmen mereka untuk memajukan industri otomotif di Indonesia usai mendirikan pabrik
05 September 2026, 19:21 WIB
Daihatsu Kumpul Sahabat Batam jadi wadah silaturahmi dan unjuk kreativitas masyarakat dan anak-anak muda
05 September 2026, 17:00 WIB
Harga Mitsubishi Pajero terbaru terungkap, jadi gambaran banderol untuk pasar Indonesia di masa mendatang
05 September 2026, 15:00 WIB
Lexus NX, salah satu model terlaris Lexus di pasar global kini telah mendapatkan sejumlah permbaruan
05 September 2026, 14:16 WIB
Ajang Daihatsu Kumpul Sahabat Batam berlangsung sampai 6 September, banyak anak muda terlibat meramaikan
04 September 2026, 13:00 WIB
Daihatsu Kumpul Sahabat Batam terselenggara di pusat perbelanjaan atas beberapa masukan dari para konsumen
04 September 2026, 11:00 WIB
Para bikers wajib menyambangi IMHAX 2026 untuk melengkapi perlengkapan berkendara yang berkeselamatan
04 September 2026, 09:00 WIB
Pameran IEE Series 2026 memasuki Energy Week, ikut dukung ekosistem kendaraan energi terbarukan di Indonesia