Masyarakat Masih Ragu Beli Motor Listrik

Platform jual beli Momotor menemukan saat ini masyarakat masih banyak ragu dalam membeli motor listrik

Masyarakat Masih Ragu Beli Motor Listrik
Serafina Ophelia

TRENOTO – Motor listrik jadi salah satu alternatif harga terjangkau untuk masyarakat jika ingin beralih dari kendaraan konvensional. Beberapa bahkan sudah mendapatkan subisidi pemerintah berupa potongan harga Rp7 juta.

Hanya saja potongan harga tersebut memang masih terbatas pada sejumlah model saja. Karena ada persyaratan tertentu misalnya pemenuhan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) minimal 40 persen.

Aturan itu belakangan juga dibuat lebih fleksibel agar dapat menjangkau lebih banyak lapisan konsumen. Diskon berlaku untuk setiap satu NIK KTP.

Fleksibilitas tidak kemudian membuat masyarakat berbondong-bondong beralih. Platform jual beli kendaraan roda dua Momotor mengatakan bahwa masyarakat masih ada keraguan menggunakan motor ramah lingkungan.

Momotor Catat Kenaikan Penjualan Motor Listrik di 2023
Photo : TrenOto

Erwin Kartawinata, Head of Digital Business Adira Finance mengatakan bahwa saat ini pengguna motor listrik umumnya melakukan pembelian motor kedua atau ketiga alias bukan untuk motor pertama.

“Jadi memang mereka ingin merasakan experience baru. Nah bagi mereka yang hanya punya satu motor lebih banyak didorong ke trade in atau tukar tambah,” ujar Edwin kepada media beberapa waktu lalu.

Banyak juga masih memiliki keraguan terhadap motor listrik, terkhusus untuk keawetan baterai dan jarak tempuh.

Bicara pasar motor listrik menurut Edwin karakter pembeli lebih ke ‘coba-coba’ dan bukan untuk moda transportasi utama seperti mobilitas kerja antar kota.

“Terus terang market-nya motor listrik memang bukan untuk transportasi seperti yang kerja di Jakarta tapi rumah di Bogor. Saat ini kecil sekali persentasenya,” lanjut Edwin.

Sedangkan bagi mereka yang tinggal di kota besar terkhusus Jakarta kebanyakan pembeli hanya ingin mencoba hal baru dan bukan untuk sarana mobilitas utama.

“Persentasenya adalah orang ingin mencoba motor listrik, lebih banyak di tempat kami,” tegas dia.

Alva Gandeng Momotor Lakukan Sosialisasi Motor Listrik
Photo : TrenOto

Namun ia belum bisa menyimpulkan jika harga menjadi pertimbangan konsumen. Menurut Edwin setiap segmen motor listrik punya pasar berbeda dan harga bervariasi.

“Kita belum melakukan survey, tapi kalau kita lihat motor listrik kisaran dari belasan juta sampai seperti Alva (harga) di kepala 3 dan 4 (mulai dari Rp30 jutaan-Rp40 jutaan). Ada segmennya masing-masing, tapi kalau seperti Alva di 6 bulan terakhir penjualannya masuk tiga besar (di Momotor),” ucapnya.


Terkini

mobil
Wuling Eksion

Peluncuran Wuling Eksion Semakin Dekat, Segini Kisaran Harganya

Harga Wuling Eksion digadang-gadang akan lebih murah dari versi MPV yakni Darion, dan sama-sama ada EV dan PHEV

mobil
Mobil LCGC

5 Mobil LCGC Terlaris di Maret 2026, Calya Ungguli Brio Satya

Toyota Calya mampu menjadi mobil LCGC terlaris pada bulan lalu setelah terdistribusi sebanyak 2.067 unit

mobil
BMW Festival of Joy

Pameran Khusus BMW Digelar di Jakarta, Ada Mini Edisi Spesial

Pameran BMW Festival of Joy dibuka untuk umum 17-19 April 2026 dan bisa dikunjungi tanpa dikenakan biaya

otosport
Perdana, Jakarta Gelar FIA Rallycross World Cup 2026

Perdana, Jakarta Gelar FIA Rallycross World Cup 2026

Ajang reli ini untuk pertama kalinya dihelat di Jakarta, sirkuit Ancol bakal disulap jadi trek Rallycross

mobil
Ford Everest Sport

Ford Dukung Larangan Mobil Cina Mengaspal di Amerika Serikat

Bos Ford menilai kehadiran mobil Cina di pasar otomotif Amerika Serikat bisa mengganggu bisnis mereka

mobil
Hyundai

Cara Hyundai Bikin Nyaman dan Tenang Konsumen

Hyundai menyiapkan mobil pengganti untuk konsumen yang kendaraannya harus menginap di bengkel resmi mereka

news
SIM Keliling Bandung

BPR KS Jadi Salah Satu Lokasi SIM Keliling Bandung Hari Ini

Sebelum akhir pekan, SIM keliling Bandung hadir demi memfasilitasi kebutuhan para pengendara di Kota Kembang

news
Ganjil genap Jakarta

Ganjil Genap Jakarta 17 April 2026, Tetap Berjalan Meski ASN WFH

Ganjil genap Jakarta masih diterapkan meski Aparatur Sipil Negara tengah menjalankan kebijakan Work From Home