Meskipun Irit, Mitsubishi Xforce Hybrid Disarankan Pakai BBM RON 95
21 Juli 2026, 11:00 WIB
Kuota Pertalite 2024 turun dibanding tahun lalu karena penyerapannya dinilai lebih kecil dari ketersediaan
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menegaskan bahwa kuota Pertalite 2024 turun jika dibandingkan tahun lalu. Pemerintah hanya memberikan kuota Pertalite sebesar 31.7 juta kilo liter (kl) atau lebih rendah dibanding 2023 yang mencapai 32.56 juta kl.
Penetapan ini diambil karena realisasi di tahun lalu lebih kecil ketimbang kuota yang sudah ditetapkan. Sehingga penurunan dirasa masih akan memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap BBM bersubsidi.
“Untuk tahun 2024 kuota yang kami siapkan adalah sekitar 31,7 juta kilo liter. Jadi ini memang sedikit lebih kecil dari tahun lalu karena kami melihat realisasinya cuma sekitar 30 juta kl,” ungkap Erika Retnowati, Kepala BPH Migas (09/01).
Rendahnya realisasi penyaluran Pertalite dinilai positif karena pemerintah memang ingin mengurangi konsumsi BBM bersubsidi. Sepanjang 2023 beragam pembatasan sudah dilakukan agar distribusi bisa tepat sasaran.
Perpindahan masyarakat dari kendaraan pribadi ke moda transportasi umum juga dinilai membuat penyerapan BBM bersubsidi mengalami penurunan. Dilansir Antara, situasi itu banyak terjadi di kawasan Jakarta dan sekitarnya.
Meski demikian kuota BBM Pertalite di 2024 dinilai masih lebih besar ketimbang 2022 yang mencapai 29.91 juta kl.
“30 juta kl itu memang mengalami pertumbuhan dari 2022, tapi pertumbuhannya tidak sebesar tahun-tahun sebelumnya,” tambah Erika.
Tak cuma itu Erika juga menyampaikan bahwa penyaluran Jenis BBM Tertentu (JBT) yakni Solar Subsidi hingga akhir 2023 tercatat mencapai sebesar 17.5 juta kl. Jumlah melampaui kuota yang sudah ditentukan sebelumnya sebesar 16,8 juta kl.
Oleh karena itu kuota Solar di tahun ini akan ditingkatkan menjadi 19 juta KL. Dengan demikian diharapkan tidak terjadi kelangkaan Solar di masa depan.
Guna menekan konsumsi bahan bakar bersubsidi, pemerintah kembali melakukan sejumlah pembatasan. Selain itu mereka juga memberi beragam kemudahan pada masyarakat jika hendak membeli kendaraan listrik baik mobil maupun sepeda motor.
Dengan ini diharapkan ketergantungan masyarakat terhadap BBM bisa semakin berkurang.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
21 Juli 2026, 11:00 WIB
08 April 2026, 09:00 WIB
01 April 2026, 09:00 WIB
01 April 2026, 07:00 WIB
01 Februari 2026, 07:00 WIB
Terkini
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini masih ada 26 titik yang membatasi mobil pribadi dengan pelat nomor sesuai tanggal
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat dimanfaatkan dan tersedia di lima lokasi berbeda
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Sebelum akhir pekan SIM keliling Bandung hadir di dua lokasi berbeda agar lebih mudah ditemukan masyarakat