Xpeng P7+ Diperkenalkan, Bakal Hadir di 36 Negara
01 Januari 2026, 17:00 WIB
Saling menguntungkan, Indonesia dan Jepang dorong pertumbuhan mobil listrik dan industri otomotif Tanah Air
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Dalam transisi ke era elektrifikasi, Indonesia dan Jepang kembali perkuat kerja sama di sektor otomotif. Hal tersebut dikemukakan saat pertemuan Agus Gumiwang, Menteri Perindustrian RI dengan Ken Saito, Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang.
Untuk diketahui Jepang jadi salah satu negara pendukung industrialisasi di Tanah Air melalui investasi di sektor industri manufaktur. Sementara Indonesia dianggap sebagai negara penting dalam rantai pasok industri.
Karenanya Menperin menekankan pentingnya peningkatan kolaborasi pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia serta peluang besar industri otomotif Jepang mengisi gap consumption per-capita di RI.
Sebagai informasi ia menjelaskan saat ini rasio kepemilikan kendaraan roda empat di Indonesia adalah 99 mobil/1.000 pendukuk.
"Saya yakin dalam waktu tidak terlalu lama bisa didorong untuk mencapai 150/1.000. Karenanya saya mengharapkan produk mobil dari Jepang dapat mengisi gap itu tersebut," ungkap Agus di siaran resmi, dikutip Minggu (23/6).
Ken Saito berujar pihaknya menyambut baik gagasan kerja sama itu. Indonesia sendiri merupakan basis penting produksi serta ekspor sektor otomotif Jepang.
"Kami ingin meningkatkan kerja sama untuk memperkuat daya saing industri otomotif di Indonesia. Kami mendukung secepatnya diskusi mengenai isi kerja sama lebih detail di tingkat direktur jenderal," kata Ken Saito.
Pada pertemuan di Tokyo, Jumat (21/6) Menperin ungkap sejumlah isu penting guna meningkatkan kerja sama di antara kedua belah pihak. Poin pertama adalah tentang transisi energi.
Lalu Menperin dorong penyelesaian perundingan substantif Protokol Perubahan Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA). Perjanjian tersebut diklaim penting terkhusus dalam program kerja sama manufaktur.
Kemudian terkait kerja sama di bidang industri otomotif. Menperin turut menyampaikan apresiasi buat perusahaan otomotif Jepang yang terlibat ekosistem produksi di Indonesia.
Point terakhir adalah peningkatan di bidang SDM (Sumber Daya Manusia). Ada rencana pertukaran SDM industri agar pekerja asal Indonesia mendapatkan pelatihan yang baik di Jepang.
Sebagai informasi manufaktur Jepang di Indonesia saat ini cenderung lebih fokus pada mobil hybrid dalam masa transisinya. Hal itu dilakukan seiring menunggu pertumbuhan mobil listrik serta ekosistemnya seperti SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum).
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
01 Januari 2026, 17:00 WIB
31 Desember 2025, 15:00 WIB
31 Desember 2025, 10:00 WIB
30 Desember 2025, 16:00 WIB
30 Desember 2025, 13:00 WIB
Terkini
01 Januari 2026, 17:00 WIB
Sedan ramah lingkungan Xpeng P7+ mendapatkan pembaruan sebagai model global, akan dijual di 36 negara
01 Januari 2026, 15:00 WIB
Polda Metro Jaya ungkap setidaknya ada 227.6262 pelanggaran yang terjaring tilang ETLE Statis di Jakarta
01 Januari 2026, 13:00 WIB
MPV 7-seater Hyundai Stargazer Cartenz disulap jadi ambulans guna memudahkan proses evakuasi di Sumatera
01 Januari 2026, 11:12 WIB
Setelah tahun baru 2026 harga BBM di SPBU swasta, terkhusus RON 92 turun dengan besaran yang bervariasi
01 Januari 2026, 09:00 WIB
Kementerian Perindustrian ajukan insentif untuk otomotif pada Kementerian Keuangan dengan skema yang matang
01 Januari 2026, 07:00 WIB
Di awal tahun, Pertamina melakukan penyesuaian harga BBM terutama untuk Pertamax series di sejumlah wilayah
01 Januari 2026, 06:00 WIB
Agar memanjakan para pengendara di libur tahun baru, SIM keliling Bandung tetap dihadirkan pihak kepolisian
31 Desember 2025, 18:00 WIB
Mayoritasnya merupakan mobil baru asal Tiongkok, kemudian telah dibekali teknologi hybrid maupun EREV