Modal Chery Q Gaet Konsumen RI, Hadirkan Fitur Lengkap Fungsional
07 September 2026, 21:43 WIB
Saling menguntungkan, Indonesia dan Jepang dorong pertumbuhan mobil listrik dan industri otomotif Tanah Air
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Dalam transisi ke era elektrifikasi, Indonesia dan Jepang kembali perkuat kerja sama di sektor otomotif. Hal tersebut dikemukakan saat pertemuan Agus Gumiwang, Menteri Perindustrian RI dengan Ken Saito, Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang.
Untuk diketahui Jepang jadi salah satu negara pendukung industrialisasi di Tanah Air melalui investasi di sektor industri manufaktur. Sementara Indonesia dianggap sebagai negara penting dalam rantai pasok industri.
Karenanya Menperin menekankan pentingnya peningkatan kolaborasi pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia serta peluang besar industri otomotif Jepang mengisi gap consumption per-capita di RI.
Sebagai informasi ia menjelaskan saat ini rasio kepemilikan kendaraan roda empat di Indonesia adalah 99 mobil/1.000 pendukuk.
"Saya yakin dalam waktu tidak terlalu lama bisa didorong untuk mencapai 150/1.000. Karenanya saya mengharapkan produk mobil dari Jepang dapat mengisi gap itu tersebut," ungkap Agus di siaran resmi, dikutip Minggu (23/6).
Ken Saito berujar pihaknya menyambut baik gagasan kerja sama itu. Indonesia sendiri merupakan basis penting produksi serta ekspor sektor otomotif Jepang.
"Kami ingin meningkatkan kerja sama untuk memperkuat daya saing industri otomotif di Indonesia. Kami mendukung secepatnya diskusi mengenai isi kerja sama lebih detail di tingkat direktur jenderal," kata Ken Saito.
Pada pertemuan di Tokyo, Jumat (21/6) Menperin ungkap sejumlah isu penting guna meningkatkan kerja sama di antara kedua belah pihak. Poin pertama adalah tentang transisi energi.
Lalu Menperin dorong penyelesaian perundingan substantif Protokol Perubahan Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA). Perjanjian tersebut diklaim penting terkhusus dalam program kerja sama manufaktur.
Kemudian terkait kerja sama di bidang industri otomotif. Menperin turut menyampaikan apresiasi buat perusahaan otomotif Jepang yang terlibat ekosistem produksi di Indonesia.
Point terakhir adalah peningkatan di bidang SDM (Sumber Daya Manusia). Ada rencana pertukaran SDM industri agar pekerja asal Indonesia mendapatkan pelatihan yang baik di Jepang.
Sebagai informasi manufaktur Jepang di Indonesia saat ini cenderung lebih fokus pada mobil hybrid dalam masa transisinya. Hal itu dilakukan seiring menunggu pertumbuhan mobil listrik serta ekosistemnya seperti SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum).
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
07 September 2026, 21:43 WIB
06 September 2026, 01:22 WIB
31 Agustus 2026, 09:00 WIB
30 Agustus 2026, 09:00 WIB
26 Agustus 2026, 19:38 WIB
Terkini
12 September 2026, 22:30 WIB
Varian terendah GWM Wey G9 dibekali teknologi hybrid dengan harga Rp 1,15 miliar on the road Jakarta
12 September 2026, 21:41 WIB
Asuransi Astra memasuki usia 70 tahun dengan menjaga kepercayaan para pelanggan dengan sejumlah terobosan
12 September 2026, 21:09 WIB
Marquez melanjutkan tren positif, usai meraih kemenangan dengan mudah di sprint race MotoGP San Marino 2026
12 September 2026, 11:00 WIB
Menyitat data resmi AISI, wholesales motor baru pada Agustus 2026 hanya berada di angka 596.461 unit saja
12 September 2026, 09:00 WIB
Marquez berpotensi keluar sebagai pemenang di MotoGP San Marino 2026 di Sirkuit Misano pada akhir pekan nanti
12 September 2026, 08:14 WIB
Menurut data AISI pada Agustus 2026, Honda sampai Yamaha hanya mendistribusikan 596.461 motor baru saja
11 September 2026, 19:00 WIB
Daimler Commercial Vehicles Indonesia ramaikan IEE Series 2026 sekaligus memperkenalkan presiden direktur baru
11 September 2026, 18:03 WIB
Lepas resmi membuka diler baru di Semarang untuk mendekatkan diri dengan calon konsumen di Jawa Tengah