Jaecoo J5 EV Tampilkan Hasil Modifikasi Proper dan Elegan
04 Agustus 2026, 09:00 WIB
Kemenperin menyebut populasi kendaraan listrik yang sudah mengaspal di Indonesia mencapai 274.802 unit
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Pemerintah Indonesia sedang menggencarkan adopsi kendaraan listrik di Indonesia. Hal tersebut demi menurunkan polusi udara.
Kemudian mengurangi subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang cukup besar. Sehingga mampu menghemat anggaran belanja.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyampaikan saat ini populasi Electric Vehicle (EV) di dalam negeri mencapai 274.802 unit.
Jumlah tersebut didapatkan dari data kendaraan yang sudah melakukan Sertifikat Registrasi Uji Tipe (SRUT), melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sampai 24 Juni 2025.
“Kondisi ini terjadi seiring pemberlakuan kebijakan program percepatan ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB),” ungkap Mahardi Tunggul Wicaksono, Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi dan Alat Pertahanan (ILMATAP) Kemenperin di Jakarta, Senin (25/08).
Memang perlu diingat, pemerintah memberikan sejumlah stimulus kepada masyarakat. Misal insentif yang tertuang dalam Perpres 79/2023 tentang perubahan atas Perpres 55/2019.
Para pembantu Presiden Prabowo Subianto itu, memberikan insentif untuk pembelian Battery Electric Vehicle (BEV) dengan berbagai skema.
Lebih jauh Tunggul menyampaikan kalau populasi kendaraan listrik di Indonesia terus menunjukan peningkatan. Mengingat di 2023 hanya ada 116.439 unit saja.
Sementara itu bila dirinci dari angka 274.802 unit, kendaraan roda empat berpenumpang berkontribusi sampai 77.277 unit.
Lalu motor listrik memiliki porsi lumayan banyak, yakni 196 ribuan unit. Sedangkan kendaraan roda tiga setrum hanya 617 unit saja dan sisanya komersial.
Tentu statistik di atas menunjukan keberhasilan program yang dijalankan pemerintah selama ini. Mampu mendorong masyarakat buat beralih dari kendaraan konvensional.
Tunggul menerangkan bahwa kendaraan berbasis Internal Combustion Engine (ICE) mengalami penurunan pangsa pasar. Sebab di 2021 bisa mencapai level 99,64 persen.
Sedangkan pada Januari sampai Juli 2025 berada di kisaran 82,2 persen. Sehingga minat masyarakat terhadap kendaraan listrik mulai bertumbuh.
“Hal ini mencerminkan adanya pergeseran preferensi konsumen menuju kendaraan yang lebih efisien dan ramah lingkungan,” tegas Tunggul.
Kendati demikian kondisi ini harus mendapat perhatian serius. Sebab mulai menggerus keberadaan kendaraan roda empat maupun dua konvensional.
Menghadirkan ancaman besar bagi pabrikan yang sudah berdiri puluhan tahun. Membuat bisnis mereka cukup goyah dalam beberapa waktu belakangan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
04 Agustus 2026, 09:00 WIB
01 Agustus 2026, 22:00 WIB
31 Juli 2026, 12:48 WIB
30 Juli 2026, 16:00 WIB
27 Juli 2026, 14:14 WIB
Terkini
07 Agustus 2026, 19:00 WIB
E-Clutch pada Honda NX500 memungkinkan pengendara tidak perlu menekan tuas kopling saat memindahkan gigi
07 Agustus 2026, 18:11 WIB
Astra Honda Safety Riding Instructors Competition diharapkan bisa menularkan cara berkendara yang aman
07 Agustus 2026, 15:00 WIB
Kerja sama antara Repsol dengan OLXmobbi di GIIAS 2026 diharapkan jadi sarana edukasi konsumen dalam merawat kendaraannya
07 Agustus 2026, 14:00 WIB
Hadir di segmen SUV 7 penumpang, Suzuki XL7 New Alpha Hybrid Berikan Sensasi Asyik Lewat Teknologi SHVS
07 Agustus 2026, 13:00 WIB
Hadir di ajang GIIAS 2026 Suzuki tampilkan deretan kendaraan hybrid andalannya mulai dari XL7 hingga Fronx
07 Agustus 2026, 12:05 WIB
Kia Indonesia menyediakan unit tes di area test drive GIIAS 2026 yang bisa dicoba para pengunjung sepanjang pameran
07 Agustus 2026, 11:06 WIB
Changan Deepal S05 BEV dan REEV hadir di pasar otomotif Indonesia dengan menawarkan sejumlah keunggulan
07 Agustus 2026, 10:45 WIB
Daihatsu Rocky Hybrid Tawarkan Pengalaman Kendarai EV, Tanpa Pikirkan Charging Berkat Teknologi e-Smart Hybrid.