Bali Jadi Pasar Potensial untuk Menjual Mobil Listrik Cina
11 Mei 2026, 19:00 WIB
Kemenperin menyebut populasi kendaraan listrik yang sudah mengaspal di Indonesia mencapai 274.802 unit
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Pemerintah Indonesia sedang menggencarkan adopsi kendaraan listrik di Indonesia. Hal tersebut demi menurunkan polusi udara.
Kemudian mengurangi subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang cukup besar. Sehingga mampu menghemat anggaran belanja.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyampaikan saat ini populasi Electric Vehicle (EV) di dalam negeri mencapai 274.802 unit.
Jumlah tersebut didapatkan dari data kendaraan yang sudah melakukan Sertifikat Registrasi Uji Tipe (SRUT), melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sampai 24 Juni 2025.
“Kondisi ini terjadi seiring pemberlakuan kebijakan program percepatan ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB),” ungkap Mahardi Tunggul Wicaksono, Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi dan Alat Pertahanan (ILMATAP) Kemenperin di Jakarta, Senin (25/08).
Memang perlu diingat, pemerintah memberikan sejumlah stimulus kepada masyarakat. Misal insentif yang tertuang dalam Perpres 79/2023 tentang perubahan atas Perpres 55/2019.
Para pembantu Presiden Prabowo Subianto itu, memberikan insentif untuk pembelian Battery Electric Vehicle (BEV) dengan berbagai skema.
Lebih jauh Tunggul menyampaikan kalau populasi kendaraan listrik di Indonesia terus menunjukan peningkatan. Mengingat di 2023 hanya ada 116.439 unit saja.
Sementara itu bila dirinci dari angka 274.802 unit, kendaraan roda empat berpenumpang berkontribusi sampai 77.277 unit.
Lalu motor listrik memiliki porsi lumayan banyak, yakni 196 ribuan unit. Sedangkan kendaraan roda tiga setrum hanya 617 unit saja dan sisanya komersial.
Tentu statistik di atas menunjukan keberhasilan program yang dijalankan pemerintah selama ini. Mampu mendorong masyarakat buat beralih dari kendaraan konvensional.
Tunggul menerangkan bahwa kendaraan berbasis Internal Combustion Engine (ICE) mengalami penurunan pangsa pasar. Sebab di 2021 bisa mencapai level 99,64 persen.
Sedangkan pada Januari sampai Juli 2025 berada di kisaran 82,2 persen. Sehingga minat masyarakat terhadap kendaraan listrik mulai bertumbuh.
“Hal ini mencerminkan adanya pergeseran preferensi konsumen menuju kendaraan yang lebih efisien dan ramah lingkungan,” tegas Tunggul.
Kendati demikian kondisi ini harus mendapat perhatian serius. Sebab mulai menggerus keberadaan kendaraan roda empat maupun dua konvensional.
Menghadirkan ancaman besar bagi pabrikan yang sudah berdiri puluhan tahun. Membuat bisnis mereka cukup goyah dalam beberapa waktu belakangan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
11 Mei 2026, 19:00 WIB
10 Mei 2026, 18:48 WIB
10 Mei 2026, 06:01 WIB
08 Mei 2026, 17:49 WIB
08 Mei 2026, 07:00 WIB
Terkini
12 Mei 2026, 22:00 WIB
Changan berniat mengubah SUV 5-seater Nevo Q07 menjadi 7-seater untuk konsumen di Indonesia tahun depan
12 Mei 2026, 21:22 WIB
InJourney dan GSrek berkolaborasi untuk menunjukkan komitmennya dalam hal membangun kawasan pariwisata
12 Mei 2026, 19:28 WIB
Polda Metro Jaya baru saja menggerebek sebuah gudang yang berisikan 1.494 motor ilegal di Jakarta Selatan
12 Mei 2026, 19:21 WIB
Menurut laporan AISI, pada April 2026 pasar motor baru alami pertumbuhan hingga menyentuh angka 520.975 unit
12 Mei 2026, 12:54 WIB
Sejumlah wiraniaga BYD sudah mulai mengumumkan kehadiran BYD Atto 1 versi baru yang sudah dirakit lokal
12 Mei 2026, 06:06 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini kembali diberlakukan untuk bisa mengurai sedikit kemacetan di Ibu Kota
11 Mei 2026, 19:00 WIB
Dua manufaktur mobil listrik asal Tiongkok melihat adanya peluang besar menjual EV di Cina, ini alasannya
11 Mei 2026, 17:03 WIB
Kehadiran BYD M6 PHEV makin dekat ke Indonesia setelah kode mobilnya diduga terdaftar di dokumen Permendagri