Ganjil Genap Jakarta 2 Januari 2026, Pertama di Tahun Ini
02 Januari 2026, 06:00 WIB
Kementerian Perhubungan gelar pembatasan lalu lintas di kawasan wisata saat libur Natal dan tahun baru
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Kementerian Perhubungan menyiapkan beberapa strategi untuk hindari kemacetan saat libur Natal dan tahun baru 2026. Strategi tersebut dirancang dengan mempertimbangkan hasil evaluasi penyelenggaraan sebelumnya.
Salah satu perhatian utama adalah jumlah kendaraan yang bakal meningkat drastis. Padahal kapasitas jalan saat ini tidak bisa menampung mobil dan motor saat libur akhir tahun.
Oleh sebab itu Kementerian Perhubungan berencana untuk menggelar one way, contra flow, atau ganjil genap. Aturan tersebut nantinya bakal difokuskan pada jalur menuju tempat wisata.
"Silakan para pemangku kepentingan yang ada di daerah ini berkoordinasi, supaya tidak terjadi lagi kemacetan di jalur-jalur wisata,” ungkap Aan Suhanan, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan dilansir Antara (17/11).
Ia pun menambahkan, berdasarkan evaluasi penyelenggaraan Natal dan tahun baru sebelumnya, pembatasan operasional angkutan barang sumbu tiga ke atas juga bisa menjadi strategi guna menjamin kelancaran arus lalu lintas, terutama di ruas jalan tol.
"Demi kelancaran serta keselamatan akan dilakukan pembatasan angkutan sumbu tiga ke atas.Kami sudah membuat draf terkait aturan aturan tersebut selama Natal 2025 dan Tahun Baru 2026,” ucap Aan.
Selanjutnya Kemenhub juga menyiapkan strategi delaying system. Dengan ini maka lalu lintas sengaja diperlambat dan dibuat memutar untuk menghindari kemacetan total di suatu titik.
“Strategi ini perlu pengkajian yang cermat. Sehingga delaying system tidak memindahkan kemacetan ke titik lain,” jelas Aan.
Namun tantangan pada libur Natal dan tahun baru 2026 tidak terbatas pada lalu lintas. Pasalnya BMKG memprediksi pada periode tersebut diprediksi akan ada cuaca ekstrem sehingga perlu langkah antisipasi.
“Kita berharap tidak akan terjadi longsor tapi tetap perlu kita siapkan mitigasinya. Mulai dengan membangun posko terpadu, siapkan alat berat serta lain sebagainya di titik-titik rawan," tuturnya.
Dia berharap berbagai strategi yang telah disiapkan dapat berjalan baik melalui kerja sama antar semua pemangku kepentingan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
02 Januari 2026, 06:00 WIB
31 Desember 2025, 08:00 WIB
31 Desember 2025, 06:00 WIB
30 Desember 2025, 07:00 WIB
30 Desember 2025, 06:00 WIB
Terkini
02 Januari 2026, 20:22 WIB
Persaingan baru, rookie Diogo Moreira dan Toprak Razgatlioglu siap meramaikan ajang balap MotoGP 2026
02 Januari 2026, 19:00 WIB
Julian Johan sudah melakukan berbagai persiapan guna berlaga di Rally Dakar 2026, seperti latihan di Maroko
02 Januari 2026, 18:46 WIB
Taksi listrik Green SM kembali alami kecelakaan, pengamat sorot pentingnya pelatihan softskill pengemudi
02 Januari 2026, 17:00 WIB
Penjualan BYD di Indonesia selama periode 2024-2025 tembus 50 ribu unit dan wajib dirakit lokal tahun ini
02 Januari 2026, 16:00 WIB
BYD menilai terobosan serta inovasi pada mobil listrik sebagai kontribusi dalam pengembangan industri
02 Januari 2026, 15:00 WIB
Leapmotor merupakan salah satu merek asal Tiongkok yang bakal masuk Indonesia melalui Indomobil Group
02 Januari 2026, 14:16 WIB
Tiga merek mobil Cina catat penjualan positif di Inggris, angka penjualannya diproyeksikan 200 ribu di 2025
02 Januari 2026, 13:38 WIB
Aismoli mengungkapkan ada cara lain untuk kembali menggairahkan pasar motor listrik pada periode 2026