Ganjil Genap Jakarta 7 April 2026, Siapkan Jalur Alternatif
07 April 2026, 06:00 WIB
Kementerian Perhubungan gelar pembatasan lalu lintas di kawasan wisata saat libur Natal dan tahun baru
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Kementerian Perhubungan menyiapkan beberapa strategi untuk hindari kemacetan saat libur Natal dan tahun baru 2026. Strategi tersebut dirancang dengan mempertimbangkan hasil evaluasi penyelenggaraan sebelumnya.
Salah satu perhatian utama adalah jumlah kendaraan yang bakal meningkat drastis. Padahal kapasitas jalan saat ini tidak bisa menampung mobil dan motor saat libur akhir tahun.
Oleh sebab itu Kementerian Perhubungan berencana untuk menggelar one way, contra flow, atau ganjil genap. Aturan tersebut nantinya bakal difokuskan pada jalur menuju tempat wisata.
"Silakan para pemangku kepentingan yang ada di daerah ini berkoordinasi, supaya tidak terjadi lagi kemacetan di jalur-jalur wisata,” ungkap Aan Suhanan, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan dilansir Antara (17/11).
Ia pun menambahkan, berdasarkan evaluasi penyelenggaraan Natal dan tahun baru sebelumnya, pembatasan operasional angkutan barang sumbu tiga ke atas juga bisa menjadi strategi guna menjamin kelancaran arus lalu lintas, terutama di ruas jalan tol.
"Demi kelancaran serta keselamatan akan dilakukan pembatasan angkutan sumbu tiga ke atas.Kami sudah membuat draf terkait aturan aturan tersebut selama Natal 2025 dan Tahun Baru 2026,” ucap Aan.
Selanjutnya Kemenhub juga menyiapkan strategi delaying system. Dengan ini maka lalu lintas sengaja diperlambat dan dibuat memutar untuk menghindari kemacetan total di suatu titik.
“Strategi ini perlu pengkajian yang cermat. Sehingga delaying system tidak memindahkan kemacetan ke titik lain,” jelas Aan.
Namun tantangan pada libur Natal dan tahun baru 2026 tidak terbatas pada lalu lintas. Pasalnya BMKG memprediksi pada periode tersebut diprediksi akan ada cuaca ekstrem sehingga perlu langkah antisipasi.
“Kita berharap tidak akan terjadi longsor tapi tetap perlu kita siapkan mitigasinya. Mulai dengan membangun posko terpadu, siapkan alat berat serta lain sebagainya di titik-titik rawan," tuturnya.
Dia berharap berbagai strategi yang telah disiapkan dapat berjalan baik melalui kerja sama antar semua pemangku kepentingan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
07 April 2026, 06:00 WIB
06 April 2026, 06:01 WIB
03 April 2026, 15:39 WIB
02 April 2026, 17:00 WIB
02 April 2026, 06:00 WIB
Terkini
17 Juni 2026, 09:00 WIB
E5 Plus jadi SUV PHEV perdana DFSK di pasar Indonesia, klaim daya jelajah komprehensifnya 1.300 kilometer
17 Juni 2026, 07:00 WIB
GWM Ora 7 merupakan mobil listrik hasil kolaborasi dengan BMW, ubah arah desain seri Ora di masa mendatang
17 Juni 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta hari ini akan mengincar mobil dengan pelat nomor berakhiran genap terutama di jam sibuk
17 Juni 2026, 06:00 WIB
Setelah libur Tahun Baru Islam 1448 Hijriyah, SIM keliling Jakarta kembali melayani masyarakat hari ini
16 Juni 2026, 19:00 WIB
Kiandra Ramadhipa mengaku sering berdiskusi, demi bisa mendapatkan ilmu balapan dari Veda Ega dan Mario Aji
16 Juni 2026, 18:11 WIB
Rencana penyesuaian tarif Transjakarta, pemerintah hanya menyasar rute jauh seperti Blok M - Bandara Soetta
16 Juni 2026, 10:00 WIB
Langkah berani dilakukan Nissan untuk bisa kembali bersaing dalam industri otomotif global yang cukup ketat
16 Juni 2026, 08:02 WIB
Setelah menjual mobil bermesin bensin dan bertenaga listrik, PHEV perdana DFSK bakal hadir di RI tahun ini