Xpeng P7 Facelift Meluncur, Siap Masuk Indonesia
20 Maret 2026, 13:31 WIB
Proses pembangunan pabrik baterai EV CATL bakal dimulai pada 29 Juni 2025 dengan diresmikan oleh Prabowo
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Pabrik baterai Electric Vehicle (EV) milik Cina Contemporary Amperex Technology (CATL) akan segera dibangun di Indonesia dalam waktu.
Proses groundbreaking atau peletakan batu pertama fasilitas produksi tersebut dikabarkan bakal dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto pada akhir pekan nanti
“Kami sedang membangun ekosistem baterai mobil (listrik) yang terintegrasi. 29 Juni besok akan diresmikan, insyaallah oleh Bapak Presiden,” kata Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) seperti diberitakan Katadata sebelumnya
Lebih jauh Bahlil mengatakan kalau proyek pabrik baterai EV tersebut memiliki beberapa keistimewaan.
Seperti manufaktur asal Tiongkok tersebut nantinya diklaim bakal menggarap ekosistem baterai EV dari hulu ke hilir.
“(Mulai) dari tambang, smelter, HPAL, prekursor sampai katoda,” pembantu Presiden Prabowo itu menuturkan.
Bahlil juga mengungkapkan kalau total investasi dalam proyek tersebut berkisar 6 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau Rp 97,6 triliunan.
“Ini (pabrik baterai EV) pertama kali di dunia sebesar ini,” tegas Bahlil.
Kemudian ia menuturkan kalau keberadaan pabrik baterai EV di Tanah Air diharapkan dapat membawa dampak positif.
Diyakini negara-negara lain bakal berpikir, bila keseluruhan proses produksi dilakukan di Indonesia maka biaya-biaya diperlukan akan lebih murah.
“Itu yang kami bicarakan tentang dampak efek positif dan negatif dari negara-negara yang menganggap bahwa penting untuk kita melakukan kompetisi secara baik,” pungkas dia.
Sebagai informasi, pembangunan pabrik ekosistem baterai EV berlokasi di Halmahera Timur, Maluku Utara.
Proyek tersebut merupakan salah satu dari 18 program hilirisasi senilai hampir 45 miliar dolar AS atau Rp 729 triliunan. Kemudian bakal dimulai pada Juni 2025.
Menteri Prabowo Subianto itu menyebut kalau proyek hilirisasi oleh CATL meliputi nikel, bauksit, refinery, storage dan gasifikasi (DME) batu bara.
Lalu hilirisasi sektor perikanan, pertanian, kehutanan maupun pengembangan ekosistem baterai mobil listrik milik Indonesia sendiri.
Patut diketahui, CATL dikabarkan bakal bekerja sama dengan Indonesia Battery Corporation (IBC) untuk membangun pabrik sel baterai di Indonesia.
Fasilitas mereka mampu memproduksi daya hingga 15 GWh. Namun jumlah itu akan dicapai secara bertahap karena produksi perdananya hanya 7,5 GWh.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
20 Maret 2026, 13:31 WIB
16 Maret 2026, 11:00 WIB
14 Maret 2026, 21:00 WIB
13 Maret 2026, 19:00 WIB
12 Maret 2026, 21:00 WIB
Terkini
25 Maret 2026, 09:00 WIB
Para rider Aprilia Racing dan Ducati Corse diprediksi akan bertarung sengit pada ajang MotoGP Amerika 2026
25 Maret 2026, 07:32 WIB
Suzuki catat kenaikan penjualan retail sebesar 64 persen di Februari 2026, fleet menjadi kontributor utama
25 Maret 2026, 07:10 WIB
Kembali beroperasi normal setelah libur Lebaran, berikut informasi lengkap seputar SIM keliling Jakarta
25 Maret 2026, 07:09 WIB
Setelah libur Lebaran 2026 selesai, kepolisian kembali mengoperasikan fasilitas SIM keliling Bandung hari ini
25 Maret 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta kembali digelar setelah sempat dihentikan selama libur Lebaran yang berlangsung cukup lama
24 Maret 2026, 17:00 WIB
Marc Marquez merasa karakteristik lintasan saat MotoGP Brasil 2026 tidak sesuai dengan gaya berkendaranya
24 Maret 2026, 11:50 WIB
Sistem one way lokal mulai digelar buat atasi kemacetan arus balik 2026 yang sudah terasa sejak semalam
24 Maret 2026, 07:45 WIB
Mobil hybrid terlaris masih dipimpin oleh Toyota Kijang Innova Zenix, disusul Suzuki XL7 dan Honda HR-V e:HEV