Suzuki e Sky Terdaftar di Indonesia yang Tengah Ramai EV Mungil
17 September 2026, 13:00 WIB
Proses pembangunan pabrik baterai EV CATL bakal dimulai pada 29 Juni 2025 dengan diresmikan oleh Prabowo
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Pabrik baterai Electric Vehicle (EV) milik Cina Contemporary Amperex Technology (CATL) akan segera dibangun di Indonesia dalam waktu.
Proses groundbreaking atau peletakan batu pertama fasilitas produksi tersebut dikabarkan bakal dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto pada akhir pekan nanti
“Kami sedang membangun ekosistem baterai mobil (listrik) yang terintegrasi. 29 Juni besok akan diresmikan, insyaallah oleh Bapak Presiden,” kata Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) seperti diberitakan Katadata sebelumnya
Lebih jauh Bahlil mengatakan kalau proyek pabrik baterai EV tersebut memiliki beberapa keistimewaan.
Seperti manufaktur asal Tiongkok tersebut nantinya diklaim bakal menggarap ekosistem baterai EV dari hulu ke hilir.
“(Mulai) dari tambang, smelter, HPAL, prekursor sampai katoda,” pembantu Presiden Prabowo itu menuturkan.
Bahlil juga mengungkapkan kalau total investasi dalam proyek tersebut berkisar 6 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau Rp 97,6 triliunan.
“Ini (pabrik baterai EV) pertama kali di dunia sebesar ini,” tegas Bahlil.
Kemudian ia menuturkan kalau keberadaan pabrik baterai EV di Tanah Air diharapkan dapat membawa dampak positif.
Diyakini negara-negara lain bakal berpikir, bila keseluruhan proses produksi dilakukan di Indonesia maka biaya-biaya diperlukan akan lebih murah.
“Itu yang kami bicarakan tentang dampak efek positif dan negatif dari negara-negara yang menganggap bahwa penting untuk kita melakukan kompetisi secara baik,” pungkas dia.
Sebagai informasi, pembangunan pabrik ekosistem baterai EV berlokasi di Halmahera Timur, Maluku Utara.
Proyek tersebut merupakan salah satu dari 18 program hilirisasi senilai hampir 45 miliar dolar AS atau Rp 729 triliunan. Kemudian bakal dimulai pada Juni 2025.
Menteri Prabowo Subianto itu menyebut kalau proyek hilirisasi oleh CATL meliputi nikel, bauksit, refinery, storage dan gasifikasi (DME) batu bara.
Lalu hilirisasi sektor perikanan, pertanian, kehutanan maupun pengembangan ekosistem baterai mobil listrik milik Indonesia sendiri.
Patut diketahui, CATL dikabarkan bakal bekerja sama dengan Indonesia Battery Corporation (IBC) untuk membangun pabrik sel baterai di Indonesia.
Fasilitas mereka mampu memproduksi daya hingga 15 GWh. Namun jumlah itu akan dicapai secara bertahap karena produksi perdananya hanya 7,5 GWh.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
17 September 2026, 13:00 WIB
15 September 2026, 13:00 WIB
15 September 2026, 09:00 WIB
07 September 2026, 21:43 WIB
06 September 2026, 01:22 WIB
Terkini
18 September 2026, 17:00 WIB
Jorge Martin mengaku siap untuk kembali bersaing dengan Marc Marquez di MotoGP Austria 2026 di akhir pekan
18 September 2026, 16:50 WIB
Penjualan Honda pulih di Agustus 2026, namun masih ada PR besar untuk kembali ke lima besar merek terlaris
18 September 2026, 09:36 WIB
Wuling Eksion PHEV hadir untuk memenuhi kebutuhan keluarga yang tidak hanya bermobilitas di dalam kota
18 September 2026, 06:00 WIB
Mobil pribadi dengan pelat nomor yang tidak sesuai diharapkan tidak melintas area Ganjil Genap Jakarta
18 September 2026, 06:00 WIB
Menjelang akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih tetap beroperasi di lima lokasi di sekitar ibu kota
18 September 2026, 06:00 WIB
Sebelum akhir pekan, SIM keliling Bandung tetap beroperasi untuk memudahkan para pengendara di Kota Kembang
17 September 2026, 22:00 WIB
Sejumlah motor matic murah dari Suzuki dan TVS mengalami kenaikan bervariasi pada periode September 2026
17 September 2026, 18:59 WIB
Tim satelit KTM, yakni Tech3 baru mengumumkan Agius untuk masuk ke susunan sementara pembalap MotoGP 2027