Orang Indonesia Disebut Mulai Memandang Positif Hadirnya EV
03 Maret 2026, 12:34 WIB
Satu unit mobil listrik Hyundai Ioniq 5 N terlibat kecelakaan fatal dengan sebuah truk di Tol JORR, Cengkareng
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Kecelakaan fatal kembali terjadi menjelang Lebaran 2025. Kali ini melibatkan Hyundai Ioniq 5 N dan sebuah truk.
Mengutip Instagram @warga.jakbar, peristiwa tersebut terjadi di ruas Tol JORR (Jakarta Outer Ring Road) arah Puri, Cengkareng, Jakarta Barat pada Sabtu (29/03) malam.
Kejadian berawal dari mobil listrik yang melaju dalam kecepatan tinggi. Kemudian langsung berbelok menggunakan lajur kiri untuk mendahului kendaraan di depannya.
Namun di lajur kiri terdapat satu buah truk yang sedang mogok. Alhasil pengemudi Hyundai Ioniq 5 N tidak bisa menghindari.
“Sial langsung menghantam truk yang mogok itu (mobil listrik Hyundai Ioniq 5 N),” bunyi postingan Instagram @warga.jakbar seperti dikutip pada Minggu (30/03).
Menurut laporan tersebut, tiga orang meninggal dunia. Salah satunya adalah mekanik truk yang berada di kolong kendaraan.
Kemudian pengemudi EV (Electric Vehicle) asal Korea Selatan itu juga meninggal dunia karena mengalami luka fatal.
Sementara satu korban meninggal belum diketahui identitasnya. Lalu ada dua orang luka-luka akibat kecelakaan tersebut.
Di sisi lain kecelakaan yang melibatkan Hyundai Ioniq 5 N dan truk tersebut menjadi sorotan banyak pihak.
Terlebih sebelum kejadian, pengemudi EV tersebut diduga memacu kendaraannya dalam kecepatan tinggi di jalan tol.
“Semakin kencang mobil berlari, semakin sulit mobil tersebut dihentikan. Apalagi mobil listrik yang tenaganya spontan dan bertorsi besar,” ungkap Sony Susmana, Senior Instructor SDCI (Safety Defensive Consultant Indonesia) kepada KatadataOTO, Minggu (30/03).
Lebih jauh Sony menjelaskan bahwa memacu kendaraan dalam kecepatan tinggi membuat daya pandang pengemudi semakin sempit.
Lalu kian kencang mobil berlari maka risiko kecelakaan semakin besar. Apalagi jika dilakukan di jalan raya.
Mengingat tidak semua pengendara memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi. Kemudian tak seluruh orang memiliki keterampilan serupa ditambah penerangan jalan yang minim.
“Hukum ini tidak hanya berlaku di jalan raya, tetapi juga di sirkuit. Bedanya di lintasan semua sudah disesuaikan dengan tingkat keamanan walaupun tetap banyak korban jiwa,” lanjut Sony.
Selain itu dia juga menyayangkan aksi pengguna Hyundai Ioniq 5 N yang memaksa melewati bahu jalan.
“Kalau memaksa lewat bahu jalan dengan konsep mendahului (kecepatan tinggi) ketemu mobil yang statis atau berhenti, maka bisa dibayangkan seberapa besar benturannya,” Sony menutup perkataannya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
03 Maret 2026, 12:34 WIB
02 Maret 2026, 16:06 WIB
01 Maret 2026, 14:00 WIB
23 Februari 2026, 09:00 WIB
20 Februari 2026, 08:00 WIB
Terkini
03 Maret 2026, 12:34 WIB
Meskipun angka kepemilikannya masih 18 persen, konsumen Indonesia melihat EV sebagai sesuatu yang positif
03 Maret 2026, 12:00 WIB
Haka Auto berkomitmen untuk membangun 10 diler BYD dan Denza di semester 1 2026 guna memperkuat posisi perusahaan
03 Maret 2026, 11:00 WIB
BYD dikabarkan siap luncurkan mobil PHEV yang dijual dengan harga yang lebih murah ketimbang mobil listrik
03 Maret 2026, 09:24 WIB
Denza D9 jadi pertimbangan sejumlah konsumen di segmen premium, tawarkan berbagai fitur dan keunggulan
03 Maret 2026, 09:00 WIB
Tingginya suhu di Sirkuit Buriram menjadi salah satu penyebab pelek motor balap milik Marc Marquez pecah
03 Maret 2026, 07:24 WIB
Yamaha Tmax baru yang diluncurkan pada awal 2026 di Indonesia, diklaim sudah terjual lebih dari 50 unit
03 Maret 2026, 06:00 WIB
Pembatasan ganjil genap Jakarta kembali diterapkan di Ibu Kota untuk mengatasi kemacetan lalu lintas
03 Maret 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung menjadi salah satu opsi terbaik bagi masyarakat untuk mengurus dokumen berkendara