Jasa Marga Beri Diskon Tarif Tol Hari Ini, Hanya Berlaku 24 Jam

Jasa Marga beri diskon tarif tol mulai hari ini dan hanya berlaku selama 24 jam untuk keurangi kemacetan

Jasa Marga Beri Diskon Tarif Tol Hari Ini, Hanya Berlaku 24 Jam

KatadataOTO – Guna mengurangi risiko terjadinya kepadatan lalu lintas, PT Jasa Marga memberikan diskon tarif tol sebesar 10 persen hari ini. Potongan harga berlaku buat mereka yang ingin kembali ke Jakarta dari arah Semarang melalui Trans Jawa.

Adanya diskon tarif tol ini diharapkan masyarakat tertarik pulang lebih awal dan konsentrasi kepadatan terpecah. Pasalnya puncak arus balik diperkirakan baru terjadi pada akhir pekan.

“Potongan tarif 10 persen kembali diberlakukan Jasa Marga dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) lain pengelola Jalan Tol Trans Jawa. Diskon berlaku mulai 3 Januari 2025 pukul 05.00 WIB hingga 4 Januari 2025 jam 05.00 WIB atau berlaku 24 jam,” ungkap Lisye Octaviana, Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga dilansir Antara (03/01).

Namun potongan tarif tol tidak berlaku buat mereka yang saldo kartu uang elektroniknya tidak mencukupi atau tidak terbaca. Oleh sebab itu pengguna jalan tol harus memastikan kondisi kartu sebelum melakukan perjalanan.

Jasa Marga
Photo : Antara

Jasa Marga juga bakal melakukan rekayasa lalu lintas guna menghindari terjadinya penumpukan kendaraan. Mulai dari pembatasan angkutan barang hingga contraflow.

Upaya tersebut dilakukan dengan menggandeng kepolisian untuk mengatur lalu lintas. Pasalnya arus balik sendiri diperkirakan bakal terus terjadi hingga Minggu (05/01 karena kebanyakan masyarakat akan kembali ke rutinitasnya pada Senin (06/01).

Oleh sebab itu diharapkan masyarakat diminta untuk memperhatikan kembali jadwal perjalanannya agar tidak terjebak kemacetan.

Selain itu perhatikan juga kondisi badan tubuh sebelum menempuh perjalanan jarak jauh. Hal ini untuk menghindari terjadinya kecelakaan lalu lintas yang berpotensi menyebabkan jatuhnya korban jiwa.

“Saat libur panjang mobilitas kendaraan cukup padat. Banyak pengemudi yang menuju luar kota serta kadang durasi istirahat sangat kurang lalu menimbulkan kantuk,” kata Sony Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) pada KatadataOTO.

Ia menjelaskan bahwa rasa kantuk dapat berakibat fatal karena mengurangi kinerja sensor motorik dan fokus. Akibatnya kecelakaan fatal bisa terjadi kapan saja.

Tol di tahun baru
Photo : Antara

Oleh sebab itu Sony menyarankan agar tidak menunda istirahat selama perjalanan. Terutama ketika tubuh sudah memberikan sinyal kelelahan.

“Jangan cuma masuk rest area lalu minum kopi, tetapi pastikan istirahatnya optimal,” pungkasnya.


Terkini

motor
Aura Kasih

Isi Garasi Aura Kasih, Ada Vespa GTS 150 Kuning

Artis Aura Kasih merupakan seorang penyuka otomotif, punya banyak koleksi motor dari Vespa sampai Kawasaki

news
Lalu lintas Puncak

Intip Strategi Baru Kepolisian Atasi Macet di Puncak Bogor

Kepolisian gandeng joki Puncak untuk bantu atasi kemacetan yang kerap terjadi khususnya di libur panjang

news
Truk Cina

Gaikindo Godok Aturan Baru untuk Tertibkan Peredaran Truk Cina

Nantinya truk Cina yang akan digunakan di Indonesia wajib mengikuti aturan yang berlaku seperti laik jalan

mobil
Prediksi Mobil Baru

Prediksi Mobil Baru yang Masuk Indonesia di 2026: Bagian 1

Berbagai model mobil baru dari merek seperti Toyota sampai Suzuki siap hadir, mayoritas lini elektrifikasi

mobil
VinFast

VinFast Belum Berencana Buka Pabrik Baterai EV di Indonesia

VinFast lebih memilih bekerjasama dengan Gotion Indonesia untuk menyediakan baterai EV pada setiap modelnya

mobil
BYD

BYD Kembangkan Pengisian Daya EV, Lebih Cepat dari Supercharger Tesla

BYD jawab kebutuhan pelanggan yang membutuhkan pengisian daya super cepat saat melakukan perjalanan jarak jauh

motor
motor baru

Pemilik Mobil Disebut Beralih ke Motor Karena Daya Beli Melemah

Menurut Yamaha membeli motor baru menjadi opsi lebih ramah di kantong saat kondisi ekonomi sedang sulit

mobil
Perang Harga

Perang Harga Mobil Listrik Cina Diyakini Akan Berlanjut di 2026

perang harga sekilas menguntungkan konsumen semata, padahal menyimpan bahaya di masa depan yang merugikan