Jalan Tol Serpong-Cinere Seksi 2 Siap Beroperasi Penuh

Jalan tol Serpong-Cinere seksi 2 segera beroperasi penuh dan memudahkan mobilitas masyarakat dari berbagai lokasi

Jalan Tol Serpong-Cinere Seksi 2 Siap Beroperasi Penuh
  • Oleh Adi Hidayat

  • Jum'at, 29 September 2023 | 20:31 WIB

TRENOTO – Jalan tol Serpong-Cinere seksi 2 Pamulang-Cinere akan segera beroperasi. Pembangunan ruas sepanjang 3.64 km itu telah selesai dibangun sehingga siap digunakan masyarakat.

Nantinya ruas tersebut disambungkan dengan Seksi 1 Serpong-Pamulang yang telah beroperasi pada 2021. Sehingga secara total, jalan tol memiliki panjang 10.14 km serta bisa mempercepat perjalanan masyarakat dari maupun menuju wilayah Cinere, Pamulang, Serpong dan sekitarnya.

Dilansir Antara, konstruksi jalan tol Serpong Cinere seksi 2 sebenarnya telah selesai dibangun sejak akhir 2021. Namun uji layak fungsi baru dilakukan pada Mei 2022.

Lebih lanjut telah mendapatkan Sertifikat Laik Operasi (SLO) dari Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat di September 2023.

Kenaikan tarif tol Solo
Photo : TrenOto

Menariknya jalan tol juga akan terhubung dengan Jalan Tol Cinere-Jagorawi Seksi 3B Ruas Krukut-Limo. Berkat ini maka pengguna jalan bisa melanjutkan perjalanannya ke destinasi yang lebih jauh.

“Dengan tersambung penuh, maka pengguna jalan dari wilayah Bogor, Ciawi dan sekitarnya (Jalan Tol Jagorawi) dapat mengakses wilayah Serpong. Kami optimis volume kendaraan yang melalui Jalan Tol Serpong-Cinere juga meningkat,” ujar Mirza Nurul Handayani, Direktur Utama PT Cinere Serpong Jaya (28/09).

Sebelumnya diberitakan bahwa hingga akhir 2023, pemerintah memang berencana menyelesaikan pekerjaan di 13 ruas jalan tol. Total panjang yang harus rampung adalah 309.78 km dan dilanjutkan kembali di 2024.

Daftar 13 Jalan Tol Baru Yang Siap Beroperasi Akhir 2023

Tarif tol Jagorawi dan Sedyatmo
Photo : BPJT
  • Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan seksi 4-6 (28.2 km)
  • Tol Ciawi-Sukabumi seksi 2 (11.9 km)
  • Tol Cibitung-Cilincing seksi 4 (7.7 km)
  • Tol Cimanggis-Cibitung seksi 2 (23.01 km)
  • Tol Serpong-Cinere seksi 2 (3.6 km)
  • Tol Sigli-Banda Aceh seksi 5-6 (13.2 km)
  • Tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat seksi 1-2 (38.45 km)
  • Tol Pasuruan-Probolinggo seksi 4A (8.57 km)
  • Tol Jakarta-Cikampek II Selatan paket 3 (31.25 km)
  • Tol Serpong-Balaraja seksi 1B (5.4 km)
  • Tol Kisaran-Tebing Tinggi (47.6 km)
  • Tol Binjai-Langsa (26.2 km)
  • Tol Simpang Indralaya-Prabumulih (64.7 km)

Terkini

mobil
Penjualan Mobil Listrik di China Diprediksi Melambat pada 2026

Penjualan Mobil Listrik di China Diprediksi Melambat pada 2026

Berakhirnya insentif dari pemerintah membuat kinerja penjualan mobil listrik di Cina pada tahun depan turun

otosport
Aprilia

Aprilia Disebut Siap Kudeta Ducati pada MotoGP 2026

Aprilia menunjukan kemajuan sangat signifikan dalam hal pengembangan motor balap milik Marco Bezzecchi

mobil
Wuling Almaz Darion

Wuling Almaz Darion Makin Dekat ke Indonesia, Desainnya Terdaftar

Bocoran tampilan interior Wuling Almaz Darion mulai terungkap di laman DJKI, pakai basis SUV Xingguang 560

mobil
Mobil Listrik

Manufaktur Mobil Listrik Cina Disebut Belum Serap Komponen Lokal

GIAMM sebut perakitan lokal dihitung 30 persen TKDN, komponen lokal mobil listrik tak jadi prioritas produsen

mobil
Baterai Mobil Listrik

Cina Rancang Aturan Baru soal Keamanan Baterai Mobil Listrik

Ditetapkan secara nasional di Cina, manufaktur wajib pastikan baterai mobil listrik tak bisa terbakar atau meledak

news
Bus Damri

Manuver Berbahaya Dua Bus Damri di Jalan Tol, Sopir Diberi Sanksi

Dua sopir bus Damri tertangkap kamera melalukan aksi tidak terpuji, bahkan sampai membahayakan pengemudi lain

mobil
Mobil Bekas

Tren Mobil Bekas di 2026, MPV dan LCGC Tetap Jadi Favorit

Model-model MPV dan LCGC masih tetap dicari konsumen mobil bekas, rentang harganya Rp 100 juta-Rp 300 jutaan

news
Bantuan yang Diperlukan Buat Dongkrak Penjualan Kendaraan Niaga

Bantuan yang Diperlukan Buat Dongkrak Penjualan Kendaraan Niaga

Menurut Mitsubishi Fuso ada beberapa kendala yang menghambat kinerja penjualan kendaraan niaga pada 2025